Nita

Nita
N38



Sesampainya dirumah nita. “Thanks ya. See you” ucap nita sambil berbalik masuk ke rumahnya. Tiba – tiba rifal menarik tangannya dan memegangnya. “Eits cepat banget. Masa kaya gitu doang” ucap rifal. Alis nita bertaut bingung “Trus mau apalagi?” tanya nita.


“Ya walaupun kita cuma TTM tapi ga gitu juga kali nit.” Canda rifal. “Ya trus?” nita semakin bingung. “Gue masih kangen tahu sama lo” ungkap rifal tanpa melepaskan tangan nita dari genggamannya. “Lo kenapa deh,fal? Mendadak aneh hari ini” tanya nita semakin bingung.


“Emang TTM harus romantis juga gitu kaya orang pacaran?” tanya nita lagi. “Ya ga seratus persen harus sama tapi jujur gue kaya gini aja sama lo udah bahagia banget tahu gue” ungkap rifal.


“Lo tahu ga karna lo dan karna hubungan ini gue ngerasa ada semangat baru yang masuk ke hati dan pikiran gue. Hubungan yang kaya gini walau ga resmi tapi buat gue jadi semangat belajar. Lo kan tahu dulu gue buat megang buku aja males banget apalagi buat belajar” rifal mulai mengungkapkan.


“Tapi kan kita baru 2 hari kaya gini” ucap nita yang masih ga mengerti. “Iya tapi baru sebentar aja lo udah kasih efek positif ke gue, gimana kak egi waktu itu ga berprestasi trus kalo dia punya pacar yang super pengertian, baik banget, perhatian dan selalu kasih support sama semua yang dia lakuin selagi itu positif dan bermanfaat” terang rifal lagi.


“Lo tahu hadir lo kasih warna ke hari gue, gue ngerasa beruntung banget jadi cowo” jelasnya lagi. Nita tersenyum simpul dan menggeleng – geleng kepalanya melihat tingkah rifal.


“Itu bukan karna gue, fal. Egi berprestasi karna dia emang pintar dan jago dalam banyak hal gue cuma dukung dan support dia aja itu kan tugas gue sebagai pacar dia dulu. Gue ga lakuin apapun.” Jelas nita.


“Itu nit itu.. itu yang buat cowo nyaman sama lo, kalo ga kan ga mungkin kakak gue pacaran sama lo sampe tahunan gitu. Dan sekarang gue ngerasa perhatian yang sama gue dapetin walau bukan sebagai pacar tapi pasti akan segera jadi pacar” ungkap rifal bersemangat.


Nita kembali tersenyum. “Udahkan curhatnya? Ini mendung lho nanti keujanan pas dijalan” goda nita sambil menarik tangannya perlahan dan tertawa kecil. Rifal melepaskan tangan nita perlahan dan tertawa kecil. Nita berbalik arah saat motor rifal sudah dinyalakan. “Nita” panggil rifal. Nita menoleh. “I love you my angel” ucap rifal dan langsung menjalankan motornya.


Nita hanya diam dan masuk ke dalam rumah. “Eh kamu udah pulang.” sapa maminya. Nita mencium tangan maminya dan mencium kedua pipi maminya. “Tadi siapa yang antar kamu pulang? Kenapa ga disuruh masuk aja” tanya mami penasaran.


“Tadi itu .... i - itu mami rifal yang antar nita pulang” nita jawab dengan gelagapan takut maminya marah. Mami tersenyum “rifal sahabat kamu dulu?” tanya mami lagi. Nita mengangguk perlahan. “Lho kalo gitu mami udah kenal dong kenapa ga disuruh masuk aja? Kok dia bisa di bandung juga?” tanya mami dengan tatapan penasaran.


“Itu mam, diluar udah mendung banget jarak dari sini ke rumahnya kan lumayan jadi nita suruh dia pulang. Iya rifal sahabat nita yang dulu, kalo kenapa dia bisa sekolah di sini juga nita ga tahu hehehehe nita ga nanya, mam” terang nita sambil membongkar bungkusan yang di bawa maminya.


“Jangan – jangan dia kesini karna ada yang harus dikejar sama dia lagi” goda maminya sambil melirik nita yang tidak sadar di goda maminya. Nita menoleh ke arah maminya sambil tetap melihat yang dibawa maminya. “apa yang dikejar sama rifal, mam?” tanya nita ga mengerti.


