
Aland pun menghampiri mereka dengan nampan dan dua mangkuk bakso
"Ini punya mu Joy" ujar Yumna menyodor kan semangkuk bakso dan segelas es jeruk tadi
"Terimakasih" balas Joy ke arah Yumna dan Aland bergantian
"Sama sama" balas Yumna dan Aland bersamaan
"Aww.." ujar Joy meletakkan garpunya lagi. Ia kepanasan saat bakso menyentuk mulut nya
"Hati hati Joy, itu masih panas" ujar Aland
"Ya" balas Joy
Joy tidak tahu jika makanan yang baru tersaji akan sepanas itu, sebab ia sudah lama tidak makan bakso berkuah seperti ini.
"Kamu harus meniup nya sebelum memakan nya Joy agar tidak terlalu panas" ujar Sisi memberi tahu
Joy pun mengangguk dan mengamati cara Sisi makan
Mereka pun makan sembari berbincang bincang
"Sisi kenapa kamu jarang ke kantin untuk jajan?" tanya Yumna
"Aku ..'' balas Sisi terputus
"Orang tua nya baru saja di pecat di perusahan nya sebelum nya, karena pengurangan karyawan" balas Aland
"Memang nya ayah mu sebelum nya kerja apa Si?" tanya Yumna lagi
"Hanya seorang supir" balas Sisi menunduk
"Udah lama gak kerja nya Si?" tanya Yumna lagi
"Iya, sudah hampir setengah tahun ini, saat aku masuk SMA" balas Sisi
"kenapa kamu tidak membantu saudara mu Lan?" tanya Yumna
Joy pun melihat ke arah Aland sembari menikmati bakso nya
"Dia sudah membantu kami sebisa mungkin, hanya saja ayah ku sudah berusia 40 tahunan, jadi susah mencari pekerjaan" balas Sisi
"Bekerja dengan ku" ujar Joy singkat
"Apa Joy?" tanya mereka ber tiga serempak
"Bekerja dengan ku" balas Joy lagi
"Maksud nya ayah ku Joy?" tanya Sisi memastikan
"Ya" balas Joy singkat
"Serius Joy?" tanya Sisi senang
"Ya" balas Joy
"Ini alamat rumah ku, nanti sore datang saja" ujar Joy memberi kan alamat rumah nya
"Terimakasih Joy" ucap Sisi senang ia pun merangkul lengan Joy. Joy hanya menyungging kan senyum
"Baik juga dia, aku kira dia adalah gadis yang dingin dan arogan seperti kakak nya bilang di telephone kemarin" batin Aland
"Ayo kita bayar dulu" ajak Yumna
"Apa ini Joy?" tanya Yumna
"Bayar" jawab Joy singkat
"Bfff... Joy di kantin ini hanya bisa bayar tunai" jawab Yumna sembari ketawa karena lucu melihat Joy
"Ah sebentar" jawab Joy
"Gea tolong antar kan uang cash ke kantin belakang sekolah, aku tidak membawa uang cash" ucap Joy di telephone kepada Gea
"Pakai uang ku saja dulu Joy, ini cukup" ujar Aland
"Tidak usah" balas Joy singkat
Tidak lama Gea pun datang menenteng dompet nya memnghampiri Joy
"Maaf Nona, saya lupa memberi kan uang cash" ujar Gea dengan sedikit manggap sebab berlari, dan memberi kan uang cash kepada Joy
"Ya" balas Joy singkat
Gea pun meninggal kan mereka. "Saya pamit dulu nona"
Joy pun mengangguk
"Wah ada yang di traktir nih" ujar Tomi menyapa mereka
"Ah iya" balas Yumna
"Ambil lah" balas Joy singkat
"Serius kamu mau traktir kami semua Joy?" tanya Tomi
"Ya" balas Joy
"Asyik makan gratis" ujar Tomi senang
"Mereka boleh juga kan Joy?" lanjut nya lagi sebab mata teman teman nya melihat ke arah Tomi saat senang tadi
"Ya" balas Joy
"Jangan Joy, nanti uang saku mu habis" ujar Yumna berbisik
Namun Joy tidak mengindah kan ucapan Yumna, ia hanya berjalan sembari lengan yang masih di rangkul oleh Yumna
Yumna pun terseret hingga mengikuti Joy untuk membayar makan nya
"Berapa total semua nya bu?" tanya Yumna, sebab Joy hanya diam mematung tanpa bicara
"Kalian makan apa saja tadi?" tanya ibu kantin
"Ini, bayar sekalian dengan mereka bu" ucap Joy memeberikan beberapa lembar uang merah
"Jika kurang nanti hubungi saya, ini nomor tlp nya" balas Joy dengan memberikan nomor tlp nya
"Ah iya neng terimakasih" balas Ibu Kantin melongo
"Cantik nya gadis itu, kalau saja punya anak laki laki sudah aku jodoh kan dengan nya" batin ibu kantin saat melihat Joy pergi
"Ah sudah lah, laris manis hari ini bisa habis semua makanan nya" ujar ibu kantin girang