Nita

Nita
N33



Mereka berjalan menuju parkiran sekolah, dari kejauhan egi trus mengamati gerak gerik nita dan chandra. Mereka berjalan menuju tempat yang di tuju chandra tanpa chandra sadari dari belakang egi mengikuti mereka hingga tibalah mereka di suatu tempat yang sepi.


Nita melihat sekelilingnya, "chand, ini tempat apa?",hatinya mulai di liputi ke khawatiran. Chandra menarik tangannya dan membawanya masuk ke gedung tua, Nita menahannya karna takut. "Tenang aja ga ada apa-apa kok kan ada aku", bujuknya.


Nita menatap chandra dalam - dalam berharap ia bisa percaya dengan apa yang di katakan chandra. Akhirnya ia mengikuti chandra dan masuk ke dalam gedung tua itu. Egi yang melihatnya dari kejauhan memarkirkan motornya agak jauh dari motor chandra. Dan perlahan mengikuti mereka masuk ke gedung itu.


Sesampainya di dalam, chandra mendekati nita perlahan - lahan. Nita yang mulai gelisah perlahan mundur hingga tidak terasa di belakangnya sudah ada tembok. Chandra terus mendekatinya sambil senyum. Pikiran nita semakin gelisah.


"Chand, kamu mau apa? Kita mau ngapain disini?", tanya nita sambil menatap sekelilingnya. "Tadi kan aku sudah bilang kita akan senang - senang", ujarnya. "Maksud kamu senang-senang tuh gimana?", Nita menutupi badannya dengan tasnya.


Chandra tertawa lepas. "Kamu pikir aku benar-benar suka sama kamu? Asal kamu tahu, aku tuh nembak kamu bahkan sampai jadian sama kamu itu karna aku lagi taruhan sama anak-anak buat bisa jadi pacar kamu dan satu lagi taruhan ku supaya aku menang, aku harus dapat apa yang belum pernah di dapat oleh mantan kamu itu", ujarnya.


Hati nita semakin takut, "kamu mau ngapain sih, chand? Maksud kamu apa?", ucapnya. "kamu itu tomboi tapi polos juga ya, aku ga pernah sayang sama kamu. Sudahlah kita senang-senang aja ya", chandra semakin mendekati nita hingga bibirnya mendekati pipi nita. Nita berusaha mengelak, memukul chandra dengan tasnya dan berusaha lari tapi chandra menarik roknya hingga ia terjatuh.


Chandra terjatuh. Betapa kagetnya ia melihat egi disini. "Ngapain lo disini?", ucap chandra yang segera bangkit dan melemparkan pukulannya ke arah pipi egi. Egi menangkisnya dan memutar tangan chandra. "Ga ada yang bisa nyentuh nita selagi gue hidup. Sekali lagi lo nyoba nyentuh nita bukan cuma tangan lo yang gw pelintir tapi tulang - tulang lo bakalan gue patahin",tegas egi sambil melempar tangan chandra.


Egi menarik tangan nita dan berusaha menutupi baju nita yang sobek dengan jaket ya. Dari belakang chandra yang tak terima di perlakukan seperti itu mengambil kayu untuk memukul balik egi, Nita yang melihatnya menendang perut chandra dari depan. Egi segera menoleh ke belakang dan menghajar chandra lagi sampai chandra tidak bisa berkutik lagi.


Mereka kemudian meninggalkan tempat itu. Sepanjang jalan nita hanya menangis dan diam. Hatinya sakit melihat nita di perlakukan seperti itu tapi ia sadar ia bukan siapa - siapa lagi untuk nita. Egi mengantarkan nita ke rumahnya. Sesampainya di rumah, ia membunyikan bel rumah nita. Asisten rumah tangganya membuka kan pintu.


"Non kenapa?", tanya asistennya. "mba, tolong antar nita ke kamarnya, ambilkan bajunya dan tolong buatkan air hangat dan sop hangat untuk nita. Saya mau langsung pamit aja.", ucap egi sambil menyerahkan nita. Asistennya pun menurutinya, ia membawa nita ke kamarnya.


Egi segera pulang ke rumahnya. Begitu sampai rumah ia melihat rifal. "Fal, lo sekarang kerumah nita sana. Tolong lo hibur dia", ucapnya sambil berlalu menuju kamarnya.