
Nita yang kaget segera melepaskan tangannya. “hehh, iya mau ngomong apa, chand?”, Tanya nita langsung.
“Aku tahu ini terlalu cepat bahkan aku aja baru dekat sama kamu baru – baru ini dan aku kenal kamu belum genap sebulan. Tapi jujur, dari awal masa orientasi kita waktu itu. Aku sering mengamati kamu, aku sering lihat kamu dan perhatikan semua tentang kamu. Aku berusaha cari tahu apa yang kamu suka, apa yang kamu ga suka, hobby kamu apa, pokoknya semua. Aku coba dekatin kamu, kasih perhatian ke kamu. Nit, aku suka sama kamu, aku sayang sama kamu ga tahu dari kapan datangnya tapi aku berharap kamu mau jadi pacar aku?”, ungkap chandra yang mengungkapkan perasaannya ke nita.
Nita terdiam, “maaf chand, aku butuh waktu buat jawab pertanyaan kamu yang baru aja. Aku belum siap buat jawab sekarang lagipula aku sama kamu baru kenal belum lama dan dekat pun baru – baru ini aja kan?”, jawabnya dengan berat hati.
“Gapapa kok, nit. Aku siap nunggu jawaban kamu sampai kamu siap. Ga usah di pikirin dulu santai aja, kita nikmatin aja kedekatan ini.” Ucap chandra.
Mulai dari hari itu, mereka semakin dekat dan chandra selalu ada buat nita kapan pun nita butuh. Egi yang tahu tentang pernyataan cinta chandra ke nita tidak terima.
“Kurang ajar berani – beraninya dia senekat itu buat nembak nita. Gue ga akan tinggal diam gue akan buat nita menjauh dari chandra dan kembali ke gue”, ucapnya dengan tatapan licik.
Segala cara egi lakukan untuk buat nita menjauh dari chandra, mulai dari mengirimkan bunga mawar putih ke rumahnya setiap pagi, mengirimkan puisi tentang cinta mereka dulu, mengirimkan coklat setiap harinya, berbagai ungkapan cinta dan permintaan maaf egi kirimkan buat nita dan terus berharap nita akan kembali ke dia.
“ semua bunga, coklat, dan puisi yang aku kirim ke kamu kenapa ga buat bisa buat maafin aku, nit. Aku benar – benar sayang sama kamu. Aku harus kaya gimana lagi, nit?”, egi mulai dilanda putus asa.
Kedekatan antara chandra dan nita semakin erat terjalin dan membuat emosi egi semakin membara. “nit, makan ditempat biasa yuk pulang sekolah nanti”, ajak chandra. Nita menjawabnya dengan mengangguk dan tersenyum.
Setelah nita menaiki motornya, chandra melajukan motornya menuju tempat yang dituju. Sesampainya disana mereka segera memesan makanan.
Egi yang sedari awal memperhatikan mereka dari keluar gerbang sekolah hingga akhirnya di tempat makan itu memilih duduk di belakang nita dengan menyamar agar nita tidak mengenalnya.
“Chand, sudah 1 bulan ya setelah ungkapan perasaan kamu waktu itu ke aku. Maaf karna aku belum kasih jawaban ke kamu”, ungkap nita yang merasa tidak enak.
Chandra hanya tersenyum dan sambil meraih tangan nita “ kan aku dah bilang ke kamu jangan di pikirin. Aku siap nunggu kok.” Nita terdiam, “hari ini aku akan jawab semuanya chand. "Aku mau nerima kamu jadi pacar aku, aku mau coba belajar buka hati aku buat yang lain”, ungkapnya
Raut wajah chandra berubah sumringah, rona kebahagiaan terpancar di wajahnya. “Akhirnya, sumpah ini seneng banget aku dengarnya”, ucap chandra. Egi yang tidak terima tiba – tiba marah. Ia melepas samarannya, “nit, kamu ga boleh terima dia”, emosi mulai membara. Nita memalingkan wajahnya.
Egi mencaci maki chandra, nita yang geram akhirnya berdiri. “Nit, aku akan lakuin apapun asal aku dapat maaf dari kamu dan kamu bisa kembali lagi sama aku”, ucap egi yang berusaha memohon.
Nita melepaskan tangannya dari genggaman egi, dari tatapannya terlihat luka itu terlalu dalam. “Oke, ambil gelas itu dan pecahkan gelas itu sekuat mungkin”, ucapnya sambil menunjuk gelas di samping egi. Egi menatap gelas itu, "maksudnya apa?" tanyanya.
"Lakuin aja tadi kata kamu bilang mau lakukan apa aja", nada suara nita berubah