
Tapi ternyata itu hanya sesaat, dalam diam egi hanya membiarkan nita menyendiri sebentar tapi tak berarti semua tentang nita luput darinya. Ia masih terus mengamati dan melihat nita dari kejauhan.
Dan kembali ia melihat nita bersama chandra kali ini semakin akrab dan mereka makan malam bersama. “Nit, aku mau ngomong sesuatu sama kamu”, ucap chandra sambil meraih tangan nita.
Nita yang kaget segera melepaskan tangannya. “hehh, iya mau ngomong apa, chand?”, Tanya nita langsung.
“Aku tahu ini terlalu cepat bahkan aku aja baru dekat sama kamu baru – baru ini dan aku kenal kamu belum genap sebulan. Tapi jujur, dari awal masa orientasi kita waktu itu. Aku sering mengamati kamu, aku sering lihat kamu dan perhatikan semua tentang kamu. Aku berusaha cari tahu apa yang kamu suka, apa yang kamu ga suka, hobby kamu apa, pokoknya semua. Aku coba dekatin kamu, kasih perhatian ke kamu. Nit, aku suka sama kamu, aku sayang sama kamu ga tahu dari kapan datangnya tapi aku berharap kamu mau jadi pacar aku?”, ungkap chandra yang mengungkapkan perasaannya ke nita.
Nita terdiam memikirkan jawaban, “Dia.. dia mantan aku yang kemarin dan jujur aku sama dia putus belum genap 2 bulan. Aku putus sama dia karna mungkin aku bukan yang terbaik untuk dia”, jawabnya sambil menghela nafas panjang.
Chandra memilih diam. “Maaf atas perlakuan dia ke kamu ya. Aku juga ga tahu kalau dia sampai ada disini”, ucap nita yang mencoba minta maaf ke chandra.
“Slow aja, aku gapapa kok. Intinya aku dah tahu kalau dia mantan kamu, dan maaf ya aku begitu nunjukin perhatian aku ke kamu”, chandra menjawab dengan santai. Suasana yang semula tegang kembali cair hingga tidak terasa mereka telah sampai dirumah nita.
“Makasih ya”, ucapnya. Egi yang belum menerima ucapan itu akhirnya memilih untuk kembali menemui nita. Ia menuju rumah nita dan berselisih beberapa menit setelah chandra dan nita yang sampai.
Dari dalam mobil, egi menatap chandra dengan sinis. Chandra yang sadar sedang dilihat oleh egi membalas dengan tatapan yang sinis dari atas motornya. Egi bergegas mengejar nita ke pintu rumahnya, ia membunyikan bel rumahnya.
Asisten rumah tangga nita menuju kamar nita dan mengetuk pintu kamarnya. “Non, maaf itu ada tamu dibawah cari non.”, ucapnya dari balik pintu kamar. Nita membukakan pintu kamar, “siapa, mba?”, Tanya nita. “Temannya non katanya, tapi cowo non”, jawabnya. “Oyasudah makasih ya mba”, ucap nita yang segera turun menuju pintu.
“Si chandra kenapa dia balik lagi”, gumamnya dalam hati sambil menggelengkan kepala. Begitu pintu di buka betapa kagetnya ia melihat egi depan rumahnya. “Nit, akhirnya aku bisa ketemu dan ngomong berdua sama kamu. Aku mau jelasin semuanya yang di Inggris sama kamu”, ucap egi sambil meraih tangan nita.
Nita langsung menghempaskannya, “Sudah jelas kok semuanya ga ada yang perlu di jelasin lagi. Dan semuanya juga sudah selesai. Silakan bahagia dengan sarah dan please banget jangan ganggu hidup aku lagi”, ucap nita yang berlalu dan menutup pintu.
“Gimana cara aku bahagia kalau kebahagiaan aku ada sama kamu, nit?”, ucap egi sambil menggedor - gedorkan pintu. Nita mengabaikannya dan berlalu menuju kamarnya. Air matanya kembali menetes, rasa sesak itu kembali hadir. Egi akhirnya pulang tanpa sempat menjelaskan semuanya sama nita.
“Aku ga akan berhenti ngejar dan jelasin semua ini ke kamu, nit. Ini janji aku, aku akan perbaiki semuanya, aku akan perbaiki kesalahan aku dan aku akan perbaiki semuanya. Aku ga sanggup tanpa kamu nit”, bisiknya dalam hati.
1- 7 hari egi tidak mengganggu nita dengan mencoba menghubunginya atau menemuinya. Pikiran nita mulai tenang, “akhirnya kamu pulang, gi. Rasa sayang kamu ke aku ternyata hanya sebatas itu”, pikirnya dalam hati.
Tapi itu hanya sesaat, dalam diam egi hanya membiarkan nita menyendiri sebentar tapi tak berarti semua tentang nita luput darinya. Ia masih terus mengamati dan melihat nita dari kejauhan.
Dan kembali ia melihat nita bersama chandra kali ini semakin akrab dan mereka makan malam bersama. “Nit, aku mau ngomong sesuatu sama kamu”, ucap chandra sambil meraih tangan nita.