
Wajah nita memerah saat di goda gista. "Ihh lo tuh gis malah godain gue, beneran ini gue lagi jatuh cinta bukan?atau hanya sekedar kagum atau suka aja gitu gue ke rifal? Dia kan sahabat gue dari kecil gis ga mungkin banget gue jatuh cinta sama sahabat gue sendiri, gue sama dia udah tau baik buruknya sifat masing-masing dan selama ini perasaan ke dia datar aja gis" ucap nita yang mulai serius dengan ceritanya "nita sayang, yang namanya jatuh cinta itu ga kenal perbedaan. Emang kenapa kalo kalian sahabat dari kecil? Emang kalo sama sahabat sendiri ga boleh jatuh cinta? Emangnya cinta milih gitu, karna kalian berdua sahabat jadi ga boleh saling jatuh cinta. Banyak kok orang yang awalnya sahabat ujungnya jadi cinta bahkan ada yang dari kecil jadi sahabat sampai dewasa mereka malah menikah akhirnya karna apa? Justru karna mereka merasa udah tau baik buruk sifat masing-masing dan udah tau karakter masing-masing yang akhirnya membuat mereka bisa menerima itu semua. Jadi intinya ga ada larangan buat jatuh cinta, nit" gista menerangkan. Sahabat nita yang satu ini emang terkenal lebih dewasa dibanding yang lainnya, dia juga yang paling sering punya pacar di banding yang lainnya. "Tapi gist kita masih SMP apa iya secepat ini rasanya jatuh cinta?" Nita masih berusaha meyakini perasaannya, gista hanya tersenyum melihat sahabatnya yang masih ragu sama perasaannya, "ntar juga lo tau ini benar-benar perasaan jatuh cinta atau hanya sekedar perasaan numpang lewat aja" jelas gista sambil menepuk pundak sahabatnya ini. Beliau sekolah pun berbunyi tanda sekolah sudah masuk, guru-guru mulai memasuki ruangan kelas masing-masing untuk mengajarkan materi. Nita yang masih di rundung ragu mulai berusaha fokus pada pelajaran dan menepis kebingungan di hatinya saat ini. Tak lama bel tanda istirahat sekolah pun berbunyi semua siswa dan siswi berlarian menuju kantin dan para guru mulai kembali ke ruangan guru. Saat di kantin semua sahabat Nita yang tergabung dalam geng manvimboi duduk di tempat biasa mereka nongkrong, mereka tertawa dan bercerita apapun yang sedang hangat di perbincangkan di sekolah dan Nita pun mulai bercerita tentang perasaannya pada sahabat-sahabatnya. Suasana menjadi berubah sedikit sepi dan seperti jawaban gista yang lain juga sependapat dengan pendapat gista tentang perasaan Nita ke rifal mereka tersenyum karna ya sejujurnya meski nita adalah anak yang tomboi tapi ya sekalipun dia tidak pernah merasakan rasanya jatuh cinta atau cinta monyet atau apapun itu namanya. "Btw genks please banget soal ini cukup kita aja yang tau jangan sampai yang lain tahu terutama rifal gue takut nanti dia jadi jauh dari gue" ucap nita yang meminta sahabat-sahabatnya menjaga rahasia dan sahabatnya semua mengangguk. Tiba-tiba rifal datang dari belakang langsung menyandarkan tangannya di bahu nita "woi, kalian lagi pada bahas apa sih serius amat? Btw kalian lihat Febri ga?gue nyari dia daritadi" tanya rifal pada teman-teman genk nita. Rifal dan teman-teman genk memang sangat akrab. "Febri siapa?" Tanya Puzi teman genk nita yang lain "ya ampun emang kakak ketemu gedenya si nita yang namanya Febri ada berapa?" Jawab Rifal dengan santai. Febri adalah kakak kelas yang di anggap sebagai kakak oleh Nita mungkin karna Nita adalah anak pertama di keluarganya dan karakter yang sedikit manja membuatnya membutuhkan sosok kakak pria yang siap menjadi pelindung dan penasehatnya dan semua karakter itu ia dapatkan di Febri. "Rifal..Rifal..Rifal.." teriak Febri dari jauh memanggil Rifal sambil melambaikan tangan ke Rifal, Rifal membalas melambai tangan ke Febri "yoo tunggu gue ke sana" jawab Rifal. " yaudah gue cabut dulu ya btw thanks ya kalian udah buat si tomboi gue ini senyum lagi soalnya tadi pagi muka dia kusut kaya baju belum di setrika bikin gue khawatir aja mikirinnya" canda Rifal sambil mengacak rambut nita dan beralih pergi meninggalkan mereka. Nita merapikan rambutnya yang berantakan dan bel sekolah pun berbunyi tanda pelajaran mula kembali, murid-murid mulai kembali masuk ke kelas masing-masing dan tak lama bel tanda pelajaran usai pun berbunyi murid-murid berlarian keluar kelas dan saat nita keluar kelas tiba-tiba ada seseorang yang menariknya dan membawanya ke tempat yang agak sepi "kak putra, kenapa kakak tarik tangan aku dan bawa aku ke sini?" Tanya nita sambil melihat sekelilingnya yang agak sepi "aku mau ngomong sama kamu, nit" ucap putra sambil memberikan setangkai bunga mawar merah ke Nita. "Oooo..emang mau omong apa kak? Kenapa ga depan kelas aku aja?" Tanya nita sambil menerima mawar dari putra "ini, nit..itu...ini..itu...duh gimana ya bilangnya?" Ucap putra terbata-bata "kenapa kak? Bilang aja kak? Kok jadi gugup gitu?" Tanya nita dengan tenang. "Ayo putra lo tembak nita sekarang selagi ada kesempatan. Ayo beraniin diri lo nita udah tunggu lo nih" bisik putra dalam hati. Dari kejauhan kakak Nita, Febri melihat adiknya dan teman angkatannya. "Gini nit, aku kenal kamu emang baru banget tapi Nit, tiap aku lihat kamu hati aku tuh tenang dan setiap kali aku ga bisa lihat kamu hati aku jadi gelisah. Kamu adalah sosok yang ceria, rewel, tomboi tapi kadang juga bisa jadi sosok cewe yang manja. Duh, maaf Nit jadi agak berbelit bicaranya. Nita..." Putra mulai mengungkapkan perasaannya dan memegang tangan Nita. "Nita, apa kamu mau jadi pacar aku? Aku suka kamu, aku suka semua karakter kamu" Putra mengungkapkan perasaannya. "Kak, maaf kalo ucapan ini menyakiti hati kakak tapi aku baru kenal kakak belum kenal karakter kakak, aku akui kakak adalah kakak senior yang paling baik di banding yang lain. Kakak perhatian, kakak lembut dan kakak juga lucu orangnya tapi aku maunya kakak cukup anggap aku sebagai adiknya kakak aja bukan sebagai pacar maafin aku ya kak"ucap Nita sambil melepaskan tangannya dari Putra dan meninggalkan Putra sendirian. Tak lama Febri menghampiri Nita dan berpura-pura tidak tahu dengan apa yang terjadi. "dari mana de?" tanya Febri ke Nita. "ade dari belakang kelas kak" jawab Nita sambil menundukkan kepalanya. "yaudah pulang yuk" ajak Febri, dia tahu adiknya sudah terlalu sering di tembak cowo dan belum ada satupun yang di terima oleh adiknya. "kak, ade mau cerita" ucap nita sambil menarik lengan baju Febri