My Woman Is Cold

My Woman Is Cold
mafia big Zero



Dia pun mengumpulkan para anak buahnya, mereka semakin mengagumi gadis di hadapannya, tetapi itu tidak mungkin karena mereka hanya anak buah nya


"Malam ini kita menyerang markas mafia big Zero" ucap Cha Eun Sang membuat mereka terkejut


"Tapi lady kita hanya berjumlah tujuh tujuh dan dengan lady" ucap Bram karena merasa cemas, lawannya bukan preman melainkan mafia terkuat no 5 dari belakang atau lebih tepat nya no 15 dari 20


"Kau meragukan aku" tanyanya dengan senyum miring nya membuat mereka susah menelan air ludahnya


"Kami percaya lady dan kami akan saling menjaga serta saling melindungi satu sama lain lady" ucap Evans


"Baiklah kami akan kembali berlatih lady" ucap Excel


"Setelah berlatih segera istirahat" ucap Eun Sang mereka mengangguk sebagai jawaban


"Baik lady dan kami harus berkumpul lagi jam berapa" tanya Jack


"Pukul 11" jawabnya lalu pergi meninggalkan tempat sedangkan mereka melanjutkan latihannya


Dia pun pergi ke suatu tempat hingga beberapa saat kemudian, dia pun sampai yang tak lain sebuah restoran


"Selamat malam nona anda memesan apa" tanya pelayan dengan ramah dan dia pun menunjuk beberapa menu makanan dan juga dia memberikan black card-nya


Tidak lama kemudian pesanan dia datang dan pelayan pun menata di mejanya dan mengembalikan black card-nya


"Jangan pergi" ucap Eun Sang ketika pelayan akan meninggalkan dirinya


"Ada yang bisa saya bantu nona" tanya nya dengan sopan


"Duduk" ucap nya kedua dan memberi kode untuk duduk dia pun ragu-ragu dan dia memberikan tatapan tajam dan akhirnya dia pun akhirnya menuruti


"Makanlah" ucapnya membuat dirinya bingung karena merasa tidak sopan


"Maaf nona apa makanan nya ada yang salah atau tidak sesuai maka saya akan" ucapnya gugup


"Makan aku tidak suka mengulang kata" ucapnya dia menatap lekat nama di name tag nya membuat dia menurutinya


"Maaf jika saya lancang" ucapnya gugup dan dia memakan dikit demi sedikit, dan kini akhirnya dia mengerti


kedua wanita tersebut masuk ke dalam toilet dan kini tidak lama kemudian keduanya keluar dengan pakaian yang sama, lalu mereka pun menuju ke dapur untuk membantu Koki menyiapkan pesanan yang begitu banyak


"Baik nona 3 mobil akan kami antar semua berkas akan kami selesaikan secepatnya" ucap pria paruh baya yang tak lain manajer pemasaran, dan gadis itu pun meninggalkan dealer setelah mendapat kan kembali black card-nya, 2 mobil yang tak lain Ferrari berwarna hitam untuk anak buahnya dan 1 Bugatti berwarna hijau keluaran terbaru untuk dirinya karena dia sangat tertarik membeli mobil sport


Mobil sports merah memasuki mansion yang di ikuti truk besar pengangkat tiga mobil, kedua pria yang berada di dalam truk tercengang melihat mansion yang sangat besar, tetapi mereka tetap fokus mengikuti gadis di depannya hingga sampai di halaman mansion yang luas, dan bisa mencakup mobil truk yang sebesar itu


Mereka pun menurun kan satu per satu mobil dengan hati-hati


"Nona tugas kami sudah selesai dan ini kunci serta semua berkas kepemilikan" ucap salah satu pria dan dia pun menerima dan dia juga memberi amplop yang tebal untuk keduanya


"Tidak perlu nona ini adalah tugas kami berdua" ucap nya


"Benar nona ini adalah pekerjaan kami tidak perlu" timpal temannya


"Terima dan pergilah" ucap gadis itu lalu pergi meninggalkan mereka


"Baik kami terima dengan penuh syukur terimakasih atas kebaikan anda nona" ucap keduanya lalu mereka meninggalkan mansion yang terbuka secara otomatis pintu gerbang tersebut


"Coba kita lihat isi berapa" ucap salah satu pria yang sedang fokus menyetir dan pria di sampingnya pun dengan semangat membuka isi amplop coklat tersebut dengan semangat dia membuka dan benar di dalam berisi uang lalu dia pun menghitung


"50 juta semuanya kita bagi setengah" ucapnya dan pria itu setuju tetapi dia juga melihat sebuah surat


"Ini surat" ucapnya lagi yang sedang membuka lipatan kertas tersebut


"Mungkin bentuk terimakasih karena kita sanga cepat dalam pelayanan" ucap pria yang fokus mengemudi


"Aku baca dan kau dengar dengan baik" ucapnya yang sudah membaca dalam hati kini dia baca ulang lagi, dan merasa keringat dingin


Kini sudah pukul 11 malam mereka pun sudah berkumpul di depan mansion utama


Dengan style jaket kulit hitam yang memiliki alat pelindung anti peluru, dan celana hitam tak lupa topi hitam masker hitam


Gadis itu pun datang dengan style yang sama tetapi dia menggunakan warna merah🤣


"Selamat malam lady" ucap mereka kompak dan melepaskan topi dan masker bersamaan


"Bagaimana" tanya nya to the point


"Semua perlengkapan sudah kami siapkan di dalam mobil" ucap Evans