My Woman Is Cold

My Woman Is Cold
Valencia ingin putus



Dia pun segera menancapkan gas mobil nya segera menuju ke bandara, dan tepat pesawat pribadi miliknya belum terbang, anak buahnya telah menunggu di depan dan menyambut kedatangan nya, dan sudah tahu jika saat ini dia akan kembali ke Korea, beberapa pramugari mendatangi lalu menyiapkan makanan kesukaan nya, karena dirinya tadi pagi hanya makan sandwich, dan kini terasa lapar dan dia memang berniat untuk makan siang bersama mereka, akan tetapi situasi tidak memungkinkan yang harus membuat nya harus segera kembali ke Korea


Kini mereka selesai dengan pembuatan videoklip, dan segera menghampiri nya untuk mengajak ke suatu tempat


"PD Nim dimana teman kami" tanya Seok Jin yang tidak melihat keberadaan Cha Eun Sang


"Dia pergi berburu buru setelah mendapatkan panggilan dari seseorang, dan dia hanya mengucapkan jika dia harus kembali ada urusan penting" ucap PD Nim


"Aku sangat khawatir kepadanya, karena di lihat memang urusannya sangat mendesak mungkin terjadi sesuatu kepada nya" ucapnya lagi


"Dimana dia Hyung" tanya Jungkook yang mencari keberadaan Cha Eun Sang


"Apa dia pulang ke apartemen nya atau kembali ke kantor nya" ucap J-hope yang penasaran


"Dia sepertinya kembali ke Korea, karena Cha Eun Woo" ucap Suga yang sedang melihat ponsel miliknya


"Maksudnya Hyung, memang ada apa dengan Cha Eun Woo" tanya Park Jimin,


"Baca artikel ini" ucap Suga dan memberikan ponsel miliknya kepada Park Jimin dan terkejut apa yang di baca dalam artikel


"Ada apa dengan Cha Eun Woo" tanya Seok Jin


"Dia mengalami kecelakaan Hyung" ucap V yang juga membaca artikel tersebut dari ponsel miliknya


"Ternyata dia kembali ke Korea karena Eun Woo mengalami kecelakaan, dia pasti sangat mengkhawatirkan kondisi dia" ucap RM


"Sebaiknya kita susul dia dan melihat kondisi Cha Eun Woo, sepertinya sangat parah" ucap Jungkook dan mereka mengangguk setuju, karena setelah pembuatan videoklip, mereka sudah tidak memiliki kegiatan apapun hanya tinggal mempromosikan lagu terbaru nya, dan segalah keperluan mereka sudah ada yang mengatur penerbangan menuju ke Korea


Beberapa jam penerbangan kini Cha Eun Sang sudah mendarat di bandara Korea, lalu segera menuju rumah sakit dimana Cha Eun Woo di rawat


Dia pun segera menuju ke kamar dimana Cha Eun Woo di rawat, sebelumnya anak buahnya sudah mencari tahu informasi Cha Eun Woo, dia pun masuk ke dalam kamar tersebut, dan menghampiri sepasang suami istri tersebut yang masih setia berada di samping putra nya yang belum bangun


"Sayang kamu harus tenang putra kita pasti akan bangun, dia hanya pingsan, kata dokter luka dia tidak terlalu parah" ucap ayah Cha Eun Woo mencoba menenangkan istri nya


"Eomma Appa" ucap Cha Eun Sang yang menghampiri mereka, dan keduanya pun melihat asal suara tersebut


"Eun Sang akhirnya kau datang juga" ucap ibu Cha Eun Woo lalu keduanya berpelukan


"Eomma jangan khawatir Eun Woo, dia pasti segera sadar" ucap Cha Eun Sang mencoba menenangkan nya, dia pun membujuk untuk istirahat dan makan, karena sebelumnya dia belum menyentuh makanan sedikit pun, setelah itu dia memesan makanan, dan tidak lama kemudian pesanan pun datang


"eomma pasti lapar, dan ini Eun Sang sudah beli makanan" ucap Cha Eun Sang tetapi dia menolak secara halus, karena tidak tega melihat putranya masih belum siuman, dan dia melihat Cha Eun Sang dan tersenyum, dan mengelus pipinya dengan lembut, dan teringat sesuatu


"kamu putri yang baik, eomma yakin itu" gumam nya dalam hati


"mau Eun Sang suapi" tawar nya dan wanita itu pun mengangguk setuju, dan pria itu tersenyum melihat istrinya kini mau makan


"kau juga harus makan" ucap ibu Cha Eun Woo dan dia pun mengangguk setuju, dan menerima suapan dari tangan nya, dan pria itu tersenyum bahagia, di situasi seperti ini masih ada seseorang yang bisa memberi dukungan, sandaran, dia juga merasa jika gadis itu datang di keluarga nya merupakan hadiah, dari dulu hingga sekarang


"Appa juga, harus ikut makan bersama kami Eun Sang yakin jika Appa belum makan sama sekali bukan" ucap Cha Eun Sang menyuruh pria paruh baya tersebut untuk ikut bersama nya


