
"Sayang, ayo kita lihat bulan, bulan nya terang sekali seperti wajah anak tersayang Ayah" ujar Ayah Joy
"Dan lembut seperti anak Ibu" ujar Ibu Joy menimpali
"Hahaha... ayo Ayah Ibu" Joy kecil tertawa sembari menarik tangan Ayah dan Ibu nya
"Ayo duduk disana, pasti akan terlihat lebih jelas bulan nya" ujar Ayah Joy
Mereka pun duduk bersama di atas reremputan sembari melihat ke atas ke arah bulan
Ibu duduk dengan Ayah merebah kan kepala di atas pangkuan Ibu
Joy yang iri pun mengikuti tingkah Ayah nya
"Ayah jangan rebut pangkuan Ibu nya Joy" ujar Joy kecil
"Haha anak Ayah cemburu Bu" ujar Ayah Joy
"Sini, sini... sayang" balas Ibu Joy
Kenangan indah menghiasi hati Joy, namun ia bersedih tatkala mengingat kenangan bersama dengan kedua orang tua nya
Joy menitikkan air mata, namun tersenyum kecut
"Kamu menangis?" tanya Aland saat melihat Joy menghapus air mata nya
Joy menggeleng dan dengan cepat ia berdiri
"Kamu mau kemana?" tanya Aland
"Aku lapar" ujar Joy
"Baik lah ayo kita makan" balas Aland
"Ayo semua kita makan..." teriak Aland kepada yang lain
Mereka pun mengikuti Joy dan Aland
Berderet penjual makanan dengan banyak stand makanan dan jenis makanan yang tersaji
Ada sate, ada bakso, telur gulung, kebab, burger dan aneka makanan, bahkan jajan sekolahan zaman dulu pun tersedia
"Kamu mau makan apa Joy?" tanya Aland
Joy menggeleng, sebab ia tidak tahu makanan seperti apa yang ada di hadapan mata nya itu
"Ini coba lah" ujar Aland memberikan satu tusuk telur gulung ke arah mulut Joy, yang ia ambil dari kresek yang Yumna pegang
Joy menggigit dan mencoba nya sembari menikmati nya
"Gimana? enak kan" ujar Aland
Joy mengangguk
"Dasar Aland" ucap Yumna kesal
"Sudah, nanti jika kurang kita beli lagi" ujar Beny kepada Yumna sembari tersenyum dan mencubit pipi Yumna
Yumna pun tersenyum senang
Yumna bersama Beny menikmati telur gulung yang sudah mereka pesan
Sementara Sisi bersama Bayu terus bercanda tanpa henti
Dan Joy bersama Aland sedang bergandengan tangan mengantri telur gulung
"Kamu mau seberapa banyak, hmm?" tanya Aland kepada Joy
Joy menggeleng tidak tahu
"Ah baik lah, kita beli cukup untuk berdua ya, nanti kita makan bersama di sana" ujar Aland menunjuk kan ke arah tempat duduk yang dihiasi lampu lampu tamaram yang indah
Joy mengangguk
"Ini telur nya sudah siap dimakan..." ujar Aland setelah pesan nya jadi
Aland mengajak Joy ke tempat duduk yang ia maksud tadi
"Mereka..." ujar Joy
"Biar kan lah mereka bersama pasangan masing masing" balas Aland
Joy mengerut kan kening
"Ah bukan apa apa, maksudnya biar kan mereka dengan keasyikan mereka masing masing" balas Aland
Joy mengangguk
"Ini kamu coba lah cocol kan telur nya dengan sambal ini" tunjuk Aland
Joy mengikuti cara yang di ajari oleh Aland
Joy menggigit nya
"Haahhh... hah..." Joy kepedasan dan kepanasan saat memakan telur yang di cocok dengan sambal tadi
"Pelan pelan..." ujar Aland khawatir, ia pun memberi kan segelas minuman kepada Joy
"Maaf gak tahu kamu tidak suka pedas" ujar Aland meminta maaf
Joy mengangguk sembari terus minum