My Woman Is Cold

My Woman Is Cold
to the point



"Jangan sakiti aku" ucap pria asing tersebut tetapi gadis itu hanya menatap datar lalu pergi begitu saja, dan menuju ke gerombolan pria yang ada disana


"Kita akan pergi" ucap salah satu dari mereka


"Kita tidak melihat apapun" timpal pria yang lain sambil mengangguk menyetujui


"Berhenti" ucapnya mereka pun seperti tersihir olehnya dan menuruti perintahnya


"Jadilah mafia bersama ku" ucap gadis itu to the point membuat mereka melongo


"Apa kamu bercanda" jawab salah satu dari mereka


"Tidak" jawabnya singkat


"Apa kau memiliki anak buah selain kita" tanya nya lagi yang lain ikut bertanya seperti interview dan jawaban nya selalu tidak atau iya, sangat membuat mereka frustasi


"Kalian meragukan ku ingin mencoba" tanya nya dengan senyum devilnya membuat mereka merinding, dan akhirnya pun setuju ikut gabung menjadi mafia, dan pria yang baru dia bantu mendatangi mereka


"Tapi kami belum terlalu bisa bela diri" tanya salah satu dari mereka


"Dan kami masih banyak kekurangan seperti memegang pisau, pistol dan senjata lainnya" Timpal yang lain ikut bertanya


"Kalian akan berlatih mulai besok" jawab nya singkat dan mereka mengangguk paham


"Sebelumnya kami memperkenalkan diri nama ku Evans usiaku 20 tahun" ucap Evans


"Nama ku Georgio usiaku 20 tahun" ucap Gio


"Nama ku Bram usiaku 20 tahun" ucap Bram


"Nama ku Hans usia ku 20 tahun" ucap Hans


"Nama ku Jack usiaku 17 tahun" Jack kelima pria tampan tersebut memperkenal diri


"Lalu apa kami boleh tahu siapa nama mu" tanya Evans ketika ingin menjawab tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka


"Maaf aku menguping pembicaraan kalian, Apa aku boleh bergabung" tanya nya ragu dan gadis itu pun menatapnya dan mengangguk menyetujui


"Aku akan berlatih agar kuat" ucapnya dengan sungguh-sungguh dia pun akhirnya setuju


"Aku menganggap kalian seperti keluarga dan aku akan menjaga kalian, aku tidak butuh seorang pengkhianat jika kalian macam-macam akan tahu akibatnya" ucapnya menyentuh hati tetapi berakhir dengan ancaman bagi mereka


"Kami tidak akan mengkhianati mu dan kami akan menjaga satu sama lain layak seperti keluarga ku sendiri" ucap Bram dengan bersungguh- sungguh dan mereka juga menyetujui perkataan nya, setelah membuang mayat yang tergeletak mereka pun akhirnya mengikuti gadis itu, lalu mengikuti mobil nya hingga sampai di sebuah restoran yang membuka 24 jam


"Tapi kami tidak lapar" ucap Gio dan mereka ikut menyetujui tetapi perut mereka tidak bisa di ajak kompromi


"Kalian pesan lah" ucapnya dan perkataan dia adalah perintah dan Mereka akhirnya memilih menu makanan yang paling murah, dan minuman hanya air mineral


"Aglio e Olio dan minum nya air mineral" ucap Evans kepada pelayan


"Kami samakan saja" ucap Gio


"Dan kamu tanpa nama" ucap Jack


"Samakan seperti mereka" ucap nya dan pelayan mencatat pesanan mereka


"Marinara dan amerikano" ucap gadis itu dan memberikan black card-nya membuat mereka melongo seorang gadis yang di hadapannya memiliki black card karena jarang orang memiliki kartu seperti itu


"Terimakasih sudah membelikan kami makanan" ucap Evans dan di ikuti yang lainnya


"Apa kamu baik baik saja, dan siapa mereka mengapa mengejar mu, tanpa nama" tanya Jack dia memang sangat kepo


"Aku tidak mengenal mereka tetapi mereka sepertinya suruhan paman ku, setelah mengambil alih perusahaan keluarga ku belum puas membunuh kedua orang tua ku kini mereka mengincar diriku" jawabnya membuat mereka ubah kecuali gadis itu hanya bermain ponselnya


"Apa jangan-jangan kau menjadi toping gosip" ucap Gio yang merasa ingat sesuatu


"Gosip" tanya mereka mem beo dan pria itu mengangguk lalu bercerita jika dia pernah mendengar tentang berita tersebut jika sebuah perusahaan ternama di negaranya mengalami bangkrut dan 1 keluarga bunuh diri


"Tumben si bontot ketinggalan gosip" ucap Bram menyindirnya


"Aku fokus kerja dan jarang bermain ponsel terlebih banyak pelanggan yang memintak foto dengan ku membuat ku" ucapnya sambil membayangkan ketika dia kerja banyak gadis yang menggodanya memang dia paling tampan di antara ke empat pria tersebut dan kini pria itu merasa tertunduk


"Itu semua bohong, mereka yang membunuh kedua orang tua ku tetapi mereka membuat nya seakan akan sebuah bunuh diri" ucapnya dengan rasa kebencian yang mendalam dan membuat mereka merasa tidak enak hati