My Woman Is Cold

My Woman Is Cold
makan malam terakhir



Seperti biasa setiap Sabtu malam mereka akan makan malam di luar dan jalan jalan ke mall, ketiga wanita menolak karena merasa tidak enak hati dan kedua putri nya ingin berada di rumah saja


Gadis itu pun di temani eh kedua pria yg menurut nya berharga baginya, dan mereka memasuki toko baju wanita


"Itu sangat cocok buat kamu" ucap sang ayah ketika gadis itu mengambil salah satu hodie berwarna putih yg ukurannya sedikit besar dan sang ayah tahu jika dia menyukai pakaian oversize tanpa melihat harga dia mengambil beberapa hodie, kaos polos dan celana


Mereka pun kini beralih ke toko pakaian pria


"Ini pas untukmu" ucap Jiazhen yg mengambil pakaian dan mencocokkan ke asisten nya dan pria itu juga menyukai atas pilihan atasannya


Mereka pun segera ke kasir untuk membayar belanjaannya


"Tuan ini sangat berlebihan" tolak halus nya ketika tahu jika barang nya di bayarkan


"Tidak apa-apa kau sudah ku anggap seperti keluarga sendiri" ucap Jiazhen dengan senyuman yg hangat ketika ingin berucap sudah di potong oleh gadis tersebut


"Paman ini bukan permintaan tapi perintah, paman tidak menganggap aku sebagai keponakan mu" dan akhirnya dia pun mengalah bujuk rayu gadis itu karena tidak tahan dengan tatapan senduh gadis tersebut, sejak bayi dia juga ikut serta membesarkan hingga gadis cantik tersebut hingga bisa sebesar ini


"Baik nona mudah terimakasih sudah mentraktir paman mu ini" ucap Hong Kaibo


"Berterima kasih lah dengan benar paman" ucap gadis itu memang ingin jail ke paman nya, sang ayah hanya tersenyum melihat keduanya


Gadis itu pun melihat penjual es cream dan meminta untuk membeli


Mereka pun memilih untuk kembali pulang setelah merasa lelah dan Jiazhen mengganti kan asistennya untuk mengambil alih sebagai supir dan di sampingnya sang asistennya dan di bangku belakang tak lain Paopao yg sudah tertidur pulas karena merasa lelah


"Tuan sebaiknya saya saja yg menyetir, anda" ucapnya tetapi tidak di gubris olehnya


"Hanya ingin saja, dan aku juga ingin keliatan keren dengan mengendarai mobil baru" ucapnya sambil tertawa dan pria di sampingnya pun ikut tertawa, keduanya banyak berbincang sambil bercanda, mengingat masa lalu, awal ketika mereka pertemuan, hingga sampai sekarang


Tiba-tiba mobil dari satu lajur mengarah ke mobil mereka, dengan kecepatan tinggi, dan dengan cepat, pria di sampingnya pun dengan gesit menarik setir mengarah ke pinggiran jalan tetapi tetap saja masih kedua mobil tersebut masih bergesekan, suara decitan antara dua mobil yg berlawanan arah, membuat gadis itu terbangun


Mobil tersebut melaju meninggalkan mobil yg terpental beberapa kali, hingga mobil tersebut berhenti, beberapa saat dia pingsan dan bangun mendapati jika kedua pria di depan sudah tidak sadarkan diri, darah bercucuran, dia pun berusaha untuk berteriak meminta tolong


"Baba paman bangun" teriaknya berkali kali, dan menggoyang kan beberapa kali tubuh mereka dengan kekuatan yg ada, tetapi mereka tidak merespon karena banyak darah yg keluar, dia pun akhirnya merasa pusing di area kepalanya dan mata mulai tertutup lagi, tidak lama kemudian dia mendengar keramaian dan mata terbuka sedikit, terlihat banyak orang yg sangat asing baginya


Beberapa orang membawa dirinya ke ambulan, dia melihat sang ayah di bawa ke ambulan yg lain, petugas ambulan memeriksa kedua pria tersebut dan keduanya tidak memiliki denyut nadi


"Baba paman tolong mereka pingsan banyak darah" lirihnya yg sekuat tenaga untuk membuka mata, dia tidak menyadari jika dirinya juga mengeluarkan darah yg bercucuran dari kepala, membuat wanita itu bingung harus menjawab bagaimana karena keduanya sudah meninggal


"Nona kecil jangan khawatir ayah dan paman kamu akan di bawa ke rumah sakit mereka pasti baik-baik saja" ucap wanita cantik dan di sampingnya ada seorang pria yg membantu mendorong


"Kamu jangan khawatir" ucapnya lagi sambil tersenyum dan menggenggam tangan gadis itu