
"Terimakasih karena sudah bersedia melindungi Eun Sang karena sangat berharga bagi keluarga kami" ucap Eun Woo, lalu keduanya pun segera meninggalkan mereka berdua
"Maaf aku sudah membuat mu ikut dalam permainan konyol ini" ucap Eun Sang memulai pembicaraan, ketika mereka berada dalam lift
"Tidak apa-apa aku niat membantu tapi kau memiliki hutang kepada ku" ucap Seok Jin dengan senyuman yang tulus dan wanita itu mengangguk setuju kini dia memiliki hutang kepada Seok Jin
"Jika butuh bantuan kau bisa menghubungi ku atau kau mau di traktir makanan enak hubungi saja aku" ucap Eun Sang yang membuat Seok Jin sangat bahagia karena baru kali ini mendengar Eun Sang berbicara dengan kalimat yang panjang, terlebih dia hanya ke Eun Woo
"Baiklah" jawab Seok Jin, dan akhirnya pintu lift terbuka mereka pun segera keluar dari gedung apartemen
"Sebaiknya aku mengantar mu jika tidak Eun Woo akan menanyakan mu" ucap Seok Jin, dan dia pun mengangguk setuju, lalu masuk ke dalam mobil Seok Jin
"Terimakasih sudah membantu ku dan aku tidak tahu jika kau baru sampai seharusnya kau tolak saja tadi" ucap Eun Sang memulai pembicaraan
"Tidak apa-apa, aku tahu kau pasti butuh bantuan dari nada bicara mu dan chat mu dan saat itu aku tidak terlalu jauh dari tempat itu" ucap Seok Jin dan dia pun mengangguk paham, seketika suara perut Seok Jin terdengar sangat nyaring
"Kau lapar kenapa tidak bilang jika kau belum makan" tanya Eun Sang
"Sebenernya aku tadi mau mencari makanan" ucap Seok Jin membenarkan fakta
"Baiklah aku akan membuat kan makanan untuk mu sebagai tanda terimakasih ku" ucap Eun Sang karena sudah dekat apartemen miliknya, dan jika memutar akan membutuhkan waktu yang lama, dan belum juga jalanan yang semakin macet
"Apa kau tidak keberatan" tanya Seok Jin yang merasa tidak enak hati
"Aku punya beberapa makanan instan jadi hanya butuh di panaskan saja" ucap Eun Sang dan dia mengangguk sebagai jawaban
"Kau baik-baik saja" tanya Eun Sang yang melihat Seok Jin sedikit berbeda dari biasanya
"Aku baik-baik saja, kamu jangan khawatir" ucap Seok Jin dengan wajahnya tersenyum menambah ketampanan, dia sangat bahagia mendapatkan perhatian dari dia, tidak lama mereka pun sampai di apartemen tak lupa memarkirkan mobilnya, lalu mereka masuk ke dalam lift Eun Sang pun menekan tombol lantai 15, disana Seok Jin terlihat sedikit pucat, dan dia memegang perut nya seakan menahan rasa sakit di area perutnya, dan Eun Sang pun melihat keanehan pada diri Seok jin
"Aku baik-baik saja hanya saja perut ku sakit" jawab Seok Jin dengan berusaha mungkin untuk terlihat baik-baik saja tetapi Eun Sang tahu jika dia tidak baik-baik saja, karena terlihat jika dia mulai memucat wajah nya, dan Eun Sang pun membopong tubuhnya karena sedikit tidak bisa berdiri tegak, terlebih lift masih naik ke atas kurang beberapa lantai hingga mereka pun sampai, lalu dia pun segera membantu berjalan, lalu mendudukkan nya ke kursi sofa terlihat dia menahan rasa sakit dia area perutnya
"Kau kapan terakhir makan" tanya Eun Sang
"Aku tidak terlalu ingat karena di pesawat aku lebih memilih untuk tidur" jawab Seok Jin lalu Eun Sang pun menghubungi seseorang
"Kemari dalam waktu 10 menit" ucap Eun Sang tanpa mendengar jawaban dari seseorang yang dia hubungi lalu memutuskan langsung secara sepihak, karena dia sangatlah mencemaskan keadaan Seok Jin, terlihat dia sedikit tidak sadar karena perlahan matanya terpejam
"Kau harus tetap bangun" ucap Eun Sang dan pria itu tersenyum
"Aku baik-baik saja kamu jangan khawatir my cool girl" ucap Seok Jin sedikit samar ketika memanggil sebutan sayang
Tidak sampai 10 menit seorang dokter telah sampai disana ditemani oleh Evans, dan dia tak lupa membawa tas hitam beberapa peralatan medis nya disana, dia menunduk sebagi hormat lulu segera memeriksa nya
"Lady dia mengalami hidrasi dan juga dia telat makan sehingga mengakibatkan asam lambung nya naik dan aku akan sudah memberikan suntikan untuk sementara waktu, setelah bangun segera suruh dia makan jangan berlebihan dan dia butuh istirahat karena faktor lelah juga mempengaruhi sistem imun tubuhnya" jelas dokter dan Eun Sang mengangguk paham dan dia juga salah satu anak buahnya di mafia, selang pun menempel di tangannya kini dia berada di kamar nya
"baik queen aku permisi" ucap dokter dia menundukkan kepala lalu pergi setelah mendapatkan isyarat
Dan membuat Evans heran yang saat ini dengan apa yang di lihat, nampak sikap Eun Sang begitu perhatian kepada Seok Jin pria asing yang tiba-tiba masuk ke dalam kehidupan Lady nya terlebih bukan masuk hanya saja liwat, dia tidak akan bersikap hangat jika bukan Eun Woo atau keluarga nya dan para anak buah mafianya
Dan untuk pertama kalinya dia mendengarkan dengan intens dokter menjelaskan keterangan nya, biasanya dia akan pergi begitu saja karena tahu apa yang di dengar atau memberikan tatapan tajam sebelum akan menjelaskan lebih detail, dan dia tidak bersikap seperti itu terlihat dia sangat bingung harus berbuat apa, dan sekarang dia melihat sosok Eun Sang, yang kini membuat kan bubur dan dirinya pun segera pergi karena sudah merasa membaik keadaan nya
dan benar saja Seok Jin pun segera sadar, dia melihat di tangan nya sudah terpasang infus dan Eun Sang pun menghampiri nya,
"aku berada dimana sekarang yang ku ingat apartemen Eun Sang" gumam dalam hati Seok Jin yang memperhatikan sudut kamar wanita itu meski dia belum tahu jika dia masih berada di apartemen miliknya, karena tidak ada foto satu pun disana, karena Eun Sang tidak pernah memajang foto pribadinya disana dan semua nya berada di mansion atau rumah keluarga Eun Woo
"kau sudah bangun" ucap Eun Sang yang masuk ke dalam kamar