Nita

Nita
N37



Nita hanya terdiam melihat itu semua, hatinya sedih bahkan orang – orang terdekatnya menghinanya tanpa tahu masalah awalnya seperti apa. Ia masih menjaga kehormatannya hingga ia menikah nanti.


Tapi apapun yang ucapkan ga akan merubah pandangan orang – orang sekitar terhadap dirinya. Hari ini ia merasakan hampa disekolahnya.


Ia mengirimkan chat ke rifal. Fal, lo balik dari sekolah lo jam berapa? Bisa tolong jemput gue? I need you. Dengan emoticon sedih. Tak lama berselang rifal membalas chatnya. Jam dua belas, sayang. Yasudah tunggu depan sekolah ya nanti aku jemput. Kamu kenapa?. Isi chat rifal ke nita mulai berubah.


Nita melihat chat dari rifal untuknya, ada yang berbeda. “Sejak kapan rifal panggil gue sayang?” batinnya. Ia membalas chat rifal dengan emoticon senyum dan tidak menjawab pertanyaan rifal. Ia tidak mau menambah pikiran rifal saat jam sekolah seperti ini.


Jam sekolah telah usai, nita bergegas menuju gerbang sekolah untuk segera menemui rifal dan pulang. Ingin rasanya ia menangis mendengar semua ucapan teman – temannya hari ini. Tiba – tiba ada seseorang yang mendorongnya hingga terjatuh.


Ia mendongak ke atas. “Riani” panggilnya. “Gue ga nyangka ya anak kaya lo yang terkenal di sekolah dengan karakter supel dan tomboy rela menyerahkan kehormatannya demi cowo. Dan jujur gue malu jadi sahabat lo di genk kita ini” ucapnya dengan menatap sinis ke arah nita.


Nita mengedarkan pandangannya ke sekeliling, hampir semua temen – temen genk dan teman sekelasnya menatap ke arah nya. “Gue bisa jelasin semuanya. Semua ga seperti yang lo dan kalian semua pikir” tukas nita mencoba membela dirinya.


"Alahhhh.. maling kalo ngaku penjara penuh sesak kali nit” ucapnya lagi. Tiba – tiba sebuah tamparan melesat di pipi riani. Semua menoleh ke arah riani dan melihat siapa yang menampar riani. “Sahabat seperti apa lo? Bukannya nanya kebenaran dulu sama sahabat lo main salahin orang aja. Harusnya lo semua sadar dan tanya kebenaran informasi atau berita yang lo semua dapat dulu baru salahin orang! Jangan dengar isu dari orang ga bertanggung jawab!”. Bentak seorang cowo yang menampar riani.


Riani menoleh “Lo siapa dan dari sekolah mana sih tahu – tahu nampar gue dan bela nita?” tanya riani dengan nada tinggi. “Rifal” panggil nita pelan. Ia pun terkejut melihat rifal menampar riani dan masuk ke dalam kelasnya.


“Gue rifal, lo ga perlu tahu gue dari sekolah mana tapi yang harus lo tahu dan kalian semua tahu semua yang dikabarkan tentang nita itu semua ga benar. Dan ada satu hal yang benar yang harus kalian tahu termasuk nita. Cewe ini yang ada di depan gue ini yang ngerasa sok suci ini jelas – jelas dia cewe munafik dan musuh dalam selimut” ucap rifal dengan nada tinggi sambil menunjuk ke arah riani.


Semua menatap ucapan rifal dengan tatapan bingung termasuk nita. “Fal, maksudnya apa sih?” tanya nita sambil menarik tangan rifal. Rifal melirik ke arah tangan nita yang menarik tangannya kemudian menatap nita. “Kamu tahu yang kamu pikir sebagai sahabat dia ini siapa?” tanya rifal dengan nada kesal. Nita menggeleng.


