Nita

Nita
N23



Ia melihat ponselnya dan ada nama rifal calling, dengan mata yang masih mengantuk ia mengangkat telponnya. “Assalamualaikum, duh sumpah fal ini tuh masih terlalu pagi lo telpon gue.” Ucapnya yang bete di telpon pagi. Rifal yang tahu nita masih mengantuk malah sengaja meledeknya dari balik ponsel, “walaikumsalam. dih, anak gadis jam segini masih tidur. Kalah lo sama ayam paman gue yang dari subuh dah bangun”, rifal tertawa jahil. “ishhh, lo tahu ga sih semaleman masa gue ga bisa tidur, baru tidur jam 02.00 pagi kayanya makannya sekarang gue masih ngantuk. Bodo amat deh lo samain gue sama ayam paman lo.” Jawabnya dengan nada yang masih ngantuk. Dibalik ponsel rifal tertawa, “ok..ok..lo lanjut tidur deh nanti gue telpon lagi, kasihan tomboynya gue masih ngantuk”,ucapnya sambil mematikan ponselnya.


Nita mengabaikannya, pikirannya mulai melayang ke alam mimpi. Siang hari pun tiba, nita merasa badannya sudah mulai segar kembali setelah tidur, dia bangun lalu mandi lagi dan keluar rumah untuk berjalan – jalan sekitar kompleknya. Ponselnya kembali bergetar, rifal kembali menelpon. Ia mengangkat telponnya. “yup, fal”. Nada suaranya mulai riang kembali. “gue kira masih tidur. Btw, gimana hari pertama disana? Lo semalem sampai jam berapa disana?”, Tanya rifal sambil meledek nita.


“Hemm, untuk saat ini sih ya bisalah buat tenang gue karena udaranya cukup sejuk ga kaya di Cikarang. Semalem gue sampai sini jam setengah 11 malem. Segitu capeknya gue dijalan malah jadi bete gara - gara gue ga bisa tidur. Gue tiba – tiba keinget sama kakak lo lagi, gue ke inget wajahnya, kenangan sama dia dulu. Bete ga sih? Susah payah gue buat lupain dia eh wajah dan kenangan sama dia semalam malah muncul lagi”, ceritanya dengan geram. Dibalik ponsel rifal berusaha menahan sakit karna harus tahu kalau di hati nita masih ada kakaknya.


“Lo dah buang semua kenangan sama kakak gue belum? Pelan – pelan, nit. Gue yakin lo pasti bisa lupain dia. Ada banyak cowok di luar sana yang sayang kok sama lo. Ya walaupun lo ga cantik – cantik amat sih cuma manis doang itu juga cuma dikit”, ucap rifal yang berusaha menghibur nita sambil menggodanya. Nita hanya tersenyum mendengar ucapan rifal.


Mereka saling bercanda dari balik ponsel. Hari pertama berhasil nita lalui, tiba waktunya senin pagi. Ia bangun, bergegas sarapan dan langsung berangkat mencari lokasi sekolah yang ia tuju. Sesampainya di lokasi, nita langsung mengambil formulir pendaftaran penerimaan siswa baru. Ia mengisi formulir dan memilih jurusan sekretaris dan bisnis. Waktu tes seleksi masuk hanya 1 minggu setelah pendaftaran, nita mulai giat belajar agar lolos tes seleksi masuk. Tibalah waktu tes di mulai, nita mengisi soal demi soal dengan bersungguh – sungguh hingga semua soal terselesaikan dengan baik.


“Jangan gue telpon deh, gue chat aja nanti malah ganggu waktu rifal belajar, jam segini kalau libur kan biasanya dia kursus pagi”, nita menyimpan ponselnya. “Fal, gue punya kabar gembira buat lo. Gue lolos seleksi masuk salah satu SMK di Bandung, fal. Lo tahu kan ini adalah salah satu SMK favorit dan terbaik di Bandung. SMK yang dari lama dah jadi incaran gue, dan ada 1 lagi berita bahagianya. Kalau lo mau tahu, nanti kalau jam kursus dah selesai lo telpon gue ya”, isi chatnya dengan di tambahkan emoticon kedipan mata.


Di Cikarang, ponsel rifal bergetar. Diam – diam rifal mengeluarkan ponsel dari sakunya dan meletakkannya dalam bukunya, “chat dari nita”, ucapnya dalam hati sambil membuka ponselnya. Ia membaca chat dari nita sambil tersenyum dan berkata dalam hati. “gue tahu lo pasti lolos seleksi itu nit, itu impian lo dari lama dan gue juga sebenarnya dah tahu berita bahagia yang lain yang mau lo kasih tahu tapi gue mau pura – pura ga tahu biar gue denger suara bahagia lo saat cerita nanti”, rifal menutup ponselnya.


Waktu kursus pun usai, rifal memasang earphone di telinganya dan menelpon nita sambil berjalan menuju motornya. Ponsel nita bordering, ia bergegas mengangkat telpon dari rifal karna begitu ingin memberitahukan kabar gembiranya. “Fal.. lo tahu ga? Selain gue lolos seleksi masuk gue juga dapat predikat salah satu peserta ujian terbaik dan nilai tes gue masuk nomor 2 peserta tertinggi dan ternyata gue ga tahu kalau ujian itu sekalian ujian beasiswa dan selama 1 tahun gue dapat beasiswa itu fal.” Ceritanya dengan panjang lebar dan dengan nada yang riang.