
Mereka pun semakin menyudutkan dirinya, dan beberapa karyawan meminta agar perusahaan memberikan sebuah surat peringatan atau pemecatan, karena tindakan nya sudah menyangkut nyawa orang
"Kami tidak bisa mengambil kesimpulan dan kemungkinan jika itu sebuah kecelakaan" ucap Evans membuat mereka tidak puas akan keputusan nya
"Bagaimana jika memanggil CEO biar beliau yang mengambil keputusan jika di biarkan akan kemungkinan dia akan berulah lagi" timpal wanita yