
Dua bulan berlalu dan Joy belum ditemukan
Hari kelulusan untuk Aland, dan teman teman nya pun berjalan tanpa ada nya Joy
"Joy... kamu dimana? harus nya kita sekarang merayakan kelulusan bersama" batin Aland
"Berdoa lah semoga Joy lakas kembali" ujar Bayu menepuk bahu Aland
"Ya semoga" balas Aland
"Sedih ya Yum, sampai sekarang Joy belum kembali dan kita tidak tahu dia dimana" ujar Sisi
"Iya Si, andai kan dia disini, pasti kita akan merayakan kelulusan bersama" ujar Yumna
Mereka pun sedih sebab salah satu teman, sahabat yang mereka sayangi tidak bersama dengan mereka
"Dek kamu harus nya bahagia bersama dengan teman teman mu saat ini" ujar Jeff yang memandang ke arah Joy dan teman teman nya dari mobil
"Kamu kapan kembali dek, kami semua rindu pada mu" ujar Jeff sedih
"Kak Jeff" sapa Aland dan yang lain
"Oh hai...selamat atas kelulusan kalian ya, ini hadiah untuk kalian" ujar Jeff memberi kan hadiah masing masing satu kepada mereka
"Terima kasih kak" balas mereka serempak
"Sama sama" balas Jeff
"Aland bisa kita bicara sebentar" ujar Jeff
"Ada apa kak?" tanya Aland
"Aku harus kembali ke Inggris, karena pekerjaan disana menumpuk, anak buah ku akan tetap mencari keberadaan Joy, dan kamu fokus lah untuk pendidikan mu" ujar Jeff
"Tapi kak..." balas Aland
"Tidak apa apa, dan percayakan lah pada kami, kami akan berusaha semaksimal mungkin mencari Joy. Dia adalah adik ku" ujar Jeff
"Kejar lah pendidikan dan cita cita mu, Joy akan kecewa jika kau hanya berdia disini tanpa melanjut kan pendidikan mu" ujar Jeff lagi
"Kau harus sepadan saat ingin membersamai nya, aku kembali dulu. Sampai jumpa dilain waktu" ujar Jeff berpamitan
Aland mengangguk
...****************...
Sementara ditempat lain Joy berada
"Sudah 2 bulan aku disini, seharus nya ini adalah hari kelulusan kami" batin Joy sedih
"Ah sudah lah, sekolah itu hanya mengulangi saja untuk merasakan masa remaja ku yang sesungguh nya" batin Joy lagi
Kini ia berada di kamar milik Zahra. Ya, Joy tinggal dan dirawat dikediaman milik orang tua Zahra itu yang dimaksud pesantren
Disebuah kamar yang cukup sederhana, jauh dari kamar ia sebelum nya. Namun Joy menikmati sembari menunggu pemulihan diri nya
Tanpa handphone, tanpa orang orang dekat di samping nya, hal itu membuat Joy merasa bosan
Butuh pemulihan yang lumayan lama pada kaki nya yang terkilir, yang disebab kan ia loncat dari ketinggian dan ia paksakan untuk berlari
"Disini hati ku merasa nyaman, tapi ini bukan tempat ku" ujar Joy saat sendiri di kamar itu
Dilihat nya banyak orang berlalu lalang mengenakan penutup kepala alias hijab, sama hal nya dikenakan Umi dan Zahra
Dan untuk para pria mengenakan sarung dan kopiah seperti Farhan dan Kyai
"Suara mereka indah, apa ini yang mereka maksud mengaji seperti yang diucap kan Zahra" ujar Joy
"Apa semua agama itu baik?" ujar Joy lagi
"Semua agama itu baik, bagi setiap penganut nya masing masing" ujar Zahra menghampiri Joy
"Apa mbak nya merasa bosan dikamar terus?" tanya Zahra
Joy mengangguk
"Mari saya antar ke taman dan memetik buah disana" ajak Zahra
Joy pun mengiyakan dan iya mengambil sebuah tudung kepala berbentuk segi panjang
"Aku menghargai agama kalian" ujar Joy
Zahra tersenyum