
Seorang pelayan yang masuk ke dalam berniat untuk mengingat kan mereka, jika kini sudah waktu nya mereka akan menutup tempat itu, dan para pegawai akan bertugas untuk membersihkan tempat itu
dan Seok Jin pun mendengar samar samar, seseorang yang berusaha membangunkan nya
dan dia melihat jika Cha Eun Sang tertidur pulas di sofa single, yang masih sama seperti awal di duduk, dan melihat seorang pelayan yang ingin membangun kan mereka tetapi tidak memiliki keberanian, karena tahu jika akan mengganggu tidur nyenyak, terlebih mereka adalah pelanggan tetap di tempat kerjanya, tetapi dia harus bisa membuat mereka bangun karena tugasnya untuk membersihkan tempat itu
"nuna kau bisa kembali 10 menit lagi, biar kan aku membangunkan mereka, maaf untuk sebelumnya " ucap Seok Jin dengan tersenyum karena merasa kasihan jika menambah beban pekerjaan nya dan wanita itu pun mengangguk paham lalu pergi, kini tugas dia berusaha untuk membangun para adik-adiknya
"Yoongi bangun, kita masih di restoran dan tempat ini akan segera tutup" ucap Seok beberapa kali dan akhirnya dia pun bangun
"Kita masih disini" ucap Suga yang belum sadar
"Cepat bantu aku membangunkan yang lainnya" ucap Seok jin dan dia pun menuruti Hyung nya, dan ikut membantu membangunkan yang lainnya, dan seperti biasa kelima adik-adiknya memang susah untuk di bangunkan, terutama si bontot
"Eun Sang bangun" ucap Seok Jin beberapa kali mencoba membangunkan nya, dan tidak lama dia pun bangun
"Kita masih disini" ucap Cha Eun Sang, dan melihat mereka yang seperti dirinya
"Sekarang sudah malam, apa perlu kami mengantar mu pulang" ucap Seok Jin
"Tidak perlu aku akan menggunakan mobil taksi" ucap Cha Eun Sang
"Baiklah biar aku akan membantu mu" ucap Seok Jin dan dia pun mengangguk setuju
Dan benar dalam waktu 10 menit tempat itu sudah siap untuk di bersihkan
Keesokan harinya seseorang mendatangi apartemen Cha Eun Sang dan dia pun mempersilahkan untuk masuk
"Bagaimana keadaan kamu, maaf jika mengganggu waktu mu" ucap wanita paruh baya yang terlihat masih cantik, yang duduk di antara dua pria
"Eun Sang baik-baik saja bagaimana kabar Eomma Appa dan Oppa Eun Woo" ucap Cha Eun Sang dan membuat mereka semakin merasa bersalah karena selama ini mereka sudah sangat keterlaluan, terlebih Cha Eun Woo
"Kami semua baik dan senang melihat mu, sebenarnya kami datang kesini untuk" ucap ayah Cha Eun Woo
"Maaf kan kami" ucap Cha Eun Woo melanjutkan
"Kalian tidak perlu meminta maaf, jika itu pilihan mu yang membuat mu bahagia aku akan mendukung" ucap Cha Eun Sang
"Dan sebenarnya" ucap Cha Eun Woo dan mulai menceritakan inti dari semua nya, jika memang mereka bersalah dan hubungan mereka memang tidak bisa lanjutkan, dan Cha Eun Sang seperti artis yang mendalami akting nya
"Dan maaf kan kami sudah tidak mempercayai mu Eun Sang" ucap ibu Cha Eun Woo dan wanita itu mengangguk sebagai jawaban
"Eun Sang Eomma mu sudah memasak makanan kesukaan mu pasti kamu suka" ucap ayah Cha Eun Woo
"Benar kah Eomma" ucap Cha Eun Sang seperti dulu
"Benar dan Appa oppa mu yang membantu memasak" ucap ibu Cha Eun Woo
"Jika appa ikut membantu Eun Sang percaya makanan nya jadi enak jika oppa ikut memasak, Eun sang tidak yakin" ucap Cha Eun Sang yang ingin menggoda dirinya
"Enak saja, kamu lupa dulu kau sering meminta aku membuat makanan untuk mu, karena aku jago masak" ucap Cha Eun Woo merasa tidak terima
"Itu sudah dulu oppa dan sekarang pasti sudah beda rasanya" ucap Cha Eun Sang yang masih ingin mempromosikan dirinya, tetapi dia tidak bisa membohongi jika dirinya sangat merindukan mereka tetapi rasa kecewa masih membekas, tetapi dirinya juga yang mengatur untuk menghancurkan acara pertunangan dia, dan berkat dirinya kerabat keluarga Cha tidak di permalukan tentang kejadian waktu itu, jika tidak ingin investasi dari perusahaan miliknya di ambil, dan dengan ancaman begitu mereka tidak menggunjing mereka
"Jika masalah ini keluar dan mendapatkan kekacauan terlebih mengganggu karir dia, maka akibatnya akan kalian tanggung" ucap Evans yang menyuruh mereka datang ke perusahaan, setelah kejadian acara pertunangan mereka gagal, terlebih berimbas pada image karir Cha Eun Woo
"Baik tuan, kami akan mengingat apa kata tuan, terlebih boleh saya tahu, ada hubungan anda dengan sepupu kami, terlebih kalian tidak memiliki hubungan atau" ucap pria paruh baya tersebut yang merasa penasaran
