Nita

Nita
N06



"Besok malam bisa ikut kakak sebentar saja. Ada yang harus kakak bicarakan" egi kembali mengirim pesan. "Ok kak bisa" jawab nita kembali. "Ok, see u tomorrow nit" balas egi dan nita hanya membacanya dan kembali membaca buku novel sambil mendengarkan musik.


Esok hari pun tiba, egi menyiapkan segala sesuatunya hingga malam pun tiba egi berdandan rapi dan memakai parfum. Saat turun dari tangga rumahnya "anak umah ganteng sekali malam ini, rapi sekali mau ke mana nak? Tanya umah egi ke anaknya "mau jalan sama teman, mah" jawab egi sambil mencium tangan umahnya. "Ya sudah hati-hati" pesan Umahnya. Egi berlalu ke bagasi rumahnya mengambil motornya lalu menjemput nita yang sudah siap di depan rumahnya.


Nita melihat sekeliling taman "kak, kok gelap? Kenapa kakak ajak aku ke sini?" Tanya nita dan tak lama kemudian lampu berkelip menghiasi taman, nita terpukau melihatnya. Dari belakang egi datang membawa sebuket bunga mawar merah jambu yang ia sembunyikan di balik badannya, "nit, gimana kamu suka ga dengan ini semua?" Tanya egi ke nita, nita yang terpesona, tersenyum bahagia matanya berkilauan melihat taman. Suasana pun berubah menjadi romantis, "nit, semalam kakak bilang mau bilang sesuatu ke kamu kan?" Ucap egi ke nita, nita melihat ke arah egi dan tersenyum. "Nit, kamu ingat ga sama cerita kakak kalau kakak suka sama perempuan yang dibawah umur kakak?" Tanya egi sambil menarik tangan nita. Nita yang terkejut tangannya di sentuh egi langsung melihat ke arah egi dan mengangguk "kamu tahu nit siapa perempuan itu?" Tanya egi, tatapan nita seperti bertanya meski ia hanya terdiam. "Perempuan yang kakak maksud itu kamu, nit. Ya kamu, satu-satunya perempuan yang bisa buat kakak jadi seperti ini. Aku juga ga tahu kapan rasa ini ada dan kenapa tapi jujur di dekat kamu ada rasa yang selama ini ga pernah aku rasakan sama yang lain. Ga peduli berapa perempuan yang mengungkapkan perasaannya ke aku, aku ga bisa merasakan rasa ini ke mereka beda sama ke kamu nit" egi mulai mengungkapkan perasaannya. "Nit, aku suka kamu, aku sayang kamu. Apa kamu mau jadi pacar aku?" Ungkap egi ke nita, nita yang kaget dengan ungkapan egi perlahan melepaskan tangannya dari pegangan egi. Hatinya campur aduk, ia suka adiknya tapi kenapa justru kakaknya yang mengungkapkan perasaan ke dia. Dia terdiam lama hingga ia tersadar saat egi bilang "kamu kaget ya sama ungkapan aku ini, gapapa kok nit jangan jawab buru-buru. Aku bakalan nunggu jawaban itu kok sekalipun nantinya jawaban itu akan pahit" ucap egi sambil tersenyum dan memberikan bunga ke nita. Nita hanya menatap egi dan tersenyum. Mereka menikmati malam di taman sambil melihat bintang-bintang. Esok harinya nita bermain kerumah salah satu temannya dan sesampainya disana genk mereka sudah kumpul. Seperti biasa mereka bermain, bercerita tentang apa saja dan nita berkata. "Kakaknya rifal nembak gue semalem" ucap nita tiba-tiba, semua terdiam dan menatap nita "kakaknya rifal yang ketua osis, yang juara 1 lomba sains tingkat kabupaten, juara 1 lomba basket, yang ganteng banget itu, yang cool tapi bikin tiap perempuan yang lihat meleleh, yang kalau di ibaratkan paket makanan dia paket komplit" jawab agista sambil melihat serius ke arah nita, semua kaget "lo kok bisa sampai tahu segitunya, gis?" Tanya rara. Gista mengeluarkan handphonenya dan memperlihatkan foto egi main basket. "Ini gue dapat dari sepupu gue yang sekolah di tempat kakaknya rifal sekolah, dia bukan orangnya nit?"Gista menjelaskan sambil kembali bertanya pada nita, nita hanya mengangguk. "Duh sumpah nit, kalau sampai lo kali ini nolak dia. Bodoh lo tingkat akut, sudah parah banget. Gila saja pria yang di