Nita

Nita
N12



Setelah selesai mereka pulang kerumah masing-masing. "De, di jemput ga pulangnya? Mau kakak antar" ajak febri. "Ga kak, ade mau naik angkutan umum saja" jawab nita sambil senyum. Febri kemudian meninggalkan nita dan berjalan menuju parkir sekolah dan nita berjalan menuju koridor. Saat ia sedang berjalan dari belakang ada yang menutup matanya dan menariknya dari belakang dan membawanya ke ruang kelas. Nita yang ketakutan berusaha melepaskan diri saat membuka matanya ada kue tart kecil berbentuk love dan kado untuknya, "selamat ulang tahun tomboiku" ucap rifal dari belakang, nita menoleh ke belakang dan tersenyum. "Thanks fal, gue suka banget" ucapnya dengan wajah penuh bahagia. "Gue senang lihat wajah lo bahagia coba deh buka kadonya" ucap rifal. Nita pun menuruti dan membuka kadonya, kadonya berisi sebuah kotak dan ada secarik kertas yang berisi sebuah puisi didalamnya,nita kemudian membacanya.


"layaknya matahari kamu telah menerangi pagiku..


Seperti hujan yang mampu teduhkan jiwa..


Bagai pelangi yang mampu memberikan warna dalam hidupku...


Harusnya aku sadar akan indahnya hadirmu dalam hidupku tapi saatku terbangun dari mimpi aku telah melihatmu bersamanya...


Seperti luka yang diberikan tetesan air garam kini penyesalan itu kurasakan....


Andai waktu bisa ku putar ku kan menjagamu wahai matahariku"



"Selamat ulang tahun tomboiku, semoga panjang umur, sehat selalu, tambah manis, tambah jadi kebanggaan orang tua dan tetaplah menjadi nita ku".



Isi dari kertas tersebut, nita yang memang tidak pernah peka dengan kode dari pria yang menyukainya hanya bisa bersikap biasa saja. "Thanks fal puisinya bagus gue suka banget, gue simpan ya" ucapnya. Nita membuka kotak kado yang diberikan rifal,ada kotak musik berbentuk love dengan sepasang boneka didalamnya dan sepasang gelang couple di balik kotak itu bertuliskan "rifalnita" yang di gabung. Nita bingung kenapa ada sepasang, ada nama mereka dan nita bertanya "kok gelangnya sepasang, fal?" Tanya nita. "Iya kan 1 untuk gue yang warna biru dan 1 yang warna pink untuk lo karna sekalipun lo tuh suka kaya cowo tapi lo punya jiwa manja dan lagi pula ini warna favorit lo kan? Kenapa sepasang dan ada nama gue dan lo itu supaya persahabatan kita kekal" rifal menjelaskan. Nita tersenyum dan mengangguk. Meski penyataan rifal tadi hanyalah kebohongan semata ia hanya ingin supaya nita tetap memakai barang pemberiannya"Fal, sudah mulai sore nih pulang yuk" ajak nita. Rifal dan nita menuju parkir motor untuk pulang bersama.



Di perjalanan raut wajah nita berubah jadi sendu di balik spion rifal memperhatikan "kenapa nit, kok lo sedih gitu wajahnya?" Tanya rifal. "Gue bingung genk gue tiba-tiba menjauh tanpa alasan, trus egi dari pagi ga ada kabar gue kirim pesan ga di balas, di telp ga di angkat, gue ga tahu salah apa" jawab nita lirih. Rifal tersenyum, ia berpikir kalau mereka sedang merencanakan kejutan untuknya tapi ia tak mau memberi tahu nita agar kejutan yang telah mereka siapkan tak sia-sia.



Malam tiba. Drrrtt...Drrrtt..Drrrtt...hp nita bergetar pesan dari egi. "Sayang, maaf ya seharian aku sibuk banget jadi ga sempat kasih kabar ke kamu dan ga sempat balas pesan juga angkat telpon kamu. Ada orang dirumah ga?" Bunyi pesannya. "Dirumah masih sepi aku cuma sama mba saja, kenapa?" Balas pesan nita. "Aku mau nebus hari ini karna buat kamu jadi badmood ikut aku yuk sebentar saja" pesan egi kembali. "Ok, aku siap-siap dulu ya" pesan dari nita. "Dandan yang cantik ya sayang" goda egi di pesan terakhirnya. Nita akhirnya bersiap-siap setelah selesai motor egi terdengar berhenti dirumahnya. Nita bergegas keluar menemui egi, mereka pun pergi berjalan ke tempat yang telah egi persiapkan.



Sesampainya di tempat egi buru-buru menutup mata nita sambil menuntunnya menuju tempat yang telah di siapkan. "Ini kamu mau bawa aku ke mana? Kok gelap banget, aku takut" ucap nita sedikit ketakutan. "Nanti juga kamu tahu, tenang saja kamu nanti pasti suka" ucap egi berusaha menenangkan. Akhirnya mereka tiba di tempat perlahan egi membuka penutup mata nita dan perlahan cahaya lampu mulai bersinar menghiasi taman dan tepat di depan nita ada kolam yang penuh lilin bertuliskan "Hbd sayangku". Nita tersenyum bahagia, matanya berkaca, ia menggenggam tangan egi erat "thank you sayang" ucapnya penuh kegembiraan.