Nita

Nita
N34



Rifal terdiam menatap egi, “Maksud lo kak?” Tanyanya. “Nita lagi butuh lo saat ini lo harus pergi ke sana buat hibur dia” sentak egi dan berlalu menuju kamarnya. Batinnya bergejolak betapa inginnya ia menghibur nita saat ini, saat nita memang sedang butuh seseorang. Rifal mengerti maksud kakaknya. “pasti terjadi hal yang buruk ke nita” batinnya. Ia bergegas mengeluarkan motornya dan menuju rumah nita.


Sesampainya di rumah nita, ia mengetuk pintu. Mba sari, asisten rumah nita segera membuka pintu. “Eh den rifal. Masuk den, saya panggilkan non nita dulu ya, den. Oiya, mau minum apa den?” ucap mba sari sambil menawarkan minuman ke rifal.


Rifal tersenyum dan masuk. “apa aja mba” jawabnya. Mba sari mengetuk pintu kamar nita, nita yang sedang menangis menyeka air matanya dan segera membuka pintu. “Ada apa mba?” tanyanya.


“Maaf non itu ada den rifal dibawah” ucap mba sari. Nita yang mendengar itu segera berlari kebawah sambil menangis.


Ia tak kuasa lagi membendung air matanya, ia masih tidak bisa terima di jadikan taruhan oleh chandra dan hampir di nodai. Sesampainya diruang tamu, ia berlari memeluk rifal. Tangisnya pecah di pelukan rifal. “Nit, ada apa?” Tanya rifal sambil mengelus pundak nita memberi kekuatan pada sahabatnya.


Tangis nita semakin pecah tak tertahankan


Rifal mengerti keadaan nita yang sedang terguncang meski ia tidak tahu hal buruk apa yang terjadi pada nita saat ini. Tak lama nita mulai tenang, ia menceritakan semuanya ke rifal.


Tangan rifal mengepal, emosinya mulai naik. “Brengsek. berani – beraninya dia kaya gitu ke lo” rutuk rifal. “Diminum minumannya den” tiba – tiba mba sari menyodorkan minuman. Rifal menahan emosinya sesaat dan berusaha tersenyum ke mba sari. “Makasih mba” ucapnya. Mba sari tersenyum dan kembali ke dapur.


“Gue mau cari chandra. Gue mau kasih dia pelajaran kalo ga semua cewe diam saat diperlakukan kaya gitu sama dia. Dan satu hal lagi supaya dia tahu kalo banyak yang jagain dan lindungin lo jadi dia ga bisa macem – macem” tegasnya sambil berlalu meninggalkan nita.


Nita mencoba menahannya tapi rifal tetap pergi.


Emosinya semakin mendidih saat melihat chandra dengan santainya tertawa bersama teman – temannya. “Lo gila ya, chand. Seinget gue taruhan kita ga pakai yang namanya nodai nita deh. Tapi sumpah lo niat dan berani banget” celetuk temannya sambil tertawa. “Ya tanggung lah. Masa gue dah bisa dapetin dia ga bisa dapetin tubuhnya. Siapa suruh punya tubuh menggoda kaya gitu. Jadi kemenangan gue total” ucapnya sambil tertawa dan memegang uang taruhannya.


Ucapan chandra membuat rifal semakin hilang kendali. Tanpa berkata apa – apa ia melemparkan tinjunya ke pipi chandra. Semua kaget dan menoleh kearah rifal, tak terima diserang tiba – tiba chandra dan teman – temannya mencoba membalas pukulan rifal bergantian.


Rifal mengalahkan satu persatu sampai kembali ke chandra. “Dasar cowo brengsek. lo ga tahu malu ya udah hampir nodai anak orang masih bisa – bisanya lo ketawa diatas penderitaan dia” sergah rifal sembari memberikan pukulan terakhir yang membuat chandra tak bisa berkutik lagi.


Chandra tertegun. “Maksud lo apa? Lo Siapa?Gue ga kenal lo” Tanyanya sambil memegang pipinya yang sakit. “Lo mau tahu gue siapa? Gue rifal sahabat nita, cewe yang dengan bangganya lo hampir nodai dia” sentak rifal.


“Jangan pernah coba macem – macem sama dia sekali lagi lo ganggu dan usik dia bukan Cuma pipi lo aja yang gue bikin biru tapi lo bakalan gue masukin ke rumah sakit. Ngerti lo!!” Sentaknya lagi dan meninggalkan chandra.