
"Ehemmm...." dehem Beny untuk membuang rasa grogi nya tadi
"Baik lah, boleh boleh saja, siapa pun boleh membuat surat dan untuk siapa pun, yang terpenting sopan ya adik adik..." ujar Beny
Mereka pun dengan sesegara membuat surat nya masing masing
"Kamu gak buat Joy?" tanya Yumna
Joy menggeleng dengan hanya memandangi adik adik kelas nya yang sibuk
Aland memandang ke arah Joy sembari tersenyum
"Semangat kak" ujar adik kelas nya menyemati nya
"oke..." ujar Aland
"Oke semua nya, karena waktu nya tinggal 1 jam lagi sebelum pulang, kita mulai saja ya" ujar Beny
"Ayo siapa yang mau maju ke depan dan membaca kan surat nya?" tanya Beny lagi
Satu per satu satu adik adik kelas pun maju dan membaca kan surat nya, terbanyak ada lah surat siswa baru untuk senior nya
Joy pun mendapat kan banyak surat dari banyak adik kelas nya
"Oh... senior ku...
Kulit putih, mata sipit, hidung maju
Kau nampak tinggi saat dihadapan ku
Bagiakan kau putri, aku upik abu
Kau bersinar di atas gurun
Sedang aku lah menyelap ke dasar laut
Kau terlihat, sedang aku tidak
Namun, seribu kali ku berucap agar bisa bersama mu
Kak Joy, we love you" ujar Aji membaca kan surat nya kepada Joy, yang rupa nya adalah sebuah puisi
"Hu....."
"Hahaha...."
Sorak teriak mereka
Joy tersenyum kemudian bertepuk tangan
"Balas... balas... balas...." teriak mereka
Joy merebut mic dari Beny
"Terima kasih" ujar Joy, kemudian ia memberi kan satu kotak susu coklat yang ada di plastik tadi
"Ah.... terima kasih kak Joy..., hati Aji meleleh" ujar Aji tertawa dan tersenyum malu malu
Joy menyungging kan senyum nya
Aland pun merasa tidak terima dan tersenyum kecut
Yumna pun dengan senang dan ia langsung maju ke depan
"Kak Beny..." ujar Yumna dengan menarik tangan Beny untuk maju ke depan
Sorak sorai pun menyambut mereka
"Aku adalah adik kelas mu, yang tak berharap bertemu dengan mu sebelum nya, namun saat aku jatuh, kau membawaku menyembuh kan luka
Disini aku ingin berkata, aku menyukai mu kak... dan berharap hal yang sama dari mu" ujar Yumna dengan memandang ke arah Beny
"Balas... balas... balas..." teriak yang lain
Beny mengangguk
"Aku pun sama" ujar Beny
"Cie...." ujar mereka menyoraki dengan senang
Yumna tersenyum malu malu
Aland yang merasa iri pun akhir nya memberani kan diri
"Cewek saja bisa, masa gue cowok tidak bisa" batin Aland
Aland pun berjalan ke depan dan menghampiri Joy, dengan menggandeng tangan nya, ia sesegara mengambil mic dari Beny
Joy yang kebingungan pun hanya mengikuti Aland
"Joy izin kan aku untuk mengatakan nya kepada mu" ujar Aland
Joy hanya menatap bingung
"Secarik kertas dengan goresan pena ini tak menyampai kan semua apa yang aku ingini
Mengagumi adalah berkah dalam hidup ku
Memuji mu adalah hal yang tumbuh dari hati ku
Siang malam terbayang oleh mu
Izin kan lah aku selalu membersamai mu...
Dengan cinta yang tulus dari sanubari ku"
Aland membaca kan surat yang telah ia tulis untuk Joy
Joy tersenyum kecil
"Bagaimana?" tanya Aland
Joy hanya tersenyum lagi
"Yes..." ujar Aland senang
Aland pun menggandeng tangan Joy, Joy yang malu berusaha melepas kan nya
"Selamat... selamat..." sorak sorai dari semua nya
"Terima kasih semua nya..." balas Aland senang