
"Lepas kan aku" ujar Joy marah
"Hahaha... jangan harap..." ujar seseorang itu
Tat kala seseorang itu sedang lengah, dan para penjaga sedang diluar. Joy pun mencari celah untuk nya bisa kabur.
"Aku haru keluar dari sini" batin Joy, dengan melepas ikatan tali pada tangan nya.
Sementara seseorang itu masih menertawai keadaan Joy yang sudah cukup meprihatinkan bagi gadis seusia mereka
"Kau tak tahu, aku sangat mencintai nya" sarkas seseorang itu, ia berbicara sembari membelakangi Joy
"Dan kau hadir merusak semua nya" ujar nya lagi sembari berteriak, dan terlihat mengusap pipi nya yang agak basah
Joy tak menanggapi ucapan seseorang itu, dia hanya mulai mendekat ke arah jendela, ia berfikir kabur melalui jendela itu yang tak jauh dari nya
"Ceklek..." Joy berhasil membuka jendela itu
Namun saat akan keluar, seseorang itu melihat ke arah nya
"Kau mau coba coba kabur dari ku hah?" ujar seseorang itu dengan marah
"Tinggi sekali Tuhan" batin Joy melihat ke bawah
"Tak.. tak... tak..." bunyi dari sepatu seseorang itu mendekat
"Tidak ada waktu" ujar Joy sembari melompat. Dan dia berhasil kabur. Namun kaki nya merasa sakit sebab lumayan tinggi dari tempat nya loncat tadi
"S**l... dia kabur" ujar seseorang itu
"Penjaga cepat kejar dia" ujar nya memerintah kepada bawahan nya
Sementara Joy masih berusaha lari dan kabur, agar tidak tertangkap lagi
"Hos... hos... lelah sekali Tuhan" ujar Joy terengah engah
Butiran keringat pun mengalur membasahi pelipis nya
"Aku harus segera berlari, mereka pasti sedang mengejar ku" ujar Joy sembari menyeret kaki nya yang sakit
"Bruk... bruk... grusuk... grusk..." terdengar suara hentakan beberapa orang lari serasa mendekat
"Tidak... mereka sudah mulai mendekat..." ujar Joy dengan terus berlari
"Kau jangan hanya memerintah saja" ujar penjaga satu nya lagi tidak terima
"Ya, kau bukan bos disini, namun seenak enak nya saja kau" ujar penjaga lain nya yang tidak terima
"Ya ya... sudah lah buruan kita kejar" ujar penjaga itu yang mendapat kan protes, ia pun mengalah
"Dimana ini, aku tidak tahu tempat ini dimana" ujar Joy frustasi
"Tidak mungkin kan aku mencebur kesana, gimana kalau ada buaya nya, bisa habis aku" ujar Joy menimang nimang fikiran nya, tatkala melihat di depan nya adalah sebuah sungai
"Hahaha... akhir nya kau akan tertangkap" ujar ketiga penjaga tadi yang mengejar nya
"Mau apa kalian?" tanya Joy menelisik wajah wajah mereka
"Tentu saja menangkap mu, hahaha...." ujar mereka dengan tertawa senang
"Ah ayo lah ikut bersama kami, jika kau tak ingin kami sakiti" ujar salah satu penjaga itu mulai mendekat
"Jangan mendekat..." bantah Joy dengan mundur beberapa langkah
"Aku tidak bisa melawan mereka saat ini, kaki ku sakit sekali" batin Joy, ia pun meringis sebab kaki nya terasa sakit
"Ayo lah, sebelum kami kesal dan menyakiti mu Nona" ujar salah satu penjaga itu lagi
"Pergi...." teriak Joy kesal, karena 3 penjaga itu mulai mendekat lagi ke arah nya
"Tuhan selamat kan aku" batin Joy seraya berdoa
Namun tiba tiba kaki satu nya serasa mengudara dan tidak berpaku di tempat nya
"Akh....." teriak Joy, dan ia pun tergelincir dengan beberapa kali terguling sebelum tercebur ke dalam sungai
"Bagaimana ini?" tanya penjaga itu kepada yang lain
"Segera lah lapor kepada bos" ujar salah satu nya
"Tidak ada jawaban" ujar nya setelah mengbungi bos nya
"Sudah ayo kita kembali" ajak salah satu dari mereka dan diikuti yang lain