"Baik tuan saya permisi" ucap pria itu, dan beberapa lagi yang akan datang menemui dia, karena ini juga perintah dari Cha Eun Sang
"Baiklah padahal aku mau memasak makanan Chinese untuk mu, tetapi sepertinya tidak perlu" ucap Cha Eun Woo
"Eomma appa lihat oppa suka sekali menggoda ku" ucap Cha Eun Sang mengadu seperti dulu, ketika sering bertengkar dan Cha Eun Sang yang menang meski dirinya yang salah, dan Cha Eun Woo mendapatkan hukuman tetapi dia masih menyayangi wanita itu
"Kalian ini masih sama seperti dulu tidak pernah berubah" ucap ayah Cha Eun Woo yang geleng-geleng kepala, dan benar mereka kembali seperti dulu
"Maaf sudah membuat mu di pecat dari tempat kerja mu yang dulu, dan sekarang apa kau sudah menemukan pekerjaan baru, jika belum aku akan membantu mu" ucap Cha Eun yang merasa bersalah meski di tahu, jika pria itu tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya yang di pecat, dan dia tahu jika dari Evans jika pria itu diam-diam datang untuk memohon mempertahankan dirinya agar tidak di pecat, dan beberapa orang datang untuk meminta agar mempertimbangkan kembali keputusan pemecatan Cha Eun Sang, dan dia hanya tertawa yang membuat nya bingung
"Kenapa tertawa apa aku membuat mu kesal" ucap nya lagi
"Aku tidak di pecat di perusahaan tempat ku dulu bekerja, dan aku di tugas kan kesini hany untuk melihat kinerja mereka, dan setelah itu aku di tugas kembali ke Amerika" ucap Cha Eun Sang membuat dia kaget, dan tidak percaya
"Jadi kau bukan pegawai biasa, melainkan memang di tugas kan untuk mengawasi mereka" ucap Cha Eun Woo dia hanya mengangguk, mungkin lebih tepat dia datang kesana bukan untuk bekerja, melainkan dia ingin bersenang-senang di perusahaan miliknya
"Jadi meski kau bekerja di luar juga bisa, pantas saja kamu bisa bekerja di luar" ucapnya lagi dan dia hanya tersenyum
"Nanti kau akan tahu" ucap Cha Eun Sang penuh tanda tanya, dan sebelum nya mereka pun sama menanyakan hal yang sama, dan Cha Eun Sang pun menjawab dengan konsisten
"Bagaimana jika kita keluar untuk jalan-jalan" ucap ibu Cha Eun Woo dan mereka pun setuju, dan mengunjungi salah satu mall ternama
Cha Eun Woo dan Cha Eun Sang terlihat sangat bahagia
"Eomma dan appa akan ke sana untuk menemui klien, dan kalian bersenang senang lah" ucap ayah Cha Eun Woo
"Baik Appa" jawab mereka berdua, seperti anak kecil
"Dan ini uang untuk kalian, bersenang-senang lah" ucap ayah Cha Eun Woo, tetapi mereka ingin menolak nya
"Tapi Appa" ucap Cha Eun Sang, yang memang sangat menyayangi pria paruh baya itu yang biasa dia panggil appa
"Seharusnya kami yang memberikan kalian uang bukan sebaliknya" ucap Cha Eun Sang
"Dan benar Appa dan eomma, juga tidak mau menerima uang dari ku" ucap Cha Eun Woo merasa bersalah kepada kedua orangtuanya
"Dan tugas seorang ayah bekerja untuk putra dan putrinya jadi kalian bersenang-senang lah, Appa sangat bahagia melihat kalian bisa bersama" ucap ayah Cha Eun Woo
"Terima saja anggap saja seorang ayah ingin memberikan uang jajan untuk putra putri nya, seperti dulu ketika kalian masih remaja, dan uang kalian simpan untuk keperluan nanti" ucap ibu Cha Eun Woo
"Baiklah gomawo Eomma Appa, kami kesana untuk bermain" ucap keduanya lalu menerima uang, terlihat keduanya seperti dulu sangat kekanak-kanakan
"Aku sangat senang melihat mereka kembali akur" gumam ibu Cha Eun Woo
"Dan kita bangga memiliki seorang putri seperti dia, yang mau memaafkan keluarga nya meski sudah membuat nya kecewa" ucap ayah Cha Eun Woo yang menimpali
"Dan meski dia bukan keluar dari rahim ku, bersama nya membuat kita nyaman, dan keluarga kita selalu di selimuti dengan kebahagiaan" ucap ibu Cha Eun Woo, mereka pun segera menuju ke restoran untuk menemui klien nya, sedangkan mereka yang kini berada di time zoon
"Bagaimana jika kita taruhan seperti dulu, jika kalah yang akan mentraktir" ucap Cha Eun Woo
"Boleh juga, ingat jangan curang" ucap Cha Eun Sang, dan mereka pun berjabatan tangan lalu menuju ke tempat bermain
"Kita bermain ini saja" ucap Cha Eun Woo dan tetapi Cha Eun Sang tidak setuju dengan permainan pilihan dia
"Kita bermain gunting batu kertas, jika yang menang dia boleh memilih permainan nya" ucap Cha Eun Woo dan akhirnya dia setuju dan berakhir Cha Eun Sang kalah, dan mau tidak mau menuruti pilihan dia