“Iya ada yang dikejar sama rifal. Ga mungkin lho seorang cowo sampai ke bandung, ya sekalipun dia sahabat tapi ga mungkin banget dia sampai mau ke bandung segala. Kalo alasannya buat jagain sahabatnya disini, kalo mami sih misalnya dengar alasan kaya gitu. Itu pasti mustahil banget, ga mungkin banget. Pasti ada alasan lain di balik itu. Pasti emang ada yang di kejar sama dia” pancing mami. Nita acuh dengan pancingan maminya. Ia fokus membongkar bungkusan maminya.


“Yesss, mami bawain ini buat nita kan?” tanya nita dengan wajah sembringah sambil menunjukkan sebuah buku dan CD. Mami tersenyum melihat tingkah putrinya ini, ia tidak sadar bahwa mami memancingnya dan mami tahu kalo rifal kesini pasti karna anaknya ini.


“Iya ini kan pesanan kamu. Buku dan CD tentang bisnis. Kamu masih seumur ini kenapa malah minta buku kaya gini” tanya mami. “Ingin aja. Nita mau coba belajar tentang bisnis nanti kalo udah lulus sekolah dan kuliah mau ambil jurusan bisnis juga dan nita mau buka bisnis nantinya atau nerusin bisnis mami” tukasnya.


Mami tersenyum mendengarnya. “Yasudah sana ganti baju, mami bawain zuppa soup, dimsum, chesee burger dan soto betawi tuh buat kita ngemil nanti sama adik kamu” suruh mami. Semua makanan favoritnya. Mendengarnya saja perut nita langsung berdangdut ria.


Bergegas ia menuju kamar untuk ganti baju. Selepas itu ia langsung menuju ruang makan. “Adik kamu mana?” tanya mami. “Oiya nita lupa kasih tahu mami dia lagi ada perkemahan di sekolahnya kemungkinan pulangnya besok mam” jelas nita. “Yasudah kalo gitu kita makan aja dulu” ujar maminya. “Oiya mam, papi kapan pulang dari luar negeri?” tanya nita sambil menyendok nasi ke piringnya.


”Akhir pekan ini kalo semua masalah disana udah selesai katanya” jawab mami. Drrrtttt…drrrrttt.. ponsel nita bergetar, ada chat dari rifal masuk. aku baru sampai nih. Mau makan, kamu juga makan ya. Jangan ga makan nanti jadi tambah kurus lho. (Emoticon peluk). Nita tersenyum tersipu membacanya.


“Mami kan dulu juga pernah muda sayang jadi mami tahu semua tingkah anak muda apalagi yang lagi kasmaran.” Goda maminya. Nita berpura – pura bersikap acuh. Mami semakin tersenyum melihatnya. Mereka melanjutkan menyantap makanannya.


Setelah selesai nita bergegas kembali ke kamarnya. Rifal daritadi mengiriminya chat terus menerus hingga saku celana pendeknya tak berhenti bergetar, ia malu membalasnya didepan mami. Sesampainya dikamar ia langsung membuka dan membalas chat dari rifal.


Ternyata chat yang daritadi membuat sakunya bergetar hanyalah spam chat dari rifal karna ia tak kunjung membalas chat dari rifal. Udah makan kok barusan sama mami, mami baru pulang dari workshop bisnis dan dari lihat cabang di raja ampat. Maaf ya baru sempat balas chat soalnya tadi ga enak sama mami. Yasudah sana makan. Balasnya.


Tak lama berselang rifal membalas. Sama aku juga baru aja selesai makan. Oiya, nanti sore main basket yuk udah lama kita ga main basket. Didekat rumah kamu, aku lihat ada lapangan bola basket. Ajak rifal. Ok, see you ya. Balas nita lagi. Aku benar – benar sayang kamu, nit. Dan aku berharap dalam waktu enam bulan ini bisa buat rasa yang dulu pernah hilang bisa kembali hadir dalam hati kamu. Balas rifal dengan penuh harapan.


Nita hanya membacanya tanpa membalasnya, memang ia merasakan kebahagiaan tapi ia tidak yakin perasaannya ke dulu bisa kembali lagi. Ia hanya mencoba menjalani hubungan yang rifal sebut sebagai hubungan ttm.


