
Jeff dan Aland pun masih terus bertatapan sengit
"Tunggu saja kamu anak kecil" ujar Jeff
"Hmm" balas Aland kesal, ia pun menyilang kan tangan nya dan menatap ke luar jendela dengan kesal
Sementara Joy hanya fokus memain kan ponsel nya dan menyuap buah yang sudah di siapkan Joy tadi, seolah tidak ada yang terjadi
Tak terasa mereka pun sampai di kediaman Briant
Briant beserta para pembantu nya sudah menunggu kedatangan mereka
"Kakek" sapa Jeff
"Ya ya mari masuk" ajak Briant ramah kepada mereka
"Kamu mau ngapain?" tanya Jeff kepada Aland
"Masuk" balas Aland
"Tidak tidak, kamu kembali saja" usir Jeff
Aland tidak menghirau kan dan langsung masuk begitu saja
"Dasar anak kecil kurang ajar" umpat Jeff
Mereka pun sampai di ruang makan dan menikmati hidangan yang sudah di siap kan
......................
"Joy bangun..." ujar Jeff membangun Joy di pagi hari nya
"Apa sih kak" balas Joy dengan masih menutup mata nya
"Ayo kita jalan jalan" ajak jeff
"Malas" balas Joy
Joy pun menarik selimut nya hingga menutupi kepala nya
"Ayo gadis nakal..." ujar Jeff sembari menarik selimut Joy
"Gak" balas Joy
"Ayo buruan..." ujar Jeff dengan menggelitiki Joy
"Haha hahaha" Joy ketawa karena geli
Dan akhir nya ia pun terbangun
"Mandi lah, kakek sudah menunggu" Ujar Jeff
"Ya" balas Joy malas
"Kita akan ke makam Ayah dan Ibu, ini hari peringatan untuk mereka" ujar Jeff pelan
"Baik" balas Joy sedih
Tak lama Joy pun sudah selesai bersiap, mereka pun menuju ke mobil yang akan mereka kendarai menuju tempat tujuan
"Ayah Ibu, Joy datang" ujar Joy memegang nisan ke dua orang tua nya saat setelah sampai di pemakaman
"Joy rindu dengan kalian" ucap Joy sedih
Briant dan Jeff mendampingi Joy dan secara bergantian mengelus kepala dan pundak Joy untuk menenang kan nya
"Seperti nya ada yang datang ke sini lebih awal" batin Jeff
"Tapi siapa" batin nya lagi
"Tapi mengapa hanya makan Ibu yang ia beri bunga" batin nya bertanya tanya
"Hikkss... Joy sudah besar Ayah Ibu" ucap Joy sembari menangis
"Ayah, Ibu, Joy janji akan mencari penyebab nya" ujar Joy lagi
"Joy akan pasti kan mereka mendapat kan yang setimpal" lanjut nya
"Sudah Joy, mereka sudah tenang" ujar Briant, ia tidak mau cucu nya hidup dengan rasa dendam
"Sudah lah Joy, ikhlas kan mereka" timpal Jeff
"Gak..." balas Joy dengan nada tinggi
Joy pun dengan sesegera menaruh raut marah di wajah nya
"Tak akan ku biar kan mereka hidup dengan baik" ujar nya tegas
"Sudah ayo kita pulang" ajak Briant
"Joy masih mau disini kek" balas Joy
"Kakek duluan saja, Joy biar bersama ku" unar Jeff
"Ya, hati hati lah, kakek kembali dulu" pamit Briant
Jeff mengangguk
"Sampai kapan kamu akan seperti ini dek?" tanya Jeff kepada Joy
Hati nya pilu melihat adik nya seperti ini, entah sampai kapan adik nya harus memendam derita selama ini
Kapan kebahagian datang untuk nya
"Kakak" balas Joy sembari memandang Jeff
"Sudah lah, semua akan lebih baik" balas Jeff sembari merengkuh tubuh Joy untuk ia peluk
"Mendendam itu tidak baik Joy" nasehat Jeff
"Ikhlas lah mereka, Ayah dan Ibu pasti mengingin kan hal itu dari mu" nasehat nya lagi
Namun Joy hanya diam dan tak membalas nasehat Jeff