
"Ayo kalian cari pakaian" ajak Joy kepada yang lain
"Tapi mbak" ujar Aisyah tak enak hati
"Sudah ayo..." ujar Joy dengan menggandeng tangan Aisyah dan Maryam
"Kamu ikut..." ujar Joy menoleh ke arah Asep
"Sa.. saya.. mbak... baik mbak" ujar Asep
"Dimana toko pakaian nya?" tanya Joy menoleh sana sini mencari keberadaan toko pakaian
"Baju mbak... baju mbak..." tawar pedagang baju yang tak jauh dari mereka.
Nampak berderet beberapa penjual pakaian dipinggir jalan
"Ini toko atau pasar?" bisik Joy
"Pasar mbak" jawab Aisyah
"Oke ayo..." ujar Joy
"Baju mbak nya?" tanya pedagang itu ramah
Joy mengangguk sembari berkeliling melihati pakaian yang dipajang itu
"Kenapa kebanyakan pakaian yang seperti mereka pakai?" batin Joy saat mendapati setelah rok dan atasan dengan lengan panjang
"Ada dress?" tanya Joy
"Ada mbak, yang lengan pendek atau panjang?" tanya Pedagang nya
"Yang panjang saja untuk bridesmaid" ujar Joy
"untuk pendamping nikah" ujar Joy lagi, barang kali pedagang nya kurang faham
"Bentar mbak, ini model dan warna nya" ujar pedagang itu
"Bagus yang mana?" tanya Joy pada Aisyah dan Maryam
"Kami ngikut saja mbak" balas Aisyah dan Maryam
"Kami pilih warna ini bu" ujar Joy
"Iya mbak, ini model nya yang mana saja?" tanya pedagang itu
"Aku ini, kalian pilih lah” ujar Joy, ia pun sembari mondar mandir memilih pakaian ganti untuk nya sendiri meski sebelum nya sudah dibelikan oleh Umi
"Sudah?" tanya Joy dengan menenteng beberapa helai pakaian
"Sudah mbak..." balas Aisyah dan Maryam
Mereka kaget saat Joy membawa beberapa helai pakaian
"Apa gak habis banyak mbak Joy itu Mar" ujar Aisyah
"Gak tahu aku Ais" ujar Maryam
"Kamu pilih saja" ujar Joy kepada Asep
"Waduh saya gak enak mbak dibayari perempuan" ujar Asep tak enak hati
"Bfff..." Maryam dan Aisyah hanya menahan tawa
"I.. iya mbak. Terimakasih"
"Hmm.. Ambil lah untuk beberapa teman mu yang akan mendampingi" ujar Joy
Asep pun mengangguk
Mereka pun selesai berbelanja pakaian, dan Joy pun tak lupa membeli sebuah tas. Karena ia fikir akan berguna juga
"Ayo kita beli beberapa makanan untuk Umi dan anak anak yang lain" ajak Joy
"Apa tidak berlebihan mbak Joy?, kita belanja nya sudah banyak sekali ini" ujar Maryam
"Tidak apa apa, selagi aku masih disini" ujar Joy
"Ini kalian pesan lah makanan nya, pesan saja semua nya" ujar Joy dengan memberikan uang 1 bundel yang berisi uang 5 jt itu
"Kami suruh habis kan ini mbak?" tanya Aisyah
"Hmm.. beli lah" ujar Joy
"Kau dengan Asep saja, Maryam menemaniku disini" ujar Joy sembari meletak kan kepala nya ke sandaran mobil
"Baik mbak" jawab Aisyah, ia pun turun bersama Asep
"Tumbas nopo wae iki mbak?, mborong tenanan iki dewe mbak (Beli apa saja kita ini mbak? Borong beneran ini kita mbak)" ujar Asep
"Pokoke seng iso dimaem bareng bareng lah mas, aku yo mumet megang duit akeh ngene iki mas (Pokok nya yang bisa dimakan sama sama mas, aku ya pusing megang uang sebanyak ini mas)" balas Aisyah
Aisyah dan Asep pun membelanja kan sesuai amanah yang diberikan oleh Joy
"Aku tidur dulu" ujar Joy kepada Maryam. Karena ini adalah jam tidur siang nya
"Iya mbak silakan" Balas Maryam
...----------------...
Dua jam berlalu, mereka pun sudah sampai dikediaman Umi dan Kyai alias pesantren itu
"Assalamu'alaikum Umi" salam yang lain terkecuali Joy
"Wa'alaikumsalam" balas Umi
"Masya allah, kalian habis memborong apa saja sampai segitu banyak nya" ujar Zahra yang menghampiri mereka
"Ini Ning, belanjaan mbak Joy" balas Asep sembari menurun kan barang barang dari mobil
"Ya Allah mbak Joy, banyak sekali belanja nya" ujar Zahra lagi
"Iya. Dan itu untuk mu" ujar Joy dengan menunjuk sebuah pickup pengangkut barang itu
"Apa itu mbak?" tanya Zahra terkejut
"Kado untuk pernikahan mu nanti" ujar Joy
"Ya Allah mbak, terimakasih banyak mbak" balas Zahra dengan memeluk Joy