
Bel sekolah pun berbunyi. Murid-murid mulai masuk ke kelasnya termasuk teman-teman nita yang kembali ke kelas masing-masing. Hari-hari berlalu begitu, rifal menjalani hari dengan rina dan mulai tak peduli pada nita sahabatnya, mereka tidak lagi main bersama karna kesibukan rifal yang sekarang. Sudah hampir 1 bulan hubungan rifal dan rina berlangsung. Nita pun mulai memutuskan untuk menerima egi karna dorongan semua teman-temannya. Sabtu pagi nita mengirimkan pesan ke egi "kak, aku mau kasih jawabannya nanti malam bisa ga ketemu aku di taman yang kemarin kakak ajak aku?" Isi pesan nita. Hp egi berbunyi dan egi segera membalas pesan nita "ok nanti malam kakak jemput". Malam pun tiba, egi menjemput nita kerumahnya dan mengajaknya ke taman tempat dia mengungkapkan perasaannya. Sesampainya disana "kak, makasih ya sudah mau nunggu jawaban dari aku selama ini. Maaf karna aku sudah buat kakak menunggu. Kak, apa pertanyaan dan permintaan itu masih berlaku?" Tanya nita ke egi. Egi tersenyum meski hatinya berdegup kencang, "masih de. Pertanyaan dan permintaan itu masih berlaku sama kaya perasaan aku ke kamu yang masih sama" jawab egi. "Kak, aku mau kak" jawab nita malu-malu sambil menghela nafas. "Mau apa nita?" Tanya egi yang masih bingung dengan jawaban nita. "Aku mau jadi pacar kakak, maaf ya kak kalau jawaban ini terlalu lama aku kasih" jawab nita. Dengan wajah penuh bahagia egi tersenyum ceria. "Tapi kak, ini cuma boleh teman-teman genk aku dan kak febri saja yang tahu jangan sampai rifal tahu" pinta nita. Egi bingung dengan permintaan nita. "Emang kenapa kan kalian sahabat dari kecil? Dan rifal adik aku" tanya egi. Nita tersenyum "rifal lagi bahagia sama pacar barunya biar dia bahagia dulu" jawab nita. "Loh kebahagiaan dia akan bertambah dong dengan kita pacaran" ucap egi. "Biar dia tahu dengan sendirinya, ini akan jadi kejutan buat dia lagian dia sudah bisa melihatnya sendiri tanpa harus di kasih tahu" kata nita tersenyum. Egi pun mengiyakan ucapan nita sambil menggenggam tangan nita, malam itu mereka menghabiskan malam bersama tidak terasa waktu menunjukkan pukul 21.30 waktunya mereka pulang sebelum mami nita menelepon nita.
Sesampainya dirumah, nita turun dari motor egi. Lalu egi menarik tangan nita, "good night sweet heart" ucap egi. "Good night too" jawab nita.
Nita pun berlalu masuk kerumahnya dan langsung masuk kekamarnya, egi pun kembali kerumah. Didalam kamar, "apa ini benar? Gue jadian sama kak egi" bisik nita dalam hati, nita menghela nafas dan tersenyum "semoga dengan ini luka itu akan segera sembuh" doanya dalam hati. Di kamar egi "akhirnya gue jadian juga sama nita ga nyangka kaya gini rasanya ternyata" ucap egi dalam hati sambil tersenyum bahagia lalu ia mengambil hpnya, merubah nama nita di ponselnya "my sweet heart" itu namanya dan ia mengirim pesan ke nita "assalamualaikum my sweet heart, kamu udah tidur belum?" Pesan terkirim. Drrrtt..Drrrtt..Drrrtt.. hp nita bergetar, nita membuka pesan dari egi dan tersenyum. "Belum kak,kakak udah Mau tidur ya?" Nita membalas dan mengirim balik pesan. Ting..ting..ting..bunyi pesan dari hp egi. Dan egi membukanya "belum kok sayang. Ehh, kita sudah pacaran kok kamu masih saja panggil aku kakak, panggil aku kamu saja ya sekarang,kalau kamu mau panggil aku dengan panggilan kesayangan juga gapapa" egi membalas pesan nita. "Iya ok. Aku akan panggil kaya gitu ya. Hehehe aku belum tahu mau panggil kamu dengan panggilan kesayangan apa?" Pesan nita lagi. Sepanjang malam mereka saling berkirim pesan hingga tak terasa waktu mulai larut malam. "Aku mulai ngantuk nih, aku tidur duluan ya" pesan nita terakhir ke egi dan egi pun membalasnya. "Ok, aku juga sudah mulai mengantuk. Besok aku ajak kamu nonton ya, nanti aku jemput. Good night my sweet heart", pesan terkirim. Esok hari tiba nita bersiap-siap. Dibalik pintu mami mengetuk pintu "nit" panggilnya, nita keluar. "Nit, mami papi dan edu mau pergi ke rumah teman papi, kamu mau ikut ga?" Ajak maminya. "Ga mam, aku ada janji nonton sama teman" jawab nita. "Oyasudah kamu hati-hati ya" ucap maminya. Nita mengangguk. "Iya kalian juga hati-hati ya" ucap nita sambil menutup pintu kamar dan kembali bersiap. Keluarganya pun akhirnya meninggalkan rumah tidak lama setelah itu suara motor egi didepan rumah nita, nita melihat dari jendela dan tersenyum melihat egi yang melambaikan tangan, ia bergegas turun dari rumahnya. "Mba, aku pergi dulu ya." Pamit nita ke asisten rumah tangganya