
Keesokan hari nya, Joy beserta keluarga dan teman teman nya pun telah bersiap siap untuk kembali ke kota
"Ini ada sedikit uang, dan beberapa hadiah dari kami, tolong diterima ya pak" ujar Briant kepada Kyai
"Kami tidak menerima penolakan, bagaimana pun anda semua telah menyelemat kan dan merawat cucu kami dengan baik" ujar Briant lagi
"Kami ikhlas membantu pak, jadi kami tidak bisa menerima ini" ujar Kyai menolak
"Tolong terima pak Kyai, Joy akan sedih jika kalian menolak nya" ujar Joy tulus
"Baik lah nak, pak, semua. Kami terima, kami ucap kan terima kasih atas semua nya, semoga perbuatan baik kalian ini diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa" ujar Kyai
"Amin. Hanya Tuhan yang mampu membalas budi dan kebaikan Kyai, istri beserta santri disini, terima kasih sekali lagi kami ucap kan pak, karena telah merawat cucu kami dengan baik" ujar Briant menjabat tangan Kyai dan memeluk nya
"Amin. sama sama pak sudah menjadi kewajiban kami untuk saling membantu" ujar Kyai
Mereka pun berpamitan secara bergantian
Joy pun menghampiri Zahra, Aisyah, Maryam dan memeluk mereka
"Terima kasih, kalian sudah menerima dan merawat ku disini, semoga dilain waktu kita akan bertemu kembali" ujar Joy
"Mas Farhan. Eh dokter Farhan. Terimakasih telah menyelamat kan saya, dan membawa saya kemari" ujar Joy tulus
"Sama sama mbak" balas Farhan dengan menunduk kan pandangan nya
"Oh iya... ini ada kartu nama ku, jika ada apa apa bisa hubungi aku melalui sekretaris ku" ujar Joy memberikan kartu nama nya pada Farhan
"Baik mbak terimakasih" ujar Farhan menerima nya
"Ini ada hadiah untuk mu Zahra" ujar Joy berbisik di telinga Zahra
"Apa mbak?" tanya Zahra penasaran dengan amplop yang diberikan Joy
"Buka lah, itu kado pernikahan kalian dadi kakak ku, nanti kalian bisa kunjungi keluarga ku disana" Ujar Joy
"Terima kasih mbak, insya allah kapan kapan kita akan dipertemukan lagi mvak" ujar Zahra berterima kasih dan memeluk Joy kembali
"Dan ini untuk kalian, aku tidak tahu barang kesukaan kalian apa, jadi kalian membeli saja sendiri ya, jika pun sisa bisa buat tabungan untuk kalian" ujar Joy pada Aisyah dan Maryam dengan memberikan 2 buah amplop coklat kecil yang masing masing satu
"Masya allah mbak, ini terlalu banyak untuk kami mbak" ujar Maryam dan Aisyah saat setelah membuka amplop pemberian Joy
"Tidak apa apa, karena kalian aku bisa tahu banyak hal, cara memasak dan sebagai nya" ujar Joy
"Lihat sampai tangan ku tak sehalus dulu" ujar Joy bercanda
"Hehe maaf kan kami mbak" balas Aisyah dan Maryam tak enak. Pasal nya setelah Joy sembuh, mereka mengajak Joy untuk memasak bersama dan mencoba melakukan segala hal bersama
"Sudah tidak apa apa, aku justru berterima kasih"ujar Joy memeluk kedua teman di depan nya itu
Meski mereka lebih tua dari nya, dengan Joy yang bertubuh lebih tinggi dari mereka, otomatis Joy lah yang menjadi penyangga saat mereka berpelukan seperti saat ini
"Sudah saat nya aku pergi, aku harap kalian tidak pernah melupakan ku" ujar Joy berpamitan
"Da... semua.... aku pamit..." ujar Joy pamit kepada santri santri yang lain dengan melambai kan tangan nya dan berlalu pergi menuju mobil nya
Seketika hening saat sekelompok orang yang menjemput Joy meninggal kan pelataran itu
"Sedih ya mas, mbak Joy itu orang nya baik" ujar Zahra
"Sudah lah, sekarang mbak Joy sudah bahagia bertemu dengan keluarga nya kembali" ujar Farhan kepada istri nya Zahra
"Apa tadi yang diberikan oleh mbak Joy kepada mu dek?" tanya Farhan
"Ini mas..." ujar Zahra menunjuk kan
"Tiket bulan madu?" tanya Farhan
"Iya mas..." balas Zahra malu malu