
Sarah pergi dengan lirikan yang sinis ke egi. “lihat saja nanti egi. Gue akan buat lo jadi milik gue seutuhnya, gue akan buat lo ngejar gue dan lepasin nita, gue akan buat lo bertekuk lutut mohon dan mengemis cinta gue. Dan nita, lo ngapain sih pake segala kesini menghancurkan rencana gue aja yang sudah mulai berjalan mulus. Lihat pembalasan gue nanti setelah pulang ke Indo, gue buat lo nyesel karna udah rebut egi dari gue.”, pikir sarah.
Sesampainya di jakarta, nita langsung membeli simcard baru dan menghubungi rifal. Ponsel rifal berdering, “nomor tidak diketahui” rifal mengabaikannya. “fal, ini gue nita gue ganti nomor. Gue di Indo nanti temui gue di lapangan dan tempat biasa kita curhat”, pesan terkirim ke rifal. Rifal membacanya,“oke, see u”, balas rifal. “ada apa sama nita? Belum ada 1 hari dia pergi ke Inggris dan dia sudah balik bukannya dia mau ketemu sama kak egi? Dan...dia ga akan ngajak gue ke tempat biasa kalau dia ga ada masalah. Pasti ada sesuatu sama hubungan mereka”, pikir rifal.
Dari bandara nita langsung menuju tempat biasa ia dan rifal berbagi masalah. Sesampainya di tempat itu, ia melepaskan tangis dan sesak yang sudah ia tahan semalaman. Tanpa ia sadar rifal sudah di belakangnya. “nit”, sapa rifal dari belakang. Nita segera berusaha menghapus air matanya agar rifal tidak tahu. Rifal merangkul nita, nita berusaha menahan agar tangisnya tidak pecah. “lo itu ga pernah bisa bohong nit sama gue. Lo ada masalah apa? Gimana hubungan lo sama kak egi? Belum ada sehari lo pergi sudah balik lagi? Cerita aja sama gue”, ucap rifal.
“Gue putus sama egi”, Ucap nita. Nita tidak bisa lagi membendung air matanya, tangisnya pecah. “Kok lo bisa putus sama kakak gue? Hubungan kalian bukannya selama ini baik – baik aja? Lo bandel sih kalau dikasih tahunya, makanya jangan suka keras kepala, ini pasti gara-gara kakak gue tahu ya kalau lo masih suka telat makan trus dia marah sama lo.”, ucap rifal sambil pura-pura memarahi nita. “Duh, gue lagi sedih kali malah dimarahin sama lo.”, ucap nita sambil menghapus air matanya.
“Tadi pertanyaan gue belum lo jawab, lo ada masalah apa sama kak egi? Dan kenapa lo berdua bisa putus”, tanya rifal. Nita menghela nafas, “hemmph, mungkin gue bukan pacar yang baik buat kakak lo, fal. Dan omongan lo tadi ada benarnya juga”, jawab nita yang memilih bungkam dengan apa yang ia lihat. Ia hanya tidak mau melihat kakak adik ini nantinya akan bertengkar karena masalah ini. Ia juga tidak mau karena masalah ini ia harus kehilangan sahabat cowo satu-satunya. Rifal tahu ada yang disembunyikan sahabatnya tapi ia berpura-pura untuk diam.
“Oiya, fal. Gue mohon banget apapun yang terjadi jangan pernah kasih tahu nomor baru gue ke kak egi ya. Please, lo pura-pura ga tahu aja kalau gue sama dia sudah ga sama-sama lagi”, ucap nita memohon. Rifal hanya mengangguk. “Fal, gue haus nih gue beli es di warung sebelah dulu ya”, ucap nita sambil meninggalkan rifal dan tidak sadar menjatuhkan ponselnya. Rifal yang melihatnya langsung mengambil ponsel nita dan memeriksa ponsel nita.