
“Makasih ya, nit. Oiya, nanti gue mau ketemu chandra dan mau kumpulkan teman satu sekolah di halaman sekolah. Gue mau membersihkan nama baik lo nit.” Ucapnya.
Bel tanda pelajaran usai berbunyi. Tiba – tiba terdengar suara siswa siswi yang bertugas piket memberikan pengumuman. Kepada seluruh murid harap berkumpul di lapangan sekolah selepas pulang sekolah.
Riani sudah mengunci pintu gerbang sekolah agar tidak satupun murid yang bisa keluar sebelum ia dan chandra selesai membersihkan nama baik nita.
“Maaf sebelumnya karna gue mengumpulkan kalian semua disini. Gue cuma mau bilang semua ucapan gue dan chandra beberapa waktu lalu tentang nita. Itu semua adalah salah, gue dan chandra yang menjebak nita. Dan hingga saat ini nita masih menjaga kehormatannya. Jadi gue minta ga ada lagi yang salah paham sama nita atau berpikir buruk tentang nita.” Ucap riani sambil memegang microfon.
Semua murid saling berbisik mendengar semua ini, mereka menatap riani dan chandra dengan tatapan sinis. mereka tidak menyangka sahabat sendiri yang ingin menyakiti sahabatnya. Kini bukan cuma teman sekelasnya aja yang memusuhinya tapi juga satu sekolah.
Ya itulah konsekuensi yang harus ia ambil untuk membersihkan nama baik nita, orang yang begitu baik padanya. Ia menghela nafas dan menghembuskannya perlahan. “Sebenarnya chandra sendiri udah selingkuh sama gue dan semua cerita tentang nita itu hanya sebatas karangan gue dan chandra aja” tambahnya lagi.
Rahang chandra menggertak menahan kekesalan atas ucapan riani baru saja namun ia tidak bisa berkutik karna semua yang di ucapkan riani tentang hubungan mereka memang benar. Ia mengepalkan tangan memendam kekesalan yang hampir sudah tidak bisa ditahan lagi.
Selepas pengumuman selesai riani membuka pintu gerbang kembali. Saat ia hendak menuju kelas tiba – tiba di ujung lorong kengannya ditarik. “Apa yang lo lakuin? Lo baru aja permalukan gue dan permalukan diri lo sendiri” sentak chandra.
“Gue tahu apa yang gue lakuin, gue sadar gue salah. Harusnya lo juga ngerasa bersalah, pipi lo aja udah memar gitu kan” ucap riani dengan nada tinggi. “Oke kalo itu mau lo, kita putus sekarang” ucap chandra dengan nada tidak kalah tinggi.
“Oke. Gue lebih baik kehilangan satu cowo kaya lo daripada gue kehilangan sahabat kaya nita. Dan asal lo tahu sebenarnya gue godain lo sampai buat lo selingkuh sama nita karna mau hancurin nama baik nita aja awalnya. Gue ga pernah sekalipun suka apalagi sayang sama lo. Dari awal gue cuma punya dua niat. Yang pertama hancurin nama baik nita yang sekarang gue sesali dan yang kedua karna gue mau dekatin angga, yang dari awal gue suka itu angga bukan lo” sentak riani.
“Shit.. lo emang cewe brengsek ya. Asal lo tahu cewe yang disukai angga ya kaya nita bukan kaya lo. Cewe yang ga bisa jaga kehormatannya. Lo pikir setelah masalah ini, angga mau nerima lo gitu jadi pacarnya? Ga akan apalagi kalo dia tahu kalo kehormatan lo udah gue ambil. Dia ga akan sudi dekat sama lo apalagi jadi pacar lo” sentak chandra tak mau kalah dan berlalu meninggalkan riani.
riani menyandarkan pundaknya ke tembok, ucapan chandra benar. Siapa yang mau jadi pacar wanita yang sudah kehilangan kehormatannya. Air matanya mulai menetes, kesalahannya membuat ia kehilangan semuanya. Batinnya terpukul.