Pukul empat sore, suara motor berhenti didepan rumah nita. Nita melihat dari balik jendelanya rifal sudah menjemputnya. Segera ia bersiap dan turun dari kamarnya. Saat ia turun, ia tertegun melihat mami bersama rifal. “Jadi, apa hubungan kamu dengan nita?” tanya mami langsung ke rifal. Tangan nita seketika gemetar. Ia takut rifal salah menjawab.


“Maunya sih pacaran tante, tapi nita kayanya belum siap. Jadi ya masih jalanin sahabat aja dulu untuk saat ini sama kaya hubungan kami dulu sampai nita siap dan rifal akan nunggu waktu itu tiba.” Ucap rifal sembari tersenyum.


Nita menarik nafas pendek dan menghembuskan perlahan, ia segera menghampiri rifal sebelum mami semakin banyak nanya. “Mami, nita sama rifal mau main basket dulu ya udah lama kami ga main basket sama – sama” ujar nita.


Mami dan rifal menoleh ke arah nita. Mami tersenyum lembut melihat anaknya, “Kalian hati – hati ya. Begitu selesai langsung pulang” pesan mami kepada keduanya. Nita dan rifal mengangguk. Mereka berpamitan ke maminya nita.


Mami mengantarkan mereka sampai keduanya hilang dari pandangannya. Mami tersenyum, “ternyata anakku sekarang sudah remaja” ucapnya sebelum masuk kerumah kembali. Mami memang tidak pernah tahu hubungan nita sebelumnya dengan egi kakaknya rifal.


Keduanya pandai menutupi hubungan mereka hingga berjalan dalam hitungan tahun dan kandas ditengah jalan. Tapi dengan rifal, mami menyukai rifal. Selain karna rifal sahabat anaknya sedari kecil juga rifal selalu ada saat keluarganya membutuhkan bantuan untuk menjaga nita dan lagipula mami dan umma rifal cukup dekat semasa mereka tinggal bersama dalam komplek yang sama dulu.


Dan hingga saat ini mami dan umma rifal masih saling berhubungan. Mami percaya dan berharap penuh pada hubungan nita dan rifal hingga akhirnya mereka bisa menjalani hubungan pacaran.


Nita dan rifal sudah tiba dilapangan, mereka melakukan pemanasan sesaat agar tubuh mereka tidak kaku saat bermain nanti. Permainan pun dimulai. Mereka menikmati bermain basket bersama, terdengar canda tawa mereka saat bermain.


Saling ejek dan saling menertawakan satu sama lain. Tak terasa langit telah menunjukkan warna jingga ke orange nya seakan memberikan isyarat ke rifal dan nita bahwa sudah mau petang dan mereka harus segera pulang. Rifal mengantarkan nita hingga sampai depan perkarangan rumah nita.


“Aku langsung pulang ya, jangan lupa mandi. Bau tuh tadi abis main” canda rifal. Nita tersenyum dan mengangguk. “yasudah jangan lupa makan malam nanti sama belajar. Salam buat mami ya” ucap rifal sambil mengacak lembut rambut nita.


“Harusnya gue yang bilang gitu jangan lupa belajar mala mini kan lo itu males pegang buku” goda nita balik sambil merapikan rambutnya yang di acak – acak rifal. Nita masih belum terbiasa mengucapkan kata aku dan kamu ke rifal. Meski sesekali ia suka keceplosan mengucapkan kata itu ke rifal.


Nita masuk ke dalam rumahnya dan rifal menatapnya sampai nita masuk ke dalam rumahnya lalu langsung mengendarai motornya menuju rumahnya. “sudah selesai mainnya?” tanya mami yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka. “udah, mam. Nita bersih – bersih dulu ya mam.” Jawab nita dan berlalu menuju kamarnya. Mami hanya tersenyum membalas ucapan nita.


Selepas bersih – bersih nita bergegas ke ruang makan, ia sangat lapar setelah bermain basket tadi. Begitu sampai diruang makan, mami sudah menunggunya di meja makan untuk makan bersama. Mereka menikmati makan malamnya, dengan lahap nita menyantap makanan yang ada di piringnya. Setelah selesai nita, membantu mba sari merapikan meja makan dan mami menuju ruang kerja karna ada pekerjaan yang belum terselesaikan. Keluarga nita memang tidak pernah membedakan antara majikan dan asisten rumah tangga mereka memperlakukan mereka sama.