Nita

Nita
N16



"Aku bisa jaga diri sendiri kok, lagian ada sahabat-sahabat aku, ada kak febri dan ada rifal kan adik kamu. Jadi kamu jangan khawatir yang jaga aku dan hibur aku disini saat kamu disana."ucapnya sambil tersenyum.



Ego menghela nafas lega, sekarang dia yakin untuk menjemput impiannya dan percaya dengan nita. Hari demi hari terus berlalu sampai akhirnya waktu pengumuman kelulusan tiba. Semua nama murid yang lulus terpasang di mading sekolah, semua murid kelas 3 berkumpul di mading untuk melihat nama mereka.



Egi berjalan ke arah mading untuk melihat hasil ujiannya, tiba-tiba dari belakang ada yang berlari dan memeluk pinggang egi. Egi yang kaget segera melepaskan pelukan itu yang melihat ke arah belakang.



"Kamu sar. Apa sih main peluk aja. Ga suka gue" ucapnya dengan kesal.


"Gi, tahu ga kita berdua lulus. Gue sudah lihat nama lo tadi dan lo dapat peringkat terbaik. Gue bangga banget. Dan gue juga punya kabar baik untuk lo", ucapnya dengan nada ceria dan penuh kebahagiaan.



"Makasih ya. Punya kabar apa?" Tanya egi terus terang. "Gue bakalan terus sama-sama lo selama 5 tahun. Lo dapet beasiswa di Cambridge Inggris kan? Gue juga di daftarin kuliah sama bokap gue disana dengan jurusan yang sama juga yang lo pilih. Dan apartemen gue disana ga jauh dari asrama lo disana. Pokoknya kita akan terus bersama" Ucap sarah penuh keceriaan.



Egi yang mendengar itu terkejut. "Apa maunya sarah? Dia sengaja kuliah dan ambil jurusan yang sama dengan gue di kampus itu. Dan kalau nita tahu, bukannya ini akan jadi kesedihan dan kekhawatirannya? Gue harus gimana? Kalau gue kasih tahu nita, dia akan sedih tapi kalau gue ga kasih tahu itu sama saja bohong dengan dia", pikirnya.



Sarah menarik tangan egi dan mengajaknya ke mading. "Itu lihat gi, itu nama lo di posisi paling atas" ucap sarah sambil menunjuk nama egi. Egi hanya diam dan kemudian berlalu meninggalkan sarah. Sambil berjalan menuju kelasnya egi terus berpikir tentang bagaimana baiknya menyampaikan berita ini. Dan akhirnya ia milih menyimpannya tanpa harus memberi tahu nita, ia tidak mau kekasihnya khawatir.




Egi pergi merayakan pesta kelulusan bersama teman-temannya. Sementara itu, waktu terus berlalu. Egi sibuk menyiapkan persiapannya untuk ke Inggris sedangkan nita tengah sibuk menyiapkan diri untuk mengikuti lomba karya tulis disekolahnya. Tidak terasa kurang dari 1 minggu lagi egi akan pergi ke Inggris.



Egi dan nita memutuskan untuk menghabiskan waktu itu bersama-sama. "Aku mau bersama kamu 1 minggu ini. Karena akan lama lagi aku menikmati sama kamu. Atau mungkin nanti aku tidak bisa merasakan masa-masa ini lagi.", uca nita dengan nada jahil. Egi melirik nita dan tertawa kecil dengan candaan nita. Waktu keberangkatan egi akhirnya tiba, nita ikut mengantarkan egi ke bandara.



Sesampainya di bandara, egi menarik tangan rifal. "Fal, selama gue di Inggris tolong jaga nita buat gue ya. Kalau dia sedih lo harus buat dia senyum dan ceria lagi, kalau dia punya masalah lo harus bantu dia. Oya, jangan biarkan dia sampai sakit. Lo tahu kan dia kalau sudah lomba suka lupa makan, kalau dia lagi nulis tuh suka lupa waktu. Pokoknya jaga dia buat gue",pinta egi ke rifal.



"Lo tenang saja kak, nita itu sahabat gue dari kecil jadi gue tahu segala tentang dia. Gue pasti jaga dia supaya ga sakit. Lo disana fokus kuliah dan belajar saja. Buat ummah dan abi bangga sama lo", ucap rifal sambil menepuk pundak kakaknya dan berlalu ke belakang.



Egi berjalan menuju ruang tunggu, sambil melihat belakang. Ia melihat keluarganya dan nita yang mengantarkan keberangkatannya, "berat rasanya meninggalkan mereka tapi demi mimpi gue selama ini gue harus berkorban. Tunggu aku pulang nit" bisiknya dalam hati sambil melihat ke arah nita.



Dari kejauhan nita membalasnya dengan senyuman. Setelah kepergian egi, nita merasa hari-harinya menjadi sedikit kosong.