
"Rasa nya bunda ingin bertemu dengan putri nya Alle yah" ucap Lia
"Nanti pasti ketemu, Tuan Briant berencana mengajak kita makan malam di akhir pekan jika kami tidak ada dinas" Balas Yuda
"Aku tahu bagaimana perasaan mu Bun" lanjut nya
"Melihat nya bertumbuh besar seperti itu pun membuat Ayah senang"
"Ayah tidak mengira jika ia mampu hidup dengan baik" ucap Yuda sedih
"Iya yah, seandai nya mereka masih disini, mereka pasti sudah meminta kita untuk mendekat kan anak kita dengan anak nya" ucap Lia miris mengingat pembahasan dulu bersama Alle sahabat nya
"Itu hanya dulu, Ayah rasa jika Aland memiliki perasaan sekali pun untuk Joy, Joy akan susah di takluk kan" balas Yuda
"Apa akan seperti itu yah?" tanya Lia
"Ya, dia bersikap dingin persis dengan ayah nya, cantik seperti ibu nya. Tetapi berbeda saat dia masih kecil dulu yang periang" balas Yuda, Lia hanya mengangguk
......................
Ke esokan hari nya
"Aland, ini nanti kamu beri kan kepada Joy ya" ujar Lia memberikan kotak bebal kepada Aland
"Tapi Bund" balas Aland
"Sudah kasih kan saja, bilang saja ini dari Bunda sahabat ibu Nya" timpal Yuda dari belakang
"Ya, baik lah Bun, Aland berangkat dulu
"Kamu bawa apa Lan?" tanya Sisi saat di jalan
"Ini titipan Bunda untuk Joy" balas Aland
"Memang nya Bunda mu kenal dengan Joy?" tanya Sisi
"Iya, dulu Bunda sahabat Ibu nya Joy" balas Aland
"Joy..." Panggil Sisi kepada Joy mereka berpapasan akan masuk ke sekolah
Joy pun menoleh
"Joy ini ada titipan dari Bunda nya Aland, kata nya dulu Bunda nya Aland dan Ibu mu adalah sahabat" ujar Sisi sembari menyerah kan kotak bekal itu
"Terima kasih" balas Joy kepada Aland dan Sisi
"Sama sama" balas mereka serempak
"Pagi ini kita praktik lagi di ruang laboratorium, kalian segera lah nanti ke sana" Ujar Aland kepada Sisi dan Joy
"Ayo Joy kita siap siap" ajak Sisi
"Nanti jika Tata minta tolong lagi jangan kamu iya kan ya Joy, seperti nya dia ada niatan tidak baik ke kamu Joy" timpal Yumna mengingat kan
"Iya Joy, nanti kamu jangan berjauhan dari aku, Yumna atau Aland ya" pesan Sisi
Joy hanya mengangguk
"Hai Joy.." sapa Bayu
"Kali ini pasti sudah bisa kan jika diminta praktik oleh Pak Hadi?" lanjut nya
"Ya" jawab Joy
"Hai Joy..." Sapa Tata menghampiri
"Hai.." balas Joy
"Maaf soal kemarin Ta" ujar Joy minta maaf, sebab iya tidak enak hati, namun juga merasa janggal
Joy melihat waktu itu dia sudah memberi kan gelas ukur nya dengan baik ke Tata, dan Tata sudah menerima nya, namun pada saat Joy menoleh ke arah Aland, tiba tiba saja gelas itu jatuh
Joy mengingat nya kembali
"Tidak apa apa Joy, hanya kejadian kecil" balas Tata sinis
"Ta jangan seperti itu tidak baik" bisik Sinta
"Lu apa apa an Sin, mau ngebela dia, ya sudah sana berteman dengan nya" balas Tata kesal
"Bukan maksud gue gitu Ta, tapi buat apa musuhin Joy" balas Sinta
"Lu gak lihat, dia ngedeketin Aland"
"Memang lu mau, lu rela nanti mereka jadian, hah?" tanya Tata ke Sinta
Tata berusaha memanas manasi Sinta, padahal ia pun tidak rela jika itu benar
"Dan lu gak tahu, tadi Aland ngasih kotak bekal nya buat dia" timpal nya lagi
"Itu dari Bunda gue buat Joy, bukan dari gue" balas Aland saat mereka membahas diri nya
......................
......................
......................