Nita

Nita
N24



Dari balik ponsel rifal tersenyum, “gue dah nebak itu, nit. Gue tahu lo anak yang pintar dan lo emang pantes dapat itu semua.” Seraya berkata dalam hati. “Wih, keren banget lo sampai dapat predikat kaya gitu usaha lo ga sia – sia.. congratulation ya, akhirnya bisa masuk di sekolah yang lo idolakan. Hemmm, gue libur sekolah masih 2 mingguan, besok gue jalan ke Bandung deh sekalian mau lihat sekolah yang lo idolakan itu. Penasaran juga”, ujarnya dari balik telpon.


Nita kaget tahu rifal akan datang, tapi juga perasaan senang karena ia disini belum punya teman dan belum ada teman berbagi cerita. Esok harinya rifal berangkat dari rumahnya subuh agar sampai di Bandung siang hari, “kamu subuh begini mau ke mana? Kok bawa tas?”, Tanya uminya. “mau ke bandung mi”, jawabnya sambil memakan sepotong roti. “loh kamu mau apa kesana?”, Tanya uminya lagi. “itu mi, hemm.. temen rifal kan ada yang masuk STM sana, dia ngajak rifal buat main kesana”, jawabnya yang gelagapan. Uminya hanya melihat reaksi anaknya, “bener karena ada temen kamu yang masuk STM disana dan ajak jalan – jalan bukan karna nita yang pindah ke sana dan kamu kangen sama dia karna sudah lebih seminggu kalian ga main bersama”, goda uminya.


Wajah rifal memerah di goda uminya, “Rifal jalan ya, mi”, ucapnya sambil mencium tangan uminya. Uminya hanya tersenyum melihat tingkah anak bujangnya yang sudah mulai remaja. Sementara itu, di Inggris egi tidak sabar untuk mengikuti ujian akhir semester dan liburan agar ia bisa segera pulang ke Jakarta dan bertemu dengan nita serta menjelaskan semua permasalahannya ke nita. Sarah masih terus berusaha menggodanya, berusaha membuat egi melupakan nita tapi egi tidak mau dan menjauhi sarah.


Waktu ujian semester akhir pun tiba, egi mengisi semua soal dengan bersungguh – sungguh agar tidak ada remedial mata kuliah dan ia bisa segera pulang ke Jakarta. “Tunggu aku, nit. Aku akan segera pulang dan hubungan kita akan kembali seperti dulu lagi. Aku ga mau kehilangan kamu nit hanya karna wanita seperti sarah.” Ujarnya dalam hati sambil memandang wajah nita di wallpaper ponselnya. 1 minggu sudah ujian akhir semester di laksanakan dan akhirnya semua selesai dengan baik. Di bandung, rifal yang telah menghabiskan waktu 1 minggu bersama nita, pamit kekeluarga nita untuk pulang ke Jakarta karna liburan hampir usai. Dan di Inggris, egi segera memesan tiket penerbangan pagi agar sampai hari itu juga dan bisa bertemu nita esok pagi.


“Lo, kak?”, ucap rifal dengan wajah yang kaget sambil memeluk kakaknya. “iya ini gue fal”, jawab egi. “kenapa ga kasih tahu dulu kan gue bisa jemput lo di bandara atau minta tolong supir buat jemput lo”, ucapnya yang berusaha menutupi kalau ia juga baru sampai. “Jangan sampai kak egi tahu kalau gue dari bandung dan jangan sampai juga dia tahu kalau nita pindah ke Bandung”, gumamnya dalam hati.


“umi sama yang lain mana, fal?”, Tanya egi sambil melihat wajah adiknya yang terlihat lelah. “umi sama yang lain belum pulang mungkin lembur, kalau si mbak ga tahu mungkin ada urusan”, jawab rifal yang berusaha menyembunyikan wajah lelahnya. “Lo habis dari mana, fal? Kok wajah lo kaya abis jalan jauh”, egi tiba – tiba menodongkan pertanyaan. Rifal terdiam berusaha untuk tenang. “Iya kan gue masih liburan jadi gue main sama temen gue ke… “ jawab rifal sambil berpikir mencari jawaban yang tepat supaya egi ga curiga.