
Nita kembali ke mejanya dan rifal, sesampainya makanan sudah ada di meja makan. Rifal sudah mulai menyantap makanannya. "Ayo nit makan masa lo ga senang lihat sahabat tersayang lo ini bahagia" canda rifal. Nita hanya tersenyum dan memaksa makan makanan yang sudah di hidangkan. setelah habis mereka kembali menuju rumah "ayo kita pulang nit" ajak rifal. Sepanjang jalan rifal hanya bercerita tentang rina saja tanpa peduli perasaan Nita yang hancur. Akhirnya mereka sampai dirumah Nita, Nita langsung turun dari motor. "Thanks ya fal dan selamat ya udah jadian akhirnya sorry gue lagi ga enak badan masuk angin kayanya karna habis main sama gista semalam"ucap Nita. Rifal hanya tersenyum "slow nit, btw mulai besok gue udah ga bisa lagi pulang dan pergi sekolah sama lo soalnya hehehehe lo tahu kan gue harus antar da jemput rina" ucap rifal dengan wajah penuh gembira. Nita tersenyum dan berlalu masuk kerumah. Rifal kembali ke rumahnya. Didalam kamar Nita mendengarkan musik dengan kencang, ia tak mau keluar kamar, ia menjadi tak nafsu makan. Sambil menutupi wajahnya dengan bantal tangisnya pecah. "Seperti inikah rasanya sakit hati? Inikah rasanya cinta bertepuk sebelah tangan? Kenapa rasanya sangat perih?" Tanya Nita dalam hati. Sepanjang malam ia hanya menangis hingga akhirnya tanpa dia sadar ia tertidur karna kelelahan. Pagi pun tiba, Nita bangun menuju kamar mandi, membereskan peralatan sekolah setelah itu berjalan menuju ruang makan. Semua memandang Nita "kakak, kenapa mukanya pucat begitu?" Tanya edu adik Nita. Nita tak bersuara, tubuhnya masih lemas. "Kamu sakit nak?" Tanya mami Nita. "Iya, mi. Agak kurang enak badannya" jawab Nita "kamu mau istirahat saja dirumah ga usah pergi sekolah?" Tanya mami yang mulai panik. "Ga usah mi sebentar lagi juga Nita sembuh" jawab Nita berusaha menenangkan kecemasan keluarganya. Setelah selesai sarapan, ia berpamitan pada kedua orangtuanya dan adiknya lalu berangkat sekolah. Sesampainya di sekolah semua teman-teman Nita genk nita yang terdiri dari ziezie, gista dan rara sudah ada di depan kelas Nita menunggu Nita datang. Saat Nita datang, mereka segera menghampiri dan bertanya melihat wajah Nita yang pucat. "Nit, lo kenapa?" Tanya rara. "Gapapa kok gue" jawab Nita. "Gimana ceritanya?" Tanya gista. "Gue juga ga tahu gimana awal kejadiannya yang gue tahu rifal nembak rina 1 minggu yang lalu dan tepat di malam minggu saat kak egi nembak gue, rina ajak rifal ketemuan dan bilang kalau dia mau terima rifal jadi pacarnya" cerita Nita yang lirih. "Sialan tuh orang berani-beraninya mainin hati sahabat gue, harus gue labrak itu anak berdua terutama rifal seenaknya saja nyakitin lo" ucap gista kesal sambil mengepal tangannya dan berjalan keluar kelas. Nita menarik tangannya "bukan mereka yang salah bukan rifal juga yang salah dia ga pernah tahu kan kalau gue suka sama dia. Ini hak dia buat punya pacar, gue ga boleh egois, memaksakan perasaan gue ke dia. Gue bahagia kalau dia bahagia kok" jawab Nita yang berusaha mencairkan emosi gista yang naik. "Tapi gista ada benarnya juga nit, paling ga rifal tahu kalau dia udah nyakitin hati lo" bela ziezie. "Guys, dengerin gue. I'm ok. Mungkin ini perasaan pertama gue ya perasaan pertama jatuh cinta dan perasaan pertama juga buat sakit hati. Tenang saja gue yakin rasa ini lama-lama juga akan hilang dengan sendirinya kok walau gue juga ga tahu gimana cara obatinnya" bujuk Nita ke teman-temannya. "Tuh kan apa kata gue coba lo terima egi seenggaknya ga akan sakit kaya gini" gerutu gista. "Sekarang mending lo terima cintanya kak egi tuh percaya deh sama gue obat mujarab sakit hati ya cuma dengan ada hati yang baru yang ngisi. Ya emang sekarang lo ga suka sama dia tapi lihat saja nanti rasa itu akan hadir dengan sendirinya" ucap gista dengan santai. Nita hanya diam "benar nit, jangan terlalu lama mikir mending obatin dengan itu terima kak egi" jawab rara