idamkan banyak wanita baik di sekolahnya maupun di beda sekolah, dan bahkan sampai ada yang nekat kerumahnya cuma buat pendekatan sama keluarganya loh biar cintanya diterima sama egi. Lo harus terima dia nit, terus lo jawab apa ke doi?" Jelas Gista sambil bercerita. "Sumpah gis, lo emang miss gosip banget ya sampai berita di luar sekolah saja lo sampai tahu segitu detailnya" celetuk rara. Semua kembali menatap nita "gue belum jawab ya habis gimana yang gue suka adiknya malah kakaknya yang nembak, gue takut nanti salah jawab" jawab nita dengan wajah kebingungan. "Sumpah nih anak bikin gue greget saja, dengerin gue sahabat gue nita tersayang. Perbandingan antara rifal sama egi itu kaya langit sama bumi. Nih gue kasih tahu ya egi itu pria yang ganteng, cool, keren, juara segala lomba, ketua osis, di gilai semua perempuan di sekolahnya nah rifal di bilang ganteng ya jauh ganteng egi daripada dia, smart? Jauh smart egi dari dia, dia tahunya cuma main saja ga punya prestasi dan satu-satunya perempuan yang tergila-gila sama dia ya cuma lo doang ga kaya egi yang di gilai perempuan." Omel Gista "woi yang jalanin nita, gis. Kenapa lo yang nafsu minta nita pacaran sama egi kan hati dia yang punya" Omel ziezie teman genk nita yang lain. "Gue ga tahu dan kak egi juga belum gue jawab katanya dia, dia siap nunggu jawaban dari gue" jawab nita perlahan. Situasi kembali seperti semula dan akhirnya nita kembali ke rumahnya di ujung jalan sebelum kerumah nita, rifal memanggil wajahnya ceria dan berseri seperti penuh kebahagiaan. Nita terhenti "kenapa wajah lo bahagia banget fal kaya habis dapat berita bahagia" tanya nita. "Nit, nongkrong yuk. Lo mau makan dan minum apa saja gue yang bayar. Tenang saja. Ayo" ajak rifal sambil menarik nita untuk naik motornya. Sesampainya di tempat rifal memesan banyak makanan. "Fal, are you ok?" Tanya nita yang bingung melihat keanehan sikap rifal hari ini, rifal hanya tersenyum bahagia. "Pokoknya lo hari ini harus merasakan kebahagiaan yang lagi gue rasain" jawab rifal sambil duduk. "Memang ada apa? Wajah lo ceria banget, gue ga pernah lihat lo sebahagia ini" tanya nita. "Nit, gue jadian.gue jadian nit. Lo inget sama anak angkatan lo yang namanya rina yang cantik, putih itu yang waktu itu gue sempat tanya namanya ke lo?" Ucap rifal penuh kebahagiaan, nita mengangguk dan tiba-tiba dia merasakan rasa perih yang luar biasa di hatinya, sakit yang benar-benar di hatinya. "Iya nit, jadi 1 minggu lalu gue nembak dia dan tepatnya semalam dia ajak gue buat ketemuan. Dannnnnnnnnn ya dia akhirnya terima gue jadi pacarnya. Makanya gue mau lo harus ikut merasakan bahagianya gue saat ini. Btw, lo ke mana semalam? Habis dia kasih jawaban itu gue langsung nyari lo buat kasih kabar bahagia ini tapi ga ketemu sama lo, gue kerumah lo kata nyokap lo, lo ga ada gue telp handphone lo mati" cerita rifal. Seakan ada luka yang disiram garam di hati nita, sakit rasanya, ingin menangis di hadapan rifal tapi tertahankan hanya bisa berpura-pura tersenyum bahagia sekalipun hatinya sudah tidak lagi bisa menahan sakitnya. "Gue semalam di jemput Gista main, fal" jawab nita lirih, berusaha menahan air mata supaya tidak tumpah. "Gue ke toilet dulu ya" pamit nita, rifal tersenyum dan mengangguk. Di toilet tangis nita pecah tak tertahankan lagi, sakitnya membuat tubuhnya seakan tidak berdaya, ia mengirimkan pesan ke teman-teman genknya dan kakaknya. "Rifal jadian sama rina, anak kelas 7.10" isi pesan nita. Tak lama kemudian nita menghapus air matanya, mencuci mukanya agar tidak terlihat seperti habis menangis oleh rifal. "Gue harus kelihatan bahagia depan rifal, gue ga mau dia berpikir macam-macam" bisiknya dalam hati.