Nita

Nita
N14



Nita melepaskan tangan egi dan terus berlari pergi meninggalkan sekolah egi. Ia langsung menuju rumahnya, masuk kedalam kamar dan mengurungkan diri. Dipikirannya masih terbayang apa yang tadi ia lihat di depan matanya. Drrrt..Drrrt..Drrrt..ponsel Nita bergetar telp dari egi, Nita meliriknya dan mengabaikannya. hatinya masih merasa hancur.



Egi berusaha menelepon Nita berulang kali tapi tidak di angkat juga sama Nita. Akhirnya ia memutuskan mengirimkan pesan ke Nita. "Nita, aku tahu kamu masih marah sama aku. tapi aku mau kamu tahu satu hal, aku dan sarah ga pernah ada apa-apa. aku masih egi kamu, aku masih terlalu sayang sama kamu dan untuk kejadian yang tadi sebenarnya adalah aku berusaha membantunya karna mata sarah kemasukan debu. Ini ga seperti yang kamu lihat dan bayangkan" isi pesannya.



Tak lama pesan egi masuk ke ponsel Nita, Nita membacanya ia menarik nafas lega dan berusaha menghapus air matanya. "ini hanya salah paham,aku sudah salah paham dengan egi" bisiknya dalam hati. kembali ponsel Nita bergetar, egi kembali mengirimkan pesan. "sayang, kalau emosi kamu sudah mulai tenang nanti malam temui aku di lapangan biasa kita main ya. Aku punya sesuatu buat kamu". Saat Nita ingin membalas pesan, "Nita, kamu sudah pulang sekolah belum?" panggil maminya.



Nita keluar dari kamarnya dan menuju dapur "iya mam. ada apa?" ucapnya saat menghampiri mami. "ehh mami masak makanan kesukaan kamu loh, kamu sudah makan siang belum?kalau belum sini makan bareng mami" ajak maminya.



Nita akhirnya makan dan lupa membalas pesan egi. Sementara itu egi masih menunggu balasan pesannya tapi ia yakin nanti malam Nita akan datang. Malam pun tiba, egi menunggu di lapangan dengan harap-harap cemas berharap Nita datang dan memaafkannya. waktu terus berganti tidak terasa sudah hampir 1 jam egi menunggu, hatinya semakin gelisah. Ia terus melihat ke arah jalan yang biasa Nita lewati jika mau ke lapangan.



Tak lama Nita datang dan menghampirinya. Egi menghela nafas lega. "aku yakin kamu pasti datang. apa kamu sudah maafin aku?" tanya egi. Nita mengangguk dan tersenyum, "kamu tahu tadi siang sebelum aku ke sekolah kamu, aku nelpon kamu tapi yang angkat perempuan. Waktu aku tanya dia siapa? dia cuma bilang kalau kamu ga pernah sayang sama aku dan cuma sayang sama dia. Aku nelpon kamu maksudnya mau bilang kalau aku ga jadi kerja kelompok takut kamu khawatir" jelasnya sambil menundukkan kepala.




Nita membukanya dan tersenyum. "Kayanya aku ga pernah minta ini sama kamu tapi kenapa kamu tahu kalau aku lagi mau sekali barang ini" ucapnya dengan wajah bahagia merona. Egi tersenyum, "aku selalu tahu apa yang kamu mau dan kamu butuhkan tanpa kamu beritahu. Dan kamu itu satu-satunya perempuan yang ga pernah menuntut atau minta barang ini itu. Kamu itu wanita sederhana dan mandiri, kalau kamu mau sesuatu ya kamu berusaha mewujudkannya sendiri tanpa harus minta sama orang tua atau orang lain. Itulah yang buat aku semakin sayang sama kamu" ucapnya dengan bangga.



Nita hanya tersenyum tersipu. Hubungan mereka kembali akur, mereka kembali bercanda tertawa seperti sebelumnya. Waktu menunjukkan pukul 09.00 malam egi mengantarkan nita pulang kerumahnya. "Nit, kalau nanti ada hal seperti ini lagi atau ada yang hubungi kamu bilang ini itu tentang aku, jangan percaya ya. Itu hanya orang yang ingin merusak hubungan kita. Semoga hal ini akan membuat kita semakin saling percaya satu sama lain" ucapnya sambil memegang tangan nita.



Esok harinya saat disekolah ego bergegas menemui sarah. "Apa maksud perbuatan lo kemaren ke pacar gue?" Tanya egi dengan wajah marah dan menarik tangan sarah dengan kasar. "Aduh sakit gi, apaan sih gue ga ngerti. Lepasin dong tangan gue sakit tahu" ucap sarah berusaha mengelak sambil memegang pergelangan tangannya yang memerah karna dipegang egi. "Ga usah pura-pura ga tahu. Apa maksudnya angkat telpon di ponsel gue dan buat hati pacar gue jadi kesal" bentak egi. "Gue cuma iseng saja kemarin, pacar lo yang bodoh percaya saja dengan ucapan gue" jawabnya santai.



Egi mengepalkan tangannya dan berlalu pergi meninggalkan sarah. "Sial, kemarin gue gagal dan jadinya egi malah marah dan menjauh dari gue. Lihat pembalasan gue nanti" ucapnya dengan tatapan penuh dendam. Di sekolah nita. "Woi nit kemana lo kemarin buru-buru banget pulang sekolah?" Ucap gista. Nita menghela nafas dan tersenyum sambil menggelengkan kepala. "Gapapa kemaren gue lupa ada janji sama nyokap gue " ucapnya.



"Ga ada yang boleh tahu masalah pribadi gue termasuk sahabat-sahabat gue ini nanti yang ada mereka emosi dan malah jadi keributan".ucapnya dalam hati