Nita

Nita
N26



Nita membalasnya, “kapan dia sampai, fal?” rifal menerima pesan nita dan langsung membalasnya. “Semalam, nit. Selisih berapa menit abis gue sampai. Nit, nanti sebelum gue chat lo duluan lo jangan chat gue duluan ya nit. Lo tahu kan gimana kondisinya? Dan gue ga mungkin larang kak egi buat masuk ke kamar gue tanpa sepengetahuan gue”, pesan terkirim.


Nita mengerti maksud rifal, “ok, fal. Btw, thanks banget ya lo sudah mau nolong gue supaya gue benar – benar lost contact sama kak egi terus dia ga bisa hubungi gue lagi dan sorry banget gara – gara gue, lo jadi harus kucing – kucingan sama kak egi.” Pesan dari nita terkirim dan rifal langsung membaca serta menghapusnya. “apapun gue lakukan untuk lo, nit. Sekalipun gue harus bohong sama kakak gue sendiri”, ujar rifal.


Tak lama kemudian tiba – tiba umi memanggil. “rifal, egi makan siang bareng yuk umi hari ini masak makanan kesukaan kalian”, panggil umi dari tempat meja makan. Egi dan rifal bergegas turun menghampiri umi mereka. “umi, egi mau cerita”, ucap egi sambil menyantap makanannya. “kalau lagi makan itu ga boleh ngomong, nak. Kan kamu tahu”, jawab uminya.


“Iya, egi tahu kok, mi. egi mau Tanya pendapat umi aja. Mi, egi punya teman dan dia punya pacar. Nah pacarnya itu cinta pertama sekaligus pacar pertamanya. Dan pacarnya itu sahabat baik dari adiknya mi, adik dia cowok. Sekarang teman egi dan pacarnya lagi bertengkar mi, pacarnya sekarang menjauh dan ga ada kabar sampai sekarang. Teman egi sudah berusaha hubungi pacarnya berkali – kali tapi nomor pacarnya ga aktif juga, dia sempat tanya adiknya soal tahu ga nomor pacarnya tapi adiknya bilang ga tahu dan ternyata adik dia bohong sama dia, mi. Dia bilang ga tahu padahal dia sering banget hubungan sama pacarnya dan baru habis jalan – jalan sama pacarnya tanpa sepengetahuan kakak. Menurut umi pantas ga adiknya kaya gitu?” Cerita egi panjang lebar.


Uminya hanya diam dan mendengarkan lalu rifal yang sadar cerita yang di ceritakan egi adalah cerita tentang mereka bertiga pun menjawab. “teman kakak itu bertengkar kenapa sama pacarnya? Kan ga mungkin banget kalau pacarnya milih bersikap kaya gitu dan ga mungkin banget kan kalau karna masalah sepele si cewek milih lost contact sama pacarnya”, ucap rifal sambil menatap mata egi.


Egi melirik rifal dengan sinis, “Cuma salah paham aja sih, fal. Teman kakak dah berusaha jelasin tapi pacarnya ga mau dengar dan milih pergi”, jawabnya. Rifal semakin memancing egi, “ga mungkin kak kalau bukan karna salah paham doang sih cewek sampai kaya gitu, kalau bukan kesetiaannya di khianati cewek ga akan kaya gitu”, jawab rifal dengan nada yang mulai tinggi. Suasana makin memanas egi dan rifal semakin bersitegang.


Suasana berubah menjadi hening, egi dan rifal masih saling memanas. Egi semakin curiga dengan sikap rifal yang seperti tahu masalah dia dan nita dan rifal ga akan biarin sahabatnya ketemu lagi sama egi. “Kenapa kalian malah saling diam? Saling minta maaf sekarang, kalian itu kakak adik masa berantem cuma karna orang lain”, ucap uminya yang berusaha mendinginkan suasana yang mulai panas.


Dengan saling terpaksa keduanya akhirnya saling meminta maaf dan berjabat tangan, selesai makan egi dan rifal masuk ke kamar mereka masing – masing. Hati egi masih kesal karna merasa di bohongi adiknya tapi tiba – tiba terbesit di pikirannya untuk coba menghubungi kontak nico, dia yakin nico adalah kontak nita yang namanya sengaja di ubah oleh rifal agar ia tak tahu. Ia mengambil ponselnya dan langsung menelpon nico.


“Halo, maaf ini siapa ya?”, suara nita terdengar jelas oleh egi. Pikirannya benar kalau ini adalah nomor nita yang baru. Perasaan dihatinya bercampur aduk bahagia, senang karna bisa mendengar suara nita tapi juga takut kalau nita tahu yang menelponnya adalah egi telponnya langsung dimatikan. “Halo… Halo… Halo… maaf ini siapa ya? Nelpon tapi kok ga ada suaranya?”, suara nita kembali terdengar, egi memilih diam untuk mendengarkan suara yang sangat ia rindukan. Nita yang bingung dengan telpon yang masuk akhirnya memilih mematikan ponselnya.


“Siapa sih ga jelas banget nelpon tapi kok ga ada suaranya, kalau pun salah sambung kan harusnya juga tetap ngomong. Nyebelin banget”, gerutunya. Tidak terpikir olehnya kalau egi yang menelponnya. Egi merasa lega karna berhasil menemukan kontak nita yang baru. Setelah beberapa hari egi dirumah tidak terasa anak-anak sekolah sudah mulai memasuki tahun ajaran baru. Egi yang sudah lama memendam kangen begitu dalam ke nita memilih menemui nita di Bandung.