No Cute, But Strong Girl

No Cute, But Strong Girl
Mimpi Buruk lagi



Setelah beberapa jam, Joy pun sudah tenang dan kembali seperti biasa


"Terima kasih" ucap Joy kepada Aland yang menemani nya


Aland pun tersenyum


"Maaf" ucap Joy, saat iya sadar sedari tadi memegang lengan Aland


"Tidak apa apa" balas Aland dengan tersenyum


"Ayo kita turun, Bunda sudah menunggu kita untuk makan" ajak Aland


Joy pun mengangguk


Sebelum nya Yuda sudah menghubungi Briant dan memberi tahu nya, bahwa Joy sedang di rumah mereka, dan Briant mengizin kan


"Sini Joy, kita makan bersama" ucap Lia


Aland pun memundur kan kursi untuk Joy duduk dan mempersila kan


Lia pun menuangkan nasi beserta lauk pauk ke piring Joy


"Terima kasih tante" balas Joy


"Sama sama, ayo makan yang banyak" balas Lia senang dan tersenyum


Melihat keharmonisan keluarga Aland, hati Joy pun merasa kan kehangatan


"Ayah, Ibu, Joy rindu" batin Joy


"Ayo di makan sayang, jangan sungkan'' ucap Lia kepada Joy


Joy pun menyuap hidangan nya


Yuda hanya mengamati intraksi antara istri dan putri sahabat nya


"Ayo makan yang banyak Joy" ujar Yuda dengan mengambil kan lauk untuk Joy dan menaruh kan nya ke dalam piring Joy


"Terima kasih" balas Joy


Yuda hanya tersenyum


"Dulu Om, Tante, dan Ibu mu sering makan bersama, sebelum Ibu mu bertemu dengan Ayah mu dan mereka pergi ke Inggris" ujar Lia


"Tapi meskipun dia Alle ibu mu jarang pulang ke Indonesia, setiap hari kami pasti video call hanya untuk berbagi resep makanan" Lanjut Lia mencerita kan


Joy pun hanya mendengar kan


"Jadi jika Joy rindu dengan masakan Ibu mu, Joy bisa sering sering ke rumah, pasti tante masak makanan ke sukaan Joy" imbuh Lia


Joy mengangguk


"Karena asyik dengan Joy, anak sendiri di lupain" ujar Aland merengut


"Kamu sudah besar, tinggal ambil sendiri saja" balas Yuda dengan bercanda


Yuda pun mengambil kan lauk untuk Aland


Aland pun tersenyum dan memandang Joy


Setelah mereka selesai makan, mereka pun berkumpul di ruang keluarga, dan hari pun sudah larut


"Kami sudah memberi tahu kakek mu Joy, dan kakek mu menitip kan kamu kepada kami karena Beliau sedang di luar, esok mungkin baru kembali" ujar Yuda


"Jadi menginap saja disini Joy, besok kalian bisa pergi ke sekolah bersama" timpal Lia


Joy mengangguk


Mereka pun bercengkrama ria, hanya Joy yang selalu diam, tanpa mereka sadari Joy pun sudah terlelap mengingat hari sudah larut


"Joy sudah tertidur Bun" ucap Aland


"Ya, gendong lah ia ke kamar tamu" balas Lia


Namun saat hendak menggendong Joy, di lihat nya pelipis Joy berkeringat, dan tampak raut cemas di wajah Joy


"Bun, seperti nya dia mimpi buruk lagi" ujar Aland


"Kasihan sekali dia" ucap Lia


"Yah, malam ini Bunda temani Joy tidur ya, tidak mungkin Aland yang menemani" ujar Lia


"Iya bun" balas Yuda


Mereka pun sampai di kamar tamu, dengan Joy digendong Aland, Lia menemani


Saat Aland hendak pergi, lagi lagi Joy mencegah tangan nya


"Jangan pergi..." ucap Joy dengan mata masih terlelap


Lia dan Aland hanya saling memandang


"Tetap lah disini, Bunda juga akan menemani disini" ujar Lia


Hingga Aland pun duduk di samping ranjang tempat Joy tidur, dan Lia merebah kan diri di sampaing Joy


"Nanti jika tangan mu sudah di lepas, kembali lah ke kamar untuk tidur" ujar Lia kepada Aland


Aland mengangguk


Tak terasa Lia pun sudah tertidur, namun Aland masih terjaga


Hingga rasa kantuk menyerang nya, tangan nya masih di genggam oleh Joy dengan erat, ia pun pasrah dan akhirnya tertidur dengan kepala di samping Joy dan dengan badan terduduk di kursi samping ranjang.


......................


......................


......................


......................