My Woman Is Cold

My Woman Is Cold
semoga peka



Dari kejadian itu sikap Eun Woo semakin lama semakin berubah terhadap Eun Sang, dia lebih memprioritaskan Valencia daripada Eun Sang, dia selalu menempel dengan wanita itu dan mengabaikan Eun Sang, dan Valencia sangat bahagia mendapatkan perhatian dari Eun Woo pria yang dia cintai, sedangkan Eun Sang menyadari jika Eun Woo memiliki kehidupan yang baru bersama sang kekasihnya dia pun memahami akan hal itu, dan berniat mengurungkan niatnya untuk menyatakan perasaannya kepada Eun Woo yang selama ini yang bersarang di hati dan semakin tumbuh dengan suburnya tanpa dias sadari, akan tetapi dia tahu jika perasaan nya hanya bisa dia pendam


"Kau minum sendirian tanpa mengajak ku" ucap Seok Jin yang melihat Eun Sang yang sendirian di kedai meneguk segelas Soju, tanpa ada yang menemani


"Kenapa kau buang-buang waktu untuk datang kesini hah" ucap Eun Sang tanpa sadar, dan dia menyadari jika wanita itu tidak sadar atau lebih tepatnya tengah mabuk, dan melihat banyak botol Soju yang sudah dia minum


"Kau meminum semua nya sendirian" tanya Seok Jin dan dia mengangguk sebagai jawaban


"13 botol" ucap Seok Jin lagi dan dia mengangguk dan meminum meski dia menahannya agar tidak meminum tetap usahanya sia-sia, dia masih dengan santainya meminum lagi, wanita itu menekan tombol dan wanita itu datang


"Ahjumma tambah 2 Botol lagi" ucap Hana yang merasa sudah habis, ketika dia menuangkan ke dalam gelas tetapi sudah habis lalu meminta menambah lagi


"Ahjumma tidak jadi tambah" ucap Seok Jin


"Kenapa kau tega sekali ke aku, semakin kesini semakin jauh kau" ucap Hana tertawa sambil menangis Membuat Seok jin merasa jika dia tidak baik-baik saja


"Aku takut kau akan sakit berhenti saja kita sebaiknya pulang" ucap Seok Jin tetapi dia enggan mau


"Kau melarang untuk minum, apa hak mu, kau selama ini menjauh dan memilih dengan dia wanita itu, yang aku tidak tahu nama nya, dia dia ah aku tidak tahu siapa dia tetapi kau sangat memilihnya dari pada aku, Cha Eun Sang kau tahu sakit nya itu di sini" ucap Eun Sang dengan panjang lebar dan air matanya membasahi pipinya dan dia pun mengelapnya


"Jika tidak menyukai katakan saja meski memang sakit, jangan larang aku minum apa kurang kau melarang ku untuk minum" ucapnya lagi


"Baiklah kita minum dengan puas" ucap Seok jin kini tahu apa yang tengah dia rasakan


"Lady dalam keadaan mabuk apa yang harus kita lakukan" ucap seseorang yang menghubungi seseorang dia masih setia memantau mereka dari jauh


"Biar kan saja dia teman lady tetap pantau mereka" jawab nya lalu dia mengangguk paham dan menunduk sebagai tanda hormat nya


"untuk pertama kalinya lady mabuk" ucap seseorang


"Pasti lady lagi galau, beruntung sekali pria itu sudah mencuri hati wanita cantik dan jenius itu" timpal yang lainnya


"Akan tetapi pria itu sangat bodoh tidak peka ada wanita yang hebat yang mencintai nya dengan tulus tetapi dia memilih wanita yang bukan apa-apa nya dengan lady" ucap pria tampan yang duduk di sofa terlihat dia fokus dengan ponselnya dan yang lainnya Fokus bermain laptop tetapi masih bisa menjawab obrolan mereka


"Dia tidak menyadari seseorang yang didekat nya sangat sempurna tetapi memilih yang belum tentu" ucap pria yang duduk santai di kursi sofa


"Dan beruntung nya lady banyak yang mencintai nya semoga lady peka" ucap pria yang lainnya, mereka pun menggeleng kepala


"lihat ini" ucap Evans dengan tatapan yang tidak bisa di gambarkan, lalu memberikan informasi yang dia dapat dan mereka pun segera melihat laptop milik Evan dan ikut geram


"apa lady sudah tahu" tanya Hans


"lady sudah tahu" jawab Gio dengan entengnya


"kenapa dia hanya diam saja jika sudah tahu, apa kita yang turun tangan" tanya Bram yang habis pikir


"apa karena dia" ucap Hans tergantung


"bukan untuk saat ini, hanya saja lady tahu langkah apa yang dia ambil" ucap Gio seperti sudah tahu lady nya


"dia sangat licik sekali dan dia pria yang di butuhkan oleh cinta yang semu" ucap Evans yang geram


"tetapi lady tidak sendirian" ucap Hans dan mereka mengangguk paham apa yang dia maksudkan