My Woman Is Cold

My Woman Is Cold
sengaja



Sekelompok mafia menyerang mereka dan mencoba memasuki area gedung tetapi para anak buah mafia Big Moon tetapi mereka menyamar sehingga tidak ada yang mengetahui jika mereka mafia no 1 di dunia, mereka datang tepat waktu lalu melawan musuh, seorang pria dengan serban berbeda mengacuhkan pistol tepat arah gadis itu ketika dia menarik pelatuk nya, seseorang menyelamatkan dia, lalu membawa ke balik dinding karena tembakan di lancarkan beberapa kali


"untuk sementara kita berlindung disini disana masih berbahaya" ucap nya dia menutup telinga gadis di hadapannya agar tidak mendengar suara tembakan dan tidak lama kemudian suara tembakan bergantian dengan suara gaduh dan lama lama suara berhenti, ketika dia ingin pergi tetapi pria asing menahannya membuat tidak bisa pergi


"Kau tidak apa-apa" tanya pria yang sudah melepaskan pelukannya dan tangannya turun dari telinga nya dia pun tidak menjawab tetapi merasa jengah kepada sosok pria di hadapannya, keduanya pun kini sama-sama diam, tidak lama kemudian seseorang datang menghampiri mereka


"Nona maaf kan saya sudah teledor apa nona baik baik saja" ucap Evans yang datang menghampiri mereka


"Aku baik baik saja" jawabnya membuat pria di sampingnya terkejut mendengar suara wanita tersebut


"Tuan terimakasih sudah melindungi nona saya bagaimana dengan tuan" ucap Evans


"Tidak apa-apa aku baik-baik saja kami disini dari tadi" jawabnya sambil tersenyum, tetapi gadis itu menatap tajam kepada nya yang bertingkah kurang ajar meski niatnya baik


"Mereka sudah pergi sekarang aman" ucap Evans lalu mereka pun keluar dan seseorang menyapa pria penolong tersebut, dia tahu jika nona nya lagi di mode ingin memakan manusia lalu mengajaknya pergi dari sana


"kau sengaja tadi" tanya gadis itu dengan nada dingin membuat pria di sampingnya hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia tidak menyangka jika dia tahu maksud terselubungnya, dan memang dia memang sengaja mengulur waktu, ketika selesai menghabisi para musuhnya tetapi tidak menghampiri mereka


"Momo dalam perjalan ke Korea" ucap Evans tetapi tidak di gubris


"Hyung Jin" teriak mereka berjalan menuju mereka, lalu menoleh ke sumber suara


"Kami permisi dulu tuan" ucap Evans dan Jin mengangguk lalu keduanya pergi meninggalkan dirinya


"Hyung kau baik baik saja kami sangat khawatir ketika kau tidak ada disana" ucap jungkook merasa khawatir


"Aku baik baik saja kuki kau jangan khawatir" jawab Jin


"Tadi kau kemana Hyung kenapa menghilang begitu saja" tanya V


"Aku tadi menyelamatkan seseorang yang terlihat jelas dia akan di tembak oleh mafia" ucap Jin


"Terus kau tidak telukan kan Hyung" tanya jungkook memeriksa seluruh tubuh Hyung nya


"Aku baik baik saja dan nona tadi juga baik-baik saja" jawab Jin


"Syukurlah jika kalian baik-baik saja" timpal Jimin


"Mana yang lainnya" tanya Jin


"Mereka mencari mu tempat yang lain Hyung" jawab V dan dia pun mengangguk paham lalu mereka pun berkumpul dengan yang lainnya


"Tuan sudah aman dia berada perjalanan ke rumah kedua orangtuanya" ucap Evans yang kini berada di mansion dan untung saja Cha Eun Woo tidak berada disana ketika kekacauan terjadi, sebelumnya dia sudah memberi tahu jika dirinya akan kembali ke Korea dan Eun Woo pun bisa menjemputnya di bandara, dengan itu dia pulang karena tidak ingin terlambat menjemput dirinya, meskipun dia tidak tahu jika gadis itu sudah datang


Ponselnya pun bergetar nama tertera disana yang tak lain _"oppa Eun Woo"_ dan dia pun segera menerima panggilan pria tersebut


Setelah selesai mengobrol dia pun segera membersihkan diri, lalu dia pun menuju ke ruang kerja


Keesokan harinya dia pun merubah warna rambutnya lagi kembali ke semula karena dirinya akan menuju rumah keluarga Eun Woo tetapi sebelum nya dirinya akan di bandara hanya untuk adegan penjemputan, seakan akan dia baru saja sampai di Korea, dan dia sudah memanipulasi keberangkatan dirinya


Dan benar gadis itu pun menuju ke bandara tak lupa membawa koper yang berisi kan pakaiannya