
Setelah memakan bubur dan meminum obat nya, Joy pun hanya terlelap sebentar
Rasa asing, dan suasana yang berbeda batin nya
"Aland, Kak Jeff, Kakek, Opa Oma dan teman teman pasti khawatir dengan ku" batin Joy setelah ia kembali membuka mata setelah tidur
"Mbak nya sudah bangun, oh iya kita belum kenalan ya mbak" ujar Zahra
"Joy" ujar Joy dengan mengulur kan tangan seperti tadi saat berjabat tangan dengan Aisyah dan Maryam
"Saya Zahra, ini ibu saya panggil saja Umi" ujar Zahra dengan membalas berjabatan tangan kepada Joy
Umi pun mengikuti
"Mbak ini sebenar nya dari mana?" tanya Umi
"Saya dari kota" balas Joy
"Kenapa bisa nyasar sampai di desa kami mbak?" tanya Umi lagi
"Aku diculik dan kabur, dan sampai disini" balas Joy dengan wajah menahan amarah
"Tata... gadis itu..." batin Joy dengan mengepal kan tangan nya
"Istighfar mbak, jangan tersulut emosi, mungkin ini ujian untuk mbak nya" ujar Umi
"Istighfar itu apa?" tanya Joy bingung
"Emm maaf, mbak nya bukan muslim?" tanya Zahra ragu
Joy mengangguk
"Maaf mbak kalau begitu, maksud Umi mbak nya harus sabar, mungkin ini ujian untuk mbak nya" ujar Zahra lagi
"Ning ini tadi pagi kami dapati di baju mbak nya" ujar Aisyah memberi kan kartu kredit yang ia temukan di saku celana Joy
"Iya makasih ya mbak Ais" balas Zahra dengan menerima kartu kredit milik Joy
"Eh... iya Ning sama sama" balas Aisyah
"Kartu kredit kok wernone ireng yo Ais, aku durung pernah eroh sakumurku (Kartu kredit kok warna nya hitam ya Ais, aku belum pernah melihat seumur hidupku)" ujar Maryam berbisik
Aisyah mengangguk tanda mengiyakan
"Uh untung saja tidak rusak, dan aku antisipasi ku taruh di saku celana" batin Joy saat menerima kartu nya dan membolak balik kan kartu nya
"Terima kasih" ujar Joy dengan sedikit tersenyum
"Mbak nya tahu alamat tinggal mbak nya jika dari sini?" tanya Zahra
Joy menggeleng
"Aku belum pernah ke desa" balas Joy, karena memang dia belum pernah sama sekali pergi ke desa. Ia hanya tinggal di kota dan tempat keramaian
"Assalamu'alaikum" salam seseorang masuk menghampiri mereka dengan berpakaian muslim dan bersarung
"Beff.." Joy menahan tawa, karena menurut nya tampilan orang yang memeriksa nya tadi sangat lah lucu
"Kenapa mbak?" tanya Farhan bingung
"Masyaallah sungguh indah ciptaanMu Ya Allah" batin Farhan saat melihat Joy menahan tawa
"Anda dokter?" tanya Joy saat sudah menetralisir tawa nya
"Iya mbak" balas Farhan dengan menunduk
"Kenapa berpakaian aneh?" tanya Joy penasaran
"Ah... itu..." balas Farhan bingung
"Beliau mas farhan atau ustadz farhan mbak, sekaligus dokter disini" ujar Zahra menjelas kan
"Oh..." balas Joy singkat
"Tukang pijat nya belum datang mbak?" Tanya Zahra pada Maryam yang dimintai untuk memanggil kan tukang pijat untuk Joy
"Belum mbak, besok beliau baru bisa datang kemari" balas Maryam
"Nggih matur suwon (Iya terima kasih)" balas Zahra
"Mbak nya sebaik nya istirahat saja dulu, besok pagi insyaallah tukang pijat nya kemari" ujar Zahra
Joy pun mengiyakan, dan tak lama ia terlelap kembali