
"Mungkin benar yang kakak katakan, bagaimana kalo rasa ini bertepuk sebelah tangan sepertinya keputusan untuk menyimpan rasa di dalam hati adalah keputusan yang tepat" bisik Nita saat dikamarnya.
Sesampainya dirumah Nita langsung masuk ke kamar dan membersihkan diri serta mengganti pakaian.
"Nita, sudah makan belum?" Teriak mami nita dari luar kamar sambil mengetuk pintu kamar. "Sudah mam tadi di sekolah" jawab nita sambil membukakan pintu kamar, "oyasudah, kamu istirahat dulu sana nanti sore temani mami ada arisan warga dirumah ibu Rifal." Ucap mami nita sambil mengelus pipi nita dan berbalik arah, nita hanya mengangguk sambil menutup pintu. Didalam kamar nita mengambil mp3 nya dan mendengarkannya, pikirannya melayang mencoba melepaskan perasaannya pada Rifal. Sore pun tiba nita dan mami pergi arisan ke rumah Rifal dan sesampainya dirumah Rifal arisan sudah mau di mulai. Nita terfokus bermain dengan adiknya Rifal tiba-tiba kakak laki-laki Rifal menghampiri dan menyapa nita "hai, nit." Sambil duduk disebelah nita "hai kak" jawab nita "lho tumben kamu ga main sama rifal? Biasanya kalian selalu berdua kalau mau main" tanya kak egi. "Lho memang rifal belum pulang kak? Tadi sih aku ga pulang sama rifal jadi kurang tahu dia dimana" jawab nita. "Tadi sih dia telp umah bilang mau tanding futsal sama SMA 2, kakak kira kamu ikut sama rifal tadi makanya kakak tanya" jelas kak egi. "Ga kak, tadi aku pulang bareng kakak senior jadi ga ketemu rifal dan ga tahu kalau dia tanding" ungkap nita. "Nit, bawa fadli main ke taman yuk biar kita bisa sambil ngobrol juga. Memang kamu ga bosan kalau nunggu ibu-ibu lagi arisan seperti ini?" Ajak kak Egi, nita hanya tersenyum dan mengangguk sambil menggendong fadli. Sesampainya di taman nita langsung membawa fadli bermain ayunan dan kak egi duduk di sebelahnya. "Nit, kalau kakak mau cerita dan tukar pendapat sama kamu, boleh ga?" Tanya Egi, nita tersenyum "boleh dong" jawabnya. "Nit, kamu tahu kan kakak belum pernah merasakan jatuh cinta sama siapapun. Tapi belakangan ini pikiran kakak sering terganggu dan jadi sering berkhayal dengan seseorang, orang itu adalah yang bisa buat kakak jadi seperti ini. Kalau dibilang cantik sih ga tapi dia hitam manis, dia supel beda sama kakak yang pendiam, dia ceria, dia periang, dia lucu, dia tomboy tapi tetap ada jiwa wanitanya yaitu manja. Tapi sayangnya dia selisih 3 tahun dibawah kakak" cerita kak egi "loh berarti itu seumur aku dong ya kak?" Celetuk nita, kak egi hanya tersenyum "menurut kamu salah ga sih kalau kakak suka sama cewek yang umurnya saja dibawah kakak 3 tahun?" Tanya egi ke nita. "Nita kurang tahu kak itu kan perasaan kakak dan bukan kakak juga yang mau perasaan itu hadir kan. Kakak sudah bilang sama orangnya?" Jawab dan nita bertanya balik. "Hemmm, belum sih nit agak takut juga ungkapkannya karna dia juga belum pernah punya pacar juga" jawab egi ragu. "Coba saja kakak ungkap ya kan bisa jadi dia punya perasaan yang sama seperti kakak" ungkap nita memberikan pendapatnya. "menurut kamu cara ungkapnya bagaimana ya? karna kan dia punya karakter yang tomboy tapi manja. kakak takut kalau terlalu romantis dia ga suka" egi menanyakan pendapat pada nita. "Hemmm romantis boleh kak tapi jangan terlalu seperti mengajaknya main ke taman lalu memberikan bunga misal itu pun kalau dia suka bunga kalo dia ga suka ya coba beri dia boneka kak atau coklat. hihihi, aku belum pernah pacaran tapi aku sudah berani kasih saran ya. maaf ya kak" tawa nita yang memberikan pendapat. "kan kakak minta pendapat kamu jadi ya tidak apa-apa dong saran kamu bagus nit" ucap egi ke nita sambil terus menatap nita. nita melihat ke arah egi yang berada di sampingnya dan tersenyum kemudian kembali melihat ke depan sementara itu egi terus menatap nita dan berkata dalam hati.