
"Mbak sudah bisa jalan?" tanya Umi
"Sudah Bu" balas Joy pada Umi
Joy sungkan alias tidak terbiasa memanggil ibu nya Zahra dengan sebutan Umi
"Disini yang ada ATM dimana bu?" tanya Joy
"Lumayan jauh kalau dari sini nak, nak Joy mau kesana?" ujar Umi
"Iya. Saya mau menarik uang dan membeli handphone, barang kali bisa menghubungi keluarga saya" ujar Joy
"Em tumben aku bisa bicara panjang lebar gitu" batin Joy
"Oh... nanti biar di antar kang santri dan beberapa mbak santri saja ya nak Joy" ujar Umi
Joy mengangguk
"Kapan pernikahan Zahra Bu?" tanya Joy
"Insya allah 1 minggu lagi nak" balas Umi
Joy mengangguk
Tak lama Aisyah dan Maryam datang menghampiri mereka
"Assalamu'alaikum" salam mereka
"Wa'alaikumsalam" balas Umi, Joy hanya tersenyum
"Ada apa Umi memanggil kami?" tanya Aisyah dan Maryam
"Ini nak, tolong temani dan antar nak Joy ke ATM, dan ke konter penjual hp ya nak" ujar Umi
"Baik Umi" balas kedua santri itu
"Ayo mbak Joy" ajak Aisyah diikuti Maryam dan Joy
"Assalamu'alaikum mas Asep, mari antar kan kami ke ATM dan konter hp terdekat ya mas" ujar Aisyah
"Wa'alaikumsalam, nggih monggo monggo mbak (iya mari mbak)" ujar Asep
"Masya allah londo saking pundi niki mbak (Masya allah bule dari mana ini mbak)" ujar Asep kaget saat melihat Joy
"Ini mbak Joy yang waktu itu ditemukan mas Farhan mas Asep" balas Aisyah
"Hai.. aku Joy" ujar Joy hendak mengulur kan tangan
"Oh.. Sorry.." balas Joy menarik kembali tangan nya
"Ya sudah mari mbak saya antar" ujar Asep mempersilakan
Mereka pun menariki mobil yang akan mengantar mereka
"Apa disini ada bank?" tanya Joy
"Ada mbak, kebetulan tempat ATM nya sama dengan bank nya sama mbak" ujar Maryam
"Syukur lah, aku harus mengambil uang yang lumayan banyak, aku harus memberikan mereka uang terutama keluarga Umi yang sudah menampung dan merawat ku" batin Joy dengan manggut manggut
Karena hari masih pagi, tak banyak antrian di bank itu
Cukup kecil memang bank disitu, mungkin karena di kota / di kecamatan kecil
"Selamat pagi, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu pegawai itu
"Pagi, saya mau mencair kan uang" balas Joy yang ditemani masuk oleh Aisyah
"Baik, berapa yang mau di ambil mbak?" tanya pegawai itu
"Tolong berikan saya kertas" pinta Joy
"Dua puluh cukup tidak ya" batin Joy, ia pun berfikir
"Nanti kado apa yang bagus untuk Zahra" batin nya lagi
"Tolong cair kan sejumlah yang saya tulis, dan ini kartu saya" ujar Joy menyodor kan kertas dan black card nya
Joy dan Aisyah pun menunggu pegawai itu mencair kan uang nya
Tak lama mereka pun keluar dengan Joy menenteng segepok uang yang ia simpan di dalam sebuah amplop coklat
"Ayo ke konter dulu" ujar Joy
Mereka pun menuju konter dan dengan segera Joy membeli hp yang murah dan sederhana saja
"Hanya untuk sementara" batin Joy menatap hp yang ia beli dan tak lupa sim card nya
"Aduh berapa nomor tlp kakek, kak Jeff, Aland, Opa, Oma" ujar Joy menggaruk tengkung nya yang tidak gatal
"Sudah lah lanjut saja nanti" batin Joy