Nita

Nita
N32



Egi terdiam menatap nita dan mengambil gelas yang ada di sebelahnya. Lalu memecahkannya sekuat mungkin. Gelas itu pecah berkeping - keping sampai tak tersisa. "sekarang coba kamu susun ulang gelas yang pecah itu sampai benar-benar utuh kaya semula", ucap nita lagi.


"nit, kamu jangan konyol dan becanda deh. Lihat gelas itu sudah berantakan dan pecah berkeping - keping ga mungkin bisa ke susun utuh kaya semula lagi. Ga akan kembali", jawab egi yang masih bingung dengan kata-kata nita.


Nita tersenyum kecut, "kamu tahu gelas itu ga akan kembali lagi. Kamu tahu gelas itu ibaratkan hati aku yang sudah hancur berkeping - keping atas semua pengkhianatan yang kamu kasih ke aku. Sama seperti gelas yang pecah itu hati aku juga ga bisa kembali seperti semula lagi", ucap nita yang menarik tangan chandra dan berlalu pergi meninggalkan egi.


Egi terdiam, hatinya hancur mendengar ucapan nita. "Apa maksudnya ini? Apa hati nita mulai tertutup buat gue? Apa ga ada lagi kesempatan untuk gue?", pikirnya.


Ia kemudian berlalu pergi, sepanjang jalan kata-kata nita terngiang dan terbayang olehnya. "Ga... Ga mungkin, gue yakin suatu saat nanti gue akan dapat maaf dan hati nita lagi. Gue ga akan nyerah. Sekarang gue biarin aja dulu dia sama si chandra itu anggap aja itu sebagai hukuman buat gue karna sudah sakiti dia dan dia balas sakit hatinya ke gue". Pikirnya.


3 bulan berlalu, chandra dan nita masih sama-sama dan diam-diam egi masih terus melihat nita dari kejauhan. Ia harus merelakan hatinya sakit melihat nita bersama yang lain. Saat tiba-tiba ia mampir ke tempat tongkrongan anak stm sekolah nita.


"Dari awal gue ngejar dia kan karna gue ikut taruhan sama lo pada kan kita taruhan sampai 3 bulan kan ini gue sama dia minggu depan juga dah mau 3 bulan tapi masalahnya perjanjian kita kan gue harus udah bisa cium bibirnya kan nah itu yang gue belum dapet. Dapat kepercayaan doi agak susah maklum pernah di duain sama mantannya. Gue ga maulah kalah sama kalian", ucap chandra terus terang yang tidak sengaja di dengar egi.


Egi berusaha menahan emosinya. "Gue harus kasih tahu nita soal ini", pikirnya tapi akhirnya ia urungkan niatnya. "Nanti kalo gue kasih tahu nita, dia pasti ga akan percaya dan malah bilang gue mengada - ada dan ini akal - akalan gue supaya bisa sama dia lagi. Ahh ga usah gue tahan aja dulu gue amati ke mana pun mereka pergi setidaknya gue tetap bisa jaga nita sekalipun dari jauh", ujarnya.


Egi akhirnya memilih mengikuti nita secara diam-diam. Bel tanda pelajaran usai berbunyi. Semua murid berkeliaran keluar. Chandra menghampiri nita ke kelasnya. "hai beb. Sebelum pulang aku mau ajak kamu ke suatu tempat dulu ya", ajak chandra. Nita menatap chandra, "emang mau ke mana?", tanya nita.


Chandra merangkulnya dari belakang. "Dah ikut aja kita senang - senang kok", bujuknya. Nita yang risih di rangkul chandra melepaskan rangkulan chandra lemah lembut. Dan mengikuti ajakan chandra