No Cute, But Strong Girl

No Cute, But Strong Girl
Ayah dan Om, Bekerja di Keluarga Joy



Ke esok kan hari nya Joy dan Aland bertemu saat hendak masuk ke sekolah


Joy di antar Yudi sebagai supir nya, Gea dan Gerry yang selalu menemani nya


Sedang kan Aland dan Sisi di antar oleh Ayah Aland


"Hai..." sapa Aland kepada Joy


Joy hanya mengangguk


"Mas.." sapa Ayah Aland kepada Yudi ayah Sisi,


"Eh Yud.." balas Sapa Yudi


Joy hanya mengamati bingung, panggilan sama muka berbeda


"Sepertinya mereka tidak kembar" batin Joy


Gea pun memberi kan tas sekolah kepada Joy


"Pagi mbak Gea.." sapa Ayah Aland, ia pun menoleh ke arah Joy


"Pagi nona Joy" sapa ayah Aland kepada Joy


"Pagi pak" balas Gea, sedang kan hanya mengangguk


Joy, Aland dan Sisi pun mereka berjalan untuk masuk ke dalam sekolah


"Jadi kalian adik kakak?" tanya Gerry kepada Yudi dan ayah Aland


"Iya mas Gerry" jawab Yudi


"Kalian kembar pak? namanya Yuda Yudi?" tanya Gea


"Oh bukan mbak, hanya kebetulan, Yuda ini adik dari istri saya" balas Yudi


"oh begitu" balas Gea mengangguk


"Saya permisi dulu ya, takut tuan sudah menunggu lama" pamit Yuda


"Ya hati hati Yud" balas Yudi


Yuda pun sampai di kediaman Briant


"Tumben kamu hampir lambat Yud?" tanya Briant


"Iya tuan, tadi saya antar saya ke sekolah, kebetulan bertemu dengan kakak ipar saya beserta nona Joy"


"Loh kalian bersaudara?'' tanya Briant


"Iya tuan, beliau suami dari kakak saya" balas Yuda menjelas kan


"Oh baik lah"


"Jadi anak mu dan Joy satu sekolah?" tanya Briant


"Iya tuan" balas Yuda


"Mudahan mereka bisa berteman seperti kamu dan putri ku dulu" balas Briant


"Aku hanya berharap yang baik untuk cucu ku, hanya itu harapan ku saat ini" ujar Briant berkata dengan sedih


"Semua akan baik baik saja tuan, maaf kan saya dulu tidak samping putri dan menantu tuan saat itu" Balas Yuda ikut bersedih


Sebab mendiang putri dan menantu tuan nya ini adalah sahabat terdekat nya


"Iya, itu sudah takdir, tidak ada yang bisa di salah kan" Balas Briant


"Hanya saja aku tidak yakin, jika Joy menyerah begitu saja" ujar Briant


"Tentu Tuan, jika di posisi Nona Joy, saya pribadi pun belum tentu bisa melalui hari yang terberat dalam hidup nya" balas Yuda


"Ya" balas Briant singkat


"Andai kan kalian masih ada saat ini, kalian pasti akan senang melihat anak anak kita berteman" Batin Yuda mengingat kenangan bersama pasangan yang menjadi sahabat nya itu


......................


Sesampai nya di kekediaman Yuda


"Lia..." Panggil Yuda kepada istrinya


"Ada apa yah, kamu tumbenan manggil sambil teriak seperti itu" Balas Lia istri Yuda


"Kamu tahu tidak, anak kita dan anak Alle berteman" ujar Yuda menjelas kan kepada istri nya


"Serius kamu yah?" tanya Lia


"Iya, mereka satu sekolah" Balas Yuda


"Memang nya putri Alle pindah ke sini yah?" tanya Lia


"Iya, dan tahu tidak, supir nya adalah Mas mu" Jelas Yuda sambil tersenyum


"Serius kamu yah?"


"Iya, nanti tanya saja ke anak mu" balas Yuda


"Lagi membicarakan apa yah Bun?" tanya Aland yang baru masuk


"Ini kamu berteman dengan putri nya Alle?" tanya Lia penasaran


"Maksdunya apa Bun?" tanya Aland bingung


"Itu loh... siapa nama nya yah?"


"Joyce.." Balas Yuda


"Oh Joy, memang nya kenapa Yah Bun?" tanya Aland


"Kami senang kalian berteman" balas Lia


"Seandai nya kamu masih di sini Al, pasti kamu senang melihat mereka berteman" batin Lia dengan menitik kan air mata


"Jadi ayah dan om, bekerja di keluarga Joy?" tanya Aland


"Iya, tidak di sangka Om mu kerja di sana juga" balas Yuda


"Ayah juga tidak tahu jika Om mu menjadi supir pribadi nya cucu Tuan nya papa" Balas Yuda menjelas kan


"Hmm ya, Aland ke kamar dulu pa ma" pamit Aland


Ia pun sampai di kemar nya


"Aneh juga Ayah san Om, sesama bekerja di satu keluarga tapi tidak tahu" ujar Aland sembari terlelap


......