No Cute, But Strong Girl

No Cute, But Strong Girl
Siapakah Joy



Joy pun meninggal kan ibu kantin tadi bersama Yumna, mereka menghampiri Aland dan Sisi


"Ayo" ajak Joy


"Terimakasih Joy" ucap teman teman yang ia traktir


Joy hanya mengangguk


"Wah keren ya Joy, dia traktir kita semua gak takut uang saku nya habis"


"Iya, seberapa kaya dia ya?"


"Entah lah, tapi pasti dia kaya raya"


"Iya, lihat saja mobil yang mengantar kan nya saja mewah"


Itulah kira kira bisik bisik teman teman nya setelah Joy pergi


"Yumna antar aku toilet" ajak Joy, ia merasa perut nya mulas setelah makan bakso tadi karena membubuhkan cabai, ia biasanya tidak pernah makan makanan yang terlalu pedas


"Kamu kenapa Joy?" tanya Yumna khawatir


"Mulas perut ku" jawab Joy menarik tangan Yumna


Tak beberapa lama Joy pun selesai dari urusan alam nya


"Kalian?" tanya Joy bingung sebab tidak hanya Yumna yang menunggui nya, namun ada Sisi dan Aland


"Kami menunggu mu karena khawatir kamu kenapa kenapa, jadi aku minta Aland dan Sisi menunggu disini jika kamu pingsan atau apa" jelas Yumna


"Terimakasih, aku tidak apa apa" jawab Joy


Sesampai nya di kelas, mereka langsung di sapa semua teman yang ada di kelas


"Terimakasih joy atas traktiran nya tadi" ucap beberapa teman kelas nya


"Ya" jawab Joy singkat


"Joy dimana rumah mu?" tanya Tomi yang duduk disebelah Aland


"Orang tua mu kerja apa Joy?" tanya nya lagi


Joy hanya diam dan tak menanggapi


"Lan kenapa Joy, dia tidak menghirau kan ku" bisik Tomi Ke Aland


Aland hanya mengangkat bahu nya arti tidak tahu


......................


"Maaf aku duluan semua" pamit Joy kepada Yumna, Aland dan Sisi. Joy pun menaiki mobil nya dan pergi meninggal kan mereka


"Hati hati Joy" balas mereka


"Kira kira seberapa besar rumah Joy ya" tanya Sisi


"Nanti kamu lihat saja, kan ayah mu diminta datang sore ini" balas Yumna


"Buruan lah lu tlp ayah mu" ujar Aland


"Iya iya ini aku tlp" balas Sisi


"Ayah, jangan kemana mana ya, sebentar lagi Sisi pulang, ayah pokok nya harus siap siap dan dandan rapih ya yah" ujar Sisi menyampaikan kepada Ayah di seberang tlp


"Ada apa Sisi, memang mau ada acara?" tanya Ayah nya


"Pokok nya Om berpakain rapih" Sarkas Aland merebut hp Sisi dan mematikan sambungan tlp nya


"Aland, gue belum selesai juga bicara nya, udah lu mati kan aja" kesal Sisi


"Habis nya lu lama, gak lihat tuh udah jam berapa" Sarkas Aland


"Oh iya, ayo buruan balik kita" ajak Sisi


"Terus gue ditinggalin gitu?" Tanya Yumna


"Udah ikut aja. Nanti kita ke rumah Joy sama sama" ajak Sisi


"Tapi kan yang diminta kesana Ayah mu Si, bukan kita" jawab Yumna


"Gak apa apa kali lah kita datang ke rumah nya, nanti alasan nya kita ngantar Ayah gue takut nyasar" Jawab Sisi sekenak nya


"Nanti kalau gak diterima Joy, kamu tanggung jawab ya Si" balas Yumna


"Hehehe" Sisi hanya ketawa garing dan menggaruk kepala nya tidak gatal


Tak selang lama sampai di rumah Sisi


"Aland lu nanti gak ikut?" tanya Yumna


"Kagak, gue ada urusan sama mama gue" balas Aland dengan melanjut kan menyetir motor nya


"Ayo masuk Yumna, tapi di maklum ya, rumah kami kecil" ajak Sisi


"Ayah...." teriak Sisi dari luar rumah memanggil Ayah nya


"Ada apa Si, baru sampai rumah sudah teriak teriak" balas Ibu Sisi


"Ayah mana bu, buruan nanti membuat Joy menunggu, Sisi tidak enak" jawab Sisi


"Joy siapa?" tanya Ayah nya yang keluar dari bilik kamar nya dengan sudah berpakaian rapih


"Teman kami, pokok nya Ayah ayo siapin motor nya, Ayah sendiri, aku dan yumna" ujar Sisi


Yumna dan Sisi pun dengan lakas berganti pakaian dan bersiap siap


Kini Yumna, Sisi dan Ayah nya menuju ke alamat yang di berikan Joy saat di sekolah


"Gila Si, ini serius rumah Joy?" tanya Yumna ke Sisi


"Iya Yumna, ini rumah atau istana sebenar nya" balas Sisi, ia juga tak kalah takjub melihat rumah teman nya sebesar itu