“Kamu ga boleh asal tuduh dong, fal. Kalo ga ada buktinya dengan jelas. Aku tahu kamu kesal aku di perlakukan kaya gini tapi kita ga boleh nuduh balik orang itu” ucap nita dengan nada lembut sembari menatap riani dengan kasihan. “Inilah kamu, nit. Terlalu polos, lugu dan terlalu baik sama orang lain. Ga semua orang sebaik kamu, nit” sentak rifal sembari mengeluarkan sesuatu dari sakunya.


“Kamu bilang aku asal tuduh cewe ini kan? Kamu dan kalian semua yang ada disini dengarkan isi rekaman ini dan lihat video ini” ucap rifal dengan menunjukkan bukti rekaman tentang riani dan chandra. Semua mendengarkan dengan serius dan melihat video yang ada direkaman itu.


Semua teman nita yang tadinya berpikir negative ke nita karna terbawa kabar yang beredar mulai memandang sinis ke arah riani. ”Dan gue kasih jangka waktu 3 hari, gue mau lo dan chandra minta maaf atas perbuatan kalian mencoreng nama nita” tegas rifal.


“Sumpah ga nyangka gue, dia nuduh orang ga perawan, nuduh orang melepaskan kehormatannya ternyata malah dia sendiri yang udah lepas kehormatannya.” Ucap salah satu teman sekelas mereka. “Iya ga nyangka banget gue juga, menjijikan banget malah sok suci dengan nuduh nita kaya tadi” tambah yang lain.


“Gue sih ya ga bakalan mau lagi deh jadi sahabatnya kalo jadi nita dan genknya. Secara kan ya sahabat apalagi satu genk gitu harusnya saling menutupi aib sahabatnya dan bersama sahabat dalam suka duka eh ini malah menghasut kita supaya benci sama nita dan berpikir negative ke nita. Nit, gue minta maaf ya sempat percaya ucapan riani tadi” ucap teman yang lain sambil mengulurkan tangan


Teman yang lain ikut meminta maaf dan menjabat tangan nita. “Eh iya gapapa” ucap nita sembari membalas jabatan teman sekelasnya, tatapan nita teralihkan oleh riani yang menunduk malu. Dan berlari meninggalkan kelas. Setelah semua usai, nita ingin mencari riani berusaha menenangkan dirinya tapi rifal menarik tangannya untuk segera naik motor dan pulang.


Nita akhirnya naik motor dan pulang bersama rifal. “Hemm..thanks ya fal. Lo udah belain gue tadi didepan teman – teman gue tapi….” Nita menghentikan ucapannya membuat rifal jadi menoleh sesaat ke arahnya “Tapi apa, nit?” tanya rifal dan kembali fokus mengendarai motornya.


“Tapi kenapa lo harus bongkar aib riani? Kan kasihan dia jadinya pasti nanti semua pada menjauh dan musuhi dia” ucap nita merasa kasihan. Rifal menepikan motornya dan berbalik ke arah nita, disentuhnya pipi nita dengan lembut.


Rifal tersenyum lembut “Inilah nita gue. Nita yang tomboy tapi hatinya bersih dan lembut. Dia yang selalu mikirin orang lain bukan mikirin dirinya sendiri padahal jelas – jelas tadi yang di akuinya sahabat itu nusuk dia pakai pisau paling tajam tapi masih aja dia ga tega sama orang itu. Lo tahu hal inilah yang gue sesalkan kenapa gue dulu sia – siakan lo dan malah tergoda sama yang cantik wajah bukan cantik hati, makanya sekarang selagi dia bukan milik siapa – siapa gue ngejar dia. Lo nanya kan kenapa gue lakuin itu? Gue lakuin itu buat kasih efek jera buat dia dan chandra supaya ga ada lagi yang ngerasa hal yang sama kaya lo tadi” ungkap rifal.


“Tapi kan ga usah kaya gitu juga kan kasihan dia nantinya” ungkap nita masih merasa bersalah. “Dah jangan dipikirin” ucap egi lembut dan kembali berbalik arah mengendarai motornya. Sepanjang perjalanan nita masih tetap merasa bersalah ke riani, ia kasihan pada riani meski riani sudah kelewatan tadi.