Nita

Nita
N18



Nita yang memang sengaja tidak memberitahukan kedatangannya ke egi bermaksud membuat kejutan untuk egi. Setibanya di bandara, nita langsung memesan taksi menuju asrama egi. Ia tidak sabar melihat ekspresi egi saat melihat kedatangannya.


Sesampainya di asrama egi, ia meminta ijin untuk bertemu egi. Namun pengawas asrama mengatakan egi belum pulang sejak pulang kuliah tadi siang. Nita melihat jamnya. “ini sudah malam kenapa egi belum pulang atau dia terlalu sibuk dengan tugas kampusnya?”pikirnya. “ya sudahlah cari apartemen dekat sini saja untuk disewa beberapa hari. Ia berjalan menuju sebuah apartemen yang berdekatan dengan asrama egi, saat ia telah selesai untuk check-in, nita berbalik arah dan melihat egi bersama sarah. Betapa kagetnya ia saat melihat egi merangkul sarah dengan mesra. Ia memutuskan untuk mengikuti mereka hingga tiba pada apartemen sarah.


Ia tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat, “ga mungkin, gue pasti salah lihat. Egi ga mungkin khianatin gue apalagi dengan sarah. Ini pasti ulah sarah untuk coba rebut egi lagi.”, pikirnya dalam hati. “See you tomorrow sayang, besok aku jemput ya”, ucap egi sambil mencium kening sarah. Hati nita semakin hancur mendengar kata yang baru saja diucapkan egi. “egi”, teriak nita. Egi menoleh dan betapa kagetnya ia melihat nita ada di Inggris. “Nita”, panggilnya. Nita berlari meninggalkan egi dan sarah. Egi berlari mengejar nita tapi sarah berusaha menahannya. Ia menghempaskan tangan sarah dan mengejar nita.


Tanpa berpikir panjang, nita memberhentikan taksi lalu meminta supir untuk mengantarkannya ke bandara. Ia akan kembali ke Indonesia malam itu juga. Sepanjang jalan air mata nita tak berhenti mengalir. Hubungan yang sudah lama ia bina bersama egi hancur begitu saja. Sementara itu, egi terus berusaha menghubungi nita, mengirimkannya pesan tapi tidak ada satupun pesan dan telp egi yang diangkat atau dibalas oleh nita. Sesampainya di bandara, ia langsung memesan tiket untuk ke Indonesia malam itu juga. Egi masih berusaha menghubungi nita, hingga akhirnya nita memutuskan membuang simcardnya agar ga akan pernah lagi bisa berkomunikasi dengan egi.


Egi masih berusaha menghubungi nita. “nomor yang Anda tuju sedang diluar jangkauan atau sedang tidak berada di tempat”. “Nita mematikan ponselnya”,pikirnya. “gue biarin dia tenang dulu besok pagi gue telp dia”,ucapnya. Egi kembali ke asramanya dengan penuh penyesalan. “Harusnya gue ga lakukan ini, harusnya gue bisa jaga hati nita disini bukan malah mengkhianati dia. Nita masih menjaga hati gue sampai saat ini tapi gue.....ahhh gue pria bodoh, dulu gue yang ngejar dia sekarang saat gue sudah dapetin dia malah gue sakitin.” Pikirnya sambil berbaring di tempat tidur dan melihat semua foto kebersamaan mereka.


“Hai, pagi sayang”, sapa sarah sambil mencium egi. Egi mengelaknya, “Sar, gue ga bisa sama lo lagi. Gue sadar gue cuma sayang sama nita dan lo, lo ga lebih sebatas pelarian gue aja biar gue ga kesepian disini. Tapi hati gue, hati gue hanya milik nita. So, please jangan ganggu gue lagi”, ucap egi dengan wajah dingin. “Ga bisa gitu dong egi kita sudah lewatin banyak hal bareng dan dari awal kita masuk sma bareng saat ospek gue sudah sayang sama lo. Lo ga bisa dong tinggalin gue cuma demi cewe jalang kaya nita”, ucap sarah memohon. “Plak” sebuah tamparan melesat di wajah sarah yang putih.


“Lo sadar ga ngomong kaya gitu ke nita. Harusnya nita yang bilang lo tuh wanita jalang karena lo kan yang sudah hancurin hubungan gue dan dia. Lo yang sudah ngerayu gue dan buat gue berpaling dari nita. Lo sadar ga lo tuh bukan cewe baik, cewe baik ga akan pernah merusak hubungan orang lain.”, bentak egi. “Hello, jaman sekarang gitu mana ada cewe kaya gitu, mengikhlaskan cowo yang dia suka demi cewe lain. Sorry, gue ga kaya gitu ya. Jaman sekarang gitu, bahkan sampai ada yang rela korbanin keperawanannya hanya untuk pria yang dia suka.”, ucap sarah sambil memainkan rambutnya.


“Ini perbedaan lo sama nita. Nita, dia rela korbanin hatinya demi lihat cowo yang dia sayang bahagia. Ga kaya lo wanita ga tahu diri.”, ucap egi dengan nada makin tinggi. “Yaiyalah cewe kaya nita sadar diri juga kali, cowo tuh Cuma suka sama cewe yang putih bersih cantik,feminim kaya gue lah dia.....Cuma cewe yang hitam manis, yang sukanya temenan sama cowo. Untung saja badan dia bagus, proporsional dan tinggi semampai kalau ga ya ga ada yang bisa dijual dari dia”,ucap sarah dengan santai. “Mending lo pergi dari hadapan gue sebelum gue semakin emosi sama lo”, kata egi sambil menahan amarahnya.