Nita

Nita
N09



"Iya non" jawab asisten rumahnya dari dapur. Ia segera menghampiri egi dan tersenyum. Mereka pun akhirnya menuju bioskop, sambil memilih film yang bagus dan akhirnya mereka memilih salah satu film yang bergenre romantis. Mereka masuk menuju ruang bioskop dan menikmati cerita tidak terasa kepala nita bersandar di pundak egi. Mereka menikmati film hingga usai, setelah itu mereka mencari makan, berjalan-jalan dan menghabiskan waktu seharian hingga waktu menjelang malam. Mereka tiba dirumah nita, "makasih ya sudah buat aku bahagia hari ini" ucap nita ke egi. Egi tersenyum sambil mengusap kepala nita "lihat kamu bahagia kaya gini juga sudah buat aku bahagia banget" ucap egi. Nita berlalu masuk kerumah dan menuju kamarnya. Senyum-senyum sendiri di dalam kamar. Hingga esok harinya ia mengatakan ini pada teman-temannya, teman-temannya merespon bahagia, mereka senang melihat nita yang sudah bisa membuka hati untuk pria yang pas. Pas karna menyayangi dan mencintai nita, hari demi hari berlalu, nita menghabiskan waktu bersama keluarganya, egi, teman-temannya,dan kak febri. Tidak terasa hubungan mereka sudah lama memasuki 11 bulan, sedangkan rifal dan rina sudah masuk 1 tahun 6 bulan. Nita dan egi sedang berjalan di taman rekreasi tiba-tiba drrrtt..drrrtt..drrrtt..hp nita bergetar, pesan dari rifal tapi nita tidak menyadarinya dan melanjutkan berjalan bersama egi, mereka menghabiskan waktu hingga jam 8 malam. Egi mengantarkan nita kerumahnya dari rumahnya rifal melihat egi mengantar nita, entah kenapa ia merasa hatinya sakit melihat nita becanda mesra dengan egi. "Kenapa hati gue sakit lihat ini?" Ia bertanya dalam hati. "Atau mungkin gue ke inget sama pengkhianatan yang rina kasih ke gue kemarin" bisiknya dalam hati dan berjalan menuju kamar. Ia tidak bertanya pada egi tentang hubungannya dengan nita, ia berpikir mungkin hanya kebetulan bisa bersama. Sepanjang malam rifal tidak bisa tidur, bukan karna mengingat pengkhianatan yang di lakukan rina padanya tapi lebih pada melihat nita dan egi yang semakin dekat tidak seperti biasanya, ia tidak sakit melihat rina berselingkuh tapi ia sakit melihat nita bersama egi. Tapi dia berusaha acuh dan tetap berpikir positif.


Esok harinya saat ia ingin menjemput nita untuk berangkat sekolah bareng ia malah melihat egi sudah didepan rumah nita dan menjemput nita, ia memegang bagian dadanya. "Kenapa sakit banget?" Bisiknya. Egi dan nita berangkat sekolah dan tak sadar kalau rifal mengikuti mereka dari belakang. "Nita ga pernah memeluk pinggang cowo di motor, dia anti melakukan itu. Sama gue saja ga mau tapi ini dia peluk egi" gumamnya dalam hati. "Mereka ga mungkin pacaran kan?ga...ga mungkin kok gue bisa ga tahu" tanyanya dalam hati. Sesampainya di sekolah, di gerbang sekolah rina berpegang tangan dengan aldi pacar barunya tapi rifal tidak peduli dengan hal itu, matanya terfokus dengan gerak gerik nita dan egi yang ga kaya biasanya. Rifal memutuskan untuk bertanya dengan gista, setelah memarkirkan motornya ia menghampiri gista di kelasnya. Lalu menarik tangan gista. "Apaan sih fal datang-datang tangan gue main tarik saja sakit tahu" omel gista. "Gue mau tanya tapi lo harus jawab sejujur-jujurnya" tanya rifal. "Iya sudah mau tanya apa tapi lepasin tangan gue" ucap gista. "Apa hubungannya kakak gue egi sama nita? Kenapa dari kemarin gue lihat mereka sama-sama terus?" Ucap rifal memberondong pertanyaan. "Ya ampun gue kira ada hal apa ternyata hal itu doang. Wajar lah mereka sama-sama kan mereka sudah hampir pacaran 1 tahun. Ke mana saja lo selama ini terlalu sibuk sama rina sih sampai melupakan nita. Tapi lihat nita sekalipun dia pacaran sama egi tapi dia bisa tuh bagi waktunya untuk keluarganya, untuk egi, untuk kita-kita sahabatnya dan untuk kak febri" jawab gista dengan wajah judes. Rifal terdiam entah kenapa dia merasa perih yang luar biasa, sakit di hatinya bukan karna dia tahu nita dan egi sudah hampir 1 tahun pacaran tapi perasaan lain yang ga pernah dia rasakan bahkan sekalipun sama pengkhianatan yang rina lakukan. Rifal berlalu tanpa berkata apa-apa entah kenapa hatinya merasa hancur. Ia menghampiri febri, "feb, lo tahu kalo nita sama kakak gue pacaran?" Tanya rifal lirih. "Tahu. Kenapa, fal?" Tanya febri balik. "Kok nita atau kak egi ga kasih tahu gue?" Tanya rifal lagi. Melihat wajah rifal yang seperti itu akhirnya febri menceritakan semuanya.



"Lo tahu ga sebenarnya sebelum akhirnya dia nerima egi. Dia pernah suka bahkan sayang sama lo fal kurang lebih selama hampir 7 bulan dia simpan perasaan itu. Saat lo bilang kalau lo jadian sama rina, lo tahu gimana hancurnya hati nita saat itu tapi ya di depan lo dia pura-pura senyum menahan sakit hati dia. Tapi sama gue dan sahabatnya yang lain tangisnya pecah, selama 1 minggu dia tidak nafsu makan, pikiran dia melayang. Ini pertama kalinya buat dia merasakan jatuh cinta meski harus jatuh cinta sama sahabatnya dan ini pertama kalinya juga untuk dia merasakan sakitnya cinta bertepuk sebelah tangan. Perlahan sejak lo pacaran sama rina lo lupain nita, nita menahan sakitnya sendiri hingga akhirnya dorongan dari gue dan sahabatnya yang lain dia mau coba terima egi dan sekarang dia sudah bahagia sama egi. Lo tahu kapan egi nembak dia?" Jelas febri, "gue ga tahu dan kenapa nita ga kasih tahu ke gue kalau dia suka sama gue?" Tanya rifal. "Egi nembak dia tepat di hari rina kasih jawaban ke lo. Dia tadinya mungkin mau cerita ke lo kalau egi nembak dia tapi keduluan lo yang bilang jadian sama rina. Kalau kenapa dia ga bilang sama lo tentang perasaannya, itu gue yang suruh karna gue tahu lo waktu itu lagi sibuk ngejar cintanya rina. Gue ga mau dia sakit dengar itu dari gue jadi gue tahan dia buat bilang itu" jelas febri. Hati rifal bertambah sakit "seandainya gue tahu dari awal kalau lo suka sama gue nit, gue ga akan ngejar cinta yang akhirnya hanya mengkhianati gue nit" sesal rifal dalam hati.