Ia berjalan menuju kelasnya untuk mengambil tasnya. Tiba – tiba ia melihat angga dan nita bersama didepan kelas mereka. Hatinya semakin terluka melihat itu semua. Dari kejauhan nita melirik ke belakang angga, ia melihat ada riani disana dengan air mata yang menggenang. Dengan senyum nita meraih tangan angga, menariknya menemui riani.
Riani yang sadar nita menuju ke arahnya, berbalik menghadap belakang berusaha menghindar. “Riani” panggilnya. Riani terdiam, hatinya belum kuat saat ini kalo harus mendengar angga dan nita pacaran. “Ga jangan sekarang, nit. Gue belum siap dengar tentang hubungan kalian” rutuknya dalam hati dengan kepala tertunduk. Nita meraih pergelangan tangan riani.
“Angga, bukan gue yang seharusnya lo sukai dan lo sayangi tapi riani. Riani dari awal suka sama lo, lo harusnya bisa sayang sama orang yang udah sayang sama lo. Yasudah gue tinggal ya gue udah di jemput soalnya” ucap nita lembut sambil menyatukan tangan angga dan riani kemudian berlalu meninggalkan mereka berdua. Riani menatap nita hingga hilang dari penglihatan. “Nita” ucapnya pelan.
“Gue salah udah berniat buruk sama orang kaya lo, nit” rutuknya dalam hati. Ia semakin merasa menyesal dengan semua perbuatannya ke nita. Mereka berdua terdiam, hanya sesekali saling melirik mereka lupa bahwa tangan mereka sedang berpegangan karna nita tadi.
Nita sudah sampai pintu gerbang sekolah. Rifal sudah menunggu disana, ia melihat rona bahagia terpancar dari wajah nita. “Ciee, bahagia banget kayanya hari ini. Karna aku jemput ya?” goda rifal jahil. “Enak aja, bukan tahu” jawab nita sambil meraih helm dari rifal. “Terus kenapa dong?” pancing rifal.
Ia bahagia melihat wajah nita seperti ini. ”Semua masalah sekarang sudah mulai selesai, fal. Perlahan semua akan membaik” ucap nita sambil menaiki motor. Rifal tersenyum mendengarnya, mereka berlalu meninggalkan sekolah.
Hari demi hari kini semakin membaik, teman – teman sekolah nita yang awalnya memusuhi riani dan chandra kini mulai bisa kembali seperti biasa lagi. Hanya riani tetap tidak diterima di genk nita, mau sekeras apapun nita membujuk teman – temannya untuk menerima riani lagi dalam anggota mereka.
Tapi kini riani menerimanya, ia pantas menerima itu semua. Tak terasa sudah hampir empat bulan hubungan ttm antara rifal dan nita berjalan. Rifal optimis ia akan bisa merebut hati nita lagi. Ada suara ketukan pintu, nita bergegas membukanya ia berpikir rifal ingin mengajaknya jalan.
Dengan senyuman ia membuka pintu. nita terdiam saat membuka pintu. raut wajahnya seketika berubah menjadi datar “Egi” ucapnya pelan. “Apa aku ganggu kamu, nit?” tanya egi dengan menatap nita. “Eh ga ganggu, ada apa?” tanya nita. “Gapapa aku mau ketemu kamu aja. Gapapa kan?” tanya egi lembut.
Nita menggeleng sedikit. Keduanya duduk diteras rumah nita. “Gimana kabar kamu? Masalah waktu itu udah selesai?” tanya egi basa basi. Sejak masalah itu ia juga harus mengurus beberapa masalah di inggris hingga berbulan – bulan lamanya sampai ia tidak bisa ada disaat nita membutuhkan dukungan seseorang. Meskipun begitu ia melakukan itu supaya bisa pindah dengan baik dan bisa selalu ada didekat nita.
Di Inggris pikiran egi juga tidak tenang, hati dan pikirannya selalu tentang nita. “kabar aku baik dan semua masalah sudah lama selesai” nita hanya menjawab pertanyaan egi tak mau basa basi. “Oiya, ini ada dimsum buat kamu” egi memberikan bungkusan yang dibawanya. “ooo iya makasih ya” ucap nita sambil menerima pemberian egi. “Maaf ya aku ninggalin kamu disaat kamu lagi ada masalah” ucap egi merasa menyesal.
