
Di pertengahan jalan tiba tiba saja turun hujan, dan itu membuat Joy berpegangan erat di tubuh Aland
Aland senang, ia mengira bahwa Joy hanya kedinginan hingga memeluk nya
Namun ia samar samar mendengar Joy sesegu kan
Aland pun melaju kan motor nya dengan kecepatan lebih cepat dari sebelum nya, karena rumah nya pun sudah tidak jauh
"Ayo turun Joy" ujar Aland
Namun Joy masih memeluk Aland dengan erat, hingga Aland memati kan mesin motor nya, Joy pun tidak kunjung melepas kan pelukan nya
"Joy sudah sampai, ayo kita masuk" ajak Aland
Namun Joy tidak menjawab dan hanya suara tangis nya yang sesegu kan semakin terdengar di telinga Aland
"Joy kamu tidak apa apa kan?" tanya Aland khawatir
Aland pun melepas tangan Joy yang memeluk nya
Karena tak kunjung mendapat kan jawaban dan respon dari Joy, Aland pun berinisiatif menggendong Joy hingga ke dalam rumah nya
"Aland, kenapa Joy?" tanya Yuda dari dalam rumah
"Tidak tahu yah" balas Aland
"Bun, ambil kan handuk untuk Joy" pinta Yuda kepada istri nya
Lia pun menghampiri Joy dengan membawa handuk dan mengusap kan nya di tubuh Joy
"Sayang kamu kenapa?" tanya Lia kepada Joy
Joy tidak ada merespon
"Lan bawa dulu Joy ke dalam kamar, Bunda akan bantu Joy untuk ganti baju" ujar Lia
Aland pun menuruti perintah Bunda nya, ia pun menggendong Joy ke dalam kamar
"Pergi lah, kamu ganti baju dulu, Bunda akan bantu ganti kan pakaian Joy" ucap Lia
Aland pun mengangguk dan menuju ke kamar nya
Ia pun dengan sesegera berganti pakaian, karena ia khawatir dengan Joy
"Gimana Bun?" tanya Aland
"Dia sudah tenang, memang nya tadi kenapa?" tanya Lia
"Hanya saja pas hujan turun, dia langsung memeluk Aland dengan erat seperti ketakutan" lanjut nya
"Temani lah dia, Bunda akan buat kan minuman jahe dulu untuk kalian" ujar Lia meninggal kan Aland
Aland pun menghampiri kamar tamu, dan membuka pintu
Dilihat nya Joy sedang berbaring dan terlelap
"Jangan... Tidak...." Joy mengigau
Aland pun dengan sesegara berlari dan menghampiri ke arah Joy
"Joy bangun lah, ini aku" ujar Aland membangun kan Joy dengan menggoyang kan lengan Joy
Joy pun membuka mata nya dan langsung memeluk Aland
Joy pun menangis lagi, dan itu membuat Aland khawatir
"Tenang lah Joy, semua baik baik saja" ucap nya menenang kan
Joy hanya menangis, hingga ia mulai merasa tenang dan berhenti menangis
"Semua baik baik saja Joy" ucap Aland sembari menghapus air mata Joy
"Aku akan mengambil kan air minum dulu untuk mu" ujar Aland dan hendak berdiri meninggal kan Joy
Namun Joy menahan tangan Aland, dia menggeleng
"Jangan pergi" ucap Joy dengan mata melamun
"Ya" balas Aland bingung, ia pun mengusap pucuk kepala Joy untuk menenang kan
Tak lama Lia pun datang menghampiri mereka dengan membawa kan nampan berisi 2 gelas air jahe untuk mereka
"Ini kalian minum lah, agar kalian tidak masuk angin" ujar Lia
Aland pun hendak mengambil air jahe yang di letakkan Bunda nya di atas meja, namun Joy masih menahan tangan nya, hingga membuat Aland urung
Lia pun memain kan matanya arti bertanya "Kenapa dengan nya"
Aland hanya menggeleng kan kepala nya arti "tidak tahu"
"Ada apa dengan nya" batin Aland sedih