"dalam situasi seperti ini bisa saja harimau wanita tetap garang" gumam ayah Cha Eun Woo yang masih bisa di dengar oleh Cha Eun Sang, dan membuat nya tersenyum


"ini Eun Sang sudah membelikan makanan kesukaan Appa" ucap Cha Eun Sang lalu menyediakan makanan tersebut untuk ayah angkatnya, dia pun bangga mendapatkan kasih sayang dari putrinya meski mereka tidak memiliki ikatan darah


"kamu putri kesayangan kami" gumam ibu Cha Eun Woo dalam hati, yang sangat menyayangi putri angkatnya, yang masih ingat makanan kesukaan mereka berdua, terlebih dia selalu memberi kabar atau menanyakan kabar mereka berdua, selayaknya putri kandung yang menyayangi kedua orang tuanya


keesokan harinya Cha Eun Woo pun sadar, dan membuat mereka bahagia, tetapi tidak untuk Cha Eun Sang


"dimana Cia, apa dia baik-baik saja, bagaimana keadaannya, jika terjadi sesuatu aku sangat merasa bersalah, eomma Appa katakan" ucap Cha Eun Woo yang hanya memikirkan keadaan wanita itu


"kamu baik-baik saja, apa masih ada rasa sakit" tanya ibu Cha Eun Woo yang masih di selimuti rasa kecemasan


"kamu tenang saja, dia sekarang lagi bersama kedua orangtuanya, kamu jangan khawatir" ucap ayah Cha Eun Woo dan dia pun meminta agar di bantu untuk menemui wanita itu, dia tidak menyadari kehadiran Cha Eun Sang atau memang sengaja mengabaikan dia, ketika akan beranjak dari kasur, seorang wanita yang tiba-tiba masuk yang di temani oleh sepasang suami istri yang mengenakan kursi roda tersenyum, dan mereka saling menatap penuh cinta


"kamu sudah bangun, aku sungguh mengkhawatirkan kamu" ucap Cha Eun Woo


"aku baik-baik saja kamu tidak perlu khawatir, setidak nya aku sangat bahagia melihat kamu sudah bangun" ucap Valencia


deheman kedua orang tua Valencia


"bagaimana keadaan kamu" tanya ibu Valencia


"saya sudah membaik" ucap Cha Eun Woo, dan mereka saling menyapa


"maaf kan aku untuk sebelumnya, bisakah kalian keluar sebentar aku ingin bicara dengan Eun Woo" ucap Valencia tiba-tiba


"Cia apa kau yakin dengan keputusan mu, eomma tidak setuju" ucap ibu Valencia seperti melarang Valencia untuk mengatakan sesuatu kepada Cha Eun Woo, dan membuat nya bingung terlebih tiba-tiba wanita itu berlinang air mata, membuat kedua orang tua Cha Eun Woo ikut bingung dengan situasi saat ini


"aku tidak ingin dia memiliki istri yang cacat seperti ku, biarkan dia menjalani kehidupan yang normal dengan wanita yang sempurna" ucap Valencia kini dia ikut berlinang air mata, membuat Cha Eun Woo semakin bersalah


"Appa yakin pasti di sembuhkan kata dokter masih ada kesempatan" ucap ayah Valencia


"kamu gak boleh putus asa, putri ku" ucap ibu Valencia


"apa maksudnya aku tidak mengerti apa yang kau katakan" ucap Cha Eun Woo


"aku ingin kita putus, kamu carilah wanita yang sempurna bisa berjalan, bukan pengguna kursi roda seperti ku, aku merelakan kamu dengan wanita lain, demi kebahagiaan kamu" ucap Valencia panjang lebar kini dia baru sadar, jika dia sekarang lumpuh


"ada apa? kenapa dengan Valencia" tanya ibu Cha Eun Woo


"bibi maaf kan aku jika masih belum bisa memberikan yang terbaik, dan kini aku tidak bisa berjalan maafkan aku, dengan keputusan ku untuk berpisah secara baik, dan terimakasih kalian sudah mau menerima ku selama ini" ucap Valencia kepada kedua orang tua Cha Eun Woo, dan semakin membuat pria itu sangat hancur ketika mengetahui jika wanita nya lumpuh, terlebih dia ingin berpisah dengannya


"Valencia kamu harus menimbang kembali, dan kami tidak keberatan dengan kondisi mu saat ini" ucap ibu Cha Eun Woo yang merasa bersalah dengan sikapnya terhadap dia, dan kini baru menyadari betapa tulusnya cinta dia untuk putra nya


"bibi aku ingin yang terbaik untuk Eun Woo, jika dia bersama ku dia akan harus mengurus ku juga, dan aku tidak mau menyusahkan dia, dan kalian" ucap Valencia membuat kedua orang tuanya, tidak sanggup mendengar kan apa yang di ucap oleh putrinya


"kalian semua bisa tinggal kan kami berdua, maaf" ucap Cha Eun Woo yang ingin berbicara hanya berdua dengan dia, sedangkan Cha Eun Sang seperti badut di antara kedua keluarga tersebut, dia tidak ada hak untuk berbicara, karena dia juga sadar diri jika dia bukan siapa-siapa mereka