Kegalauan kembali hadir di hati nita, satu sisi ia sudah mulai bisa membuka hatinya kembali untuk rifal sahabat sekaligus cinta pertamanya tapi disatu sisi rasa dihatinya untuk egi masih sama seperti dulu.
Ia merenung di balkon rumahnya sambil mengayunkan kakinya, tatapannya kosong. Saat ini ia memilih menjauh dari egi dan rifal. Ia ingin menyendiri dan memastikan perasaannya sendiri. Di tatapnya langit malam, ia bingung harus berbuat apa dan harus memilih siapa.
Apakah egi kekasihnya dulu, perasaannya ke egi juga belum berubah masih sama tapi egi ga pernah ada saat ia butuh seperti rifal. Setiap ia lagi mendapat masalah Cuma rifal yang ada disampingnya dan menemaninya. Drrrtttt…drrrrtttt… getar ponsel membangunkannya dari lamunan. Bisa ketemuan besok, nit? Di taman dekat rumah kamu. Chat dari egi. Nita hanya melihatnya sekilas kemudian memejamkan mata dan menghela nafas kemudian menghembuskannya.
Ia berpikir ini semua memang salahnya, seandainya sejak awal ia tidak mengikuti permintaan rifal untuk menjalani hubungan ttm mungkin situasinya ga serumit ini. Ia kini ada diantara dua kakak beradik. Ia membuka matanya, membalas singkat chat dari egi. Oke. Udara malam semakin menusuk tubuhnya, nita bangun dari duduknya menuju kamar.
Ia berharap ia bisa menemukan jawaban terbaik untuk ini semua. Ia tidak mau larut seperti ini terus hal ini merusak konsentrasinya belajar dan melakukan kegiatan lainnya. Esok hari ia akan menemui egi ditempat yang diberitahu egi. Keduanya pun bertemu.
“Hai, nit” sapa egi. Nita hanya tersenyum membalasnya. “Nit, jujur aku ga tahu kenapa kamu tiba – tiba menjauh dari aku. Dan ternyata kamu juga menjauh dari rifal. Kamu kenapa?” tanya egi terus terang. “Ga ada apa – apa. Aku hanya mau menyendiri aja” jawab nita datar dan menatap pepohonan dan bunga di depannya.
“Bohong. Pasti ada yang kamu sembunyiin kan. Aku kenal kamu, nit” sahut egi tak percaya. “Apa karna aku meminta kamu untuk kembali ke aku?” tebak egi langsung. Nita terdiam memikirkan jawaban pertanyaan egi.
Karna inilah ia merasakan dilema dihatinya. Tiba seorang wanita menghampiri mereka. “Egi” panggil wanita itu. Nita dan egi menoleh kearah wanita itu. “Sarah” ucap keduanya bersamaan. Sarah menghampiri mereka yang sedang duduk di bangku taman
“Bukannya dia masih di inggris? Kan belum ada liburan semester atau liburan lainnya” ucap egi pelan ke nita. Nita hanya menatap egi sekilas dan kembali ke arah sarah. rasa nyeri dihatinya kembali muncul. Perasaan sakit yang sudah mulai hilang kembali masuk ke hatinya. “Aku nyari kamu di Jakarta tapi ternyata kamu kabur ke sini” ucap sarah yang terengah – engah.
Ada pemandangan yang berbeda saat nita melihat penampilan sarah sekarang. “Kemana badannya yang dulu kenapa jadi gemuk seperti ini?” batinnya. “Kamu mau berusaha jadi cowo yang ga tanggung jawab egi” nada sarah mulai tinggi. Nita tertegun mendengarnya.
“Apa lagi maksudnya kali ini?” batin nita. Ia merasakan rasa perih mulai menjalar di hatinya. “Maksud kamu?” sergah egi dengan kedua alis bertaut.
“Iya kamu mau coba ga tanggung jawab setelah kamu lakukan ini ke aku trus kamu balik ke Indonesia dan coba balik lagi ke cewe ini?” ungkap sarah mulai kesal dan menatap ke arah nita. Hati nita semakin tidak menentu, ia merasakan perasaan nyeri di ulu hati. “Mungkinkah?” batinnya bertanya.
“Kamu lupa sebelum kamu balik ke Indonesia waktu itu kita udah lakuin hubungan itu dan membuahkan hasil di perut aku ini” ungkap sarah sambil menunjuk ke arah perutnya. “Apa?” egi segera menoleh ke nita ia tak sanggup kehilangan nita lagi dan ia takut nita akan salah paham dengar ini semua.
“Kenapa aku? Bisa aja kamu lakuin hal itu sama cowo lain dan jadikan aku kambing hitam. Cukup sarah jangan berbohong lagi. Aku ga pernah lakuin hal itu ke kamu” elak egi.
“Oyaaa… kamu lupa saat aku putus sama nita dan kamu gagal dapat hatinya kamu kembali ke Inggris dan waktu itu kamu maksa aku buat ikut minum sama kamu dan mabuk sama kamu. Waktu kamu antar aku pulang ke apartemen dan kamu meminta aku melakukan hal itu sama kamu. Aku ga serendah itu egi untuk melakukan hal itu ke banyak cowo. Hanya kamu yang aku cintai dan hanya kamu juga yang bisa menyentuh aku” ungkap sarah, air matanya menggenang.
Nita menatap ke arah egi tak percaya, tubuhnya tiba – tiba lemas. Ia tak percaya egi bisa melakukan hal itu. Tidak usah pedulikan perasaannya karna hubungan di antara mereka telah usai tapi coba pikirkan perasaan umma dan bapaknya saat mengetahui hal ini. Nita ingin tak percaya dengan apa yang dikatakan sarah tapi bukti itu telah nyata ada di hadapannya saat ini.
Perut sarah mulai membuncit ke depan meski belum terlalu terlihat. Perlahan langkah nita mundur menjauh dari egi dan sarah, ia merasa ada banyak pisau yang menancap dihatinya saat ini.
Egi meraih tangan nita. “Ga nit, ini pasti ga benar. Ini pasti Cuma karangan sarah aja. Dia tahu aku dan kamu mau kembali lagi jadi dia berusaha menghancurkan kepercayaan kamu lagi, nit. Please percaya sama aku” egi berusaha membela diri. Ia ingin percaya dengan ucapan egi tapi ia melihat bukti itu nyata di depan matanya. Mata nita menghangat, ia baru saja ingin bermaksud menerima egi kembali menjadi kekasihnya tapi belum kembali di mulai semuanya sudah berakhir.
Ia mencoba melepaskan tangannya dari egi, perlahan kakinya melangkah mundur. Ia berbalik dan berlalu meninggalkan sarah dan egi. Egi berusaha mengejarnya tapi sarah mencegahnya. Ia berusaha sekuat mungkin untuk mengejar nita tapi ga bisa. Ia dan sarah kembali ke Jakarta. Kini ia telah membuat kesalahan kedua kalinya ke nita. Tertutup sudah semua harapan, kali ini ia benar – benar kehilangan nita.
Setibanya di Jakarta, egi dan sarah berusaha menjelaskan ke umma dan bapaknya juga ke orang tua sarah. Ia dan sarah harus bertanggung jawab atas perbuatan yang mereka ambil. ia tak bisa berkata bahwa ia khilaf. Umma dan bapak sangat mempercayai egi dan menggantungkan harapan lebih ke egi dibanding ke rifal.
Karna dari awal rifal tidak pernah memberikan prestasi apapun ke mereka. Rifal hanya tahu bermain dan berpacaran saja meski kedua orang tuanya melarang untuk berpacaran sebelum menikah.
Rifal yang mengetahui masalah ini dari nita segera pulang ke Jakarta. Ia terkejut kakaknya bisa berbuat seperti ini. Sesampainya di Jakarta, ia mendengar kedua belah keluarga memutuskan tanggal pernikahan untuk mereka berdua. “Lebih cepat lebih baik pak” ungkap orang tua sarah dengan wajah memerah menahan malu karna perbuatan anaknya.