
Tak lupa menggunakan makeup, dan dia pun segera meninggalkan hotel menuju ke klub malam terdekat
Dia sudah berada di tender setelah memesan tidak lama minuman nya pun datang, banyak pria belang dan wanita penghibur yang asik berjoged, musik DJ membuat mereka semakin lihai, sepasang remaja menikmati minuman nya tanpa di sadari seseorang memantau dirinya dan tidak lama kemudian ketiga pria menghampiri dirinya dan merayu, tanpa pengaruh alkohol dia pun mau menemani ketiganya
"Bagaimana kalian mencari yang lain disana banyak" ucap salah satu dari pria yang usianya seperti baba nya, tetapi mereka tidak mau karena gadis di hadapannya lebih cantik dari wanita disana dan akhirnya mereka setuju untuk bergilir, dari urutan yang terbanyak dia yang pertama, dan berakhir dari uang 50 juta, 70 juta dan 100 juta, mereka tidak keberatan akan tarif mahal, karena dia sudah menyiapkan kamar hotel
Mereka pun segera meninggalkan tempat menuju ke hotel terdekat yang tak lain dimana dirinya mengganti pakaian, mereka pun tercengang melihat mobil mewah yang di gunakan, tetapi tidak pikir panjang mereka mengikuti mobil sport di depannya hingga sampai ke hotel seberang
Setelah mendapat kan kunci kamar mereka yang menunggu di lift, dia pun segera menghampiri nya di dalam lift mereka tidak melakukan pelecehan, berbeda ketika dengan wanita umumnya melakukan pemanasan dimana pun, sebelumnya sudah memberi syarat hanya di kamar jika beraksi, hingga lift naik ke atas dan berhenti di lantai 73 dan kamar residen berada di lantai 75
Dan mereka pun sampai di sweet room, mereka tidak sabar lalu masuk ke dalam kamar mengikuti gadis di hadapannya, salah satu dari mereka mengunci pintu dengan tersenyum nafsu, dan dia pun sama tersenyum smirk
"Kamar nya sangat nyaman dan romantis pasti kau sudah terbiasa ke sini" ucap salah satu dari mereka dan dia hanya menjawab _mungkin_ dan tak lupa senyum smirk
Mereka pun segera membersihkan diri lalu dirinya yang terakhir
"Kenapa kepala pusing aku belum minum banyak tadi" ucap salah satu dari mereka yang merasa kepalanya berat
"Aku tidak biasa nya seperti ini dan berasa badan ku lelah sekali" timpal yang lainnya
10 menit kemudian mereka bangun dan mendapati dirinya sudah terikat
"Siapa kamu gadis aneh" umpat nya yang melihat gadis itu santai bermain ponsel dan duduk di kursi di sudut ruangan
"Mengapa kami di ikat seperti ini jangan macam-macam atau kau akan tau akibatnya" timpal yang lainnya dan salah satu dari mereka melihat sekita banyak pria berbaju hitam di dalam kamar tersebut
"Aku Lie Chyou Annchi Bao-Yu" ucap Cha Eun Sang mereka nampak berfikir dan akhirnya mengerti siapa gadis di hadapannya yang tak lain putri dari Lie Jiazhen Tuoli, yang tak lain mereka yang menabrak mobil mereka hingga tewas, mereka suruhan seseorang untuk menghancurkan keluarga Lie
"Kau belum mati" ucapnya dalam hati terlihat sangat pucat
"Kalian siapa lepaskan kami jika ingin butuh uang maka ambil semuanya atau aku akan membayar mu lepaskan kami kami anak buah mafia ternama disini uang kami banyak" ucapnya dan mereka bernegosiasi untuk di bebaskan dan juga memberi pelajar untuk gadis di hadapannya tetapi mereka hanya tertawa membuat nya bingung, mereka melepaskan ikatan, satu persatu, tetapi tidak membantu untuk menangkap gadis tersebut kini mereka salah mencari target, dan akan memberi pelajaran, akhirnya mereka mengalah akan mencari waktu tepat, ketika akan kabur jalan nya di halangi, terlebih membawa pistol, gadis itu pun berdiri dan dari mereka memberikan katana
"Mau apa kalian" teriak tetapi sia-sia tidak ada yang datang untuk menolong, karena kamar tersebut kerap suara sehingga tidak ada yang mendengar dari luar, tidak butuh waktu lama mereka pun mati di tempat, seluruh tubuhnya terpotong potong darah segar mengalir, gadis itu pun tersenyum melihat darah segar, tidak untuk anak buahnya dan sebagian sudah biasa, dia pun segara meninggalkan kamar menuju kamar residen, dan kini sisanya akan di urus oleh anak buahnya
Dia pun segera membersihkan diri setelah selesai dia pun menuju balkon membawa segelas wine, melihat indahnya Seoul di malam hari, dia menikmati segelas wine, dan teringat masa lalu tidak sadar tangannya mengeluarkan darah segar ketika dia meremas gelas dan pecah, dia pun termenung dalam pikiran nya dan dia segera membersihkan luka di tangan nya