No Cute, But Strong Girl

No Cute, But Strong Girl
Kenangan



"Sayang, ayo kita lihat bulan, bulan nya terang sekali seperti wajah anak tersayang Ayah" ujar Ayah Joy


"Dan lembut seperti anak Ibu" ujar Ibu Joy menimpali


"Hahaha... ayo Ayah Ibu" Joy kecil tertawa sembari menarik tangan Ayah dan Ibu nya


"Ayo duduk disana, pasti akan terlihat lebih jelas bulan nya" ujar Ayah Joy


Mereka pun duduk bersama di atas reremputan sembari melihat ke atas ke arah bulan


Ibu duduk dengan Ayah merebah kan kepala di atas pangkuan Ibu


Joy yang iri pun mengikuti tingkah Ayah nya


"Ayah jangan rebut pangkuan Ibu nya Joy" ujar Joy kecil


"Haha anak Ayah cemburu Bu" ujar Ayah Joy


"Sini, sini... sayang" balas Ibu Joy


Kenangan indah menghiasi hati Joy, namun ia bersedih tatkala mengingat kenangan bersama dengan kedua orang tua nya


Joy menitikkan air mata, namun tersenyum kecut


"Kamu menangis?" tanya Aland saat melihat Joy menghapus air mata nya


Joy menggeleng dan dengan cepat ia berdiri


"Kamu mau kemana?" tanya Aland


"Aku lapar" ujar Joy


"Baik lah ayo kita makan" balas Aland


"Ayo semua kita makan..." teriak Aland kepada yang lain


Mereka pun mengikuti Joy dan Aland


Berderet penjual makanan dengan banyak stand makanan dan jenis makanan yang tersaji


Ada sate, ada bakso, telur gulung, kebab, burger dan aneka makanan, bahkan jajan sekolahan zaman dulu pun tersedia


"Kamu mau makan apa Joy?" tanya Aland


Joy menggeleng, sebab ia tidak tahu makanan seperti apa yang ada di hadapan mata nya itu


"Ini coba lah" ujar Aland memberikan satu tusuk telur gulung ke arah mulut Joy, yang ia ambil dari kresek yang Yumna pegang


Joy menggigit dan mencoba nya sembari menikmati nya


"Gimana? enak kan" ujar Aland


Joy mengangguk


"Dasar Aland" ucap Yumna kesal


"Sudah, nanti jika kurang kita beli lagi" ujar Beny kepada Yumna sembari tersenyum dan mencubit pipi Yumna


Yumna pun tersenyum senang


Yumna bersama Beny menikmati telur gulung yang sudah mereka pesan


Sementara Sisi bersama Bayu terus bercanda tanpa henti


Dan Joy bersama Aland sedang bergandengan tangan mengantri telur gulung


"Kamu mau seberapa banyak, hmm?" tanya Aland kepada Joy


Joy menggeleng tidak tahu


"Ah baik lah, kita beli cukup untuk berdua ya, nanti kita makan bersama di sana" ujar Aland menunjuk kan ke arah tempat duduk yang dihiasi lampu lampu tamaram yang indah


Joy mengangguk


"Ini telur nya sudah siap dimakan..." ujar Aland setelah pesan nya jadi


Aland mengajak Joy ke tempat duduk yang ia maksud tadi


"Mereka..." ujar Joy


"Biar kan lah mereka bersama pasangan masing masing" balas Aland


Joy mengerut kan kening


"Ah bukan apa apa, maksudnya biar kan mereka dengan keasyikan mereka masing masing" balas Aland


Joy mengangguk


"Ini kamu coba lah cocol kan telur nya dengan sambal ini" tunjuk Aland


Joy mengikuti cara yang di ajari oleh Aland


Joy menggigit nya


"Haahhh... hah..." Joy kepedasan dan kepanasan saat memakan telur yang di cocok dengan sambal tadi


"Pelan pelan..." ujar Aland khawatir, ia pun memberi kan segelas minuman kepada Joy


"Maaf gak tahu kamu tidak suka pedas" ujar Aland meminta maaf


Joy mengangguk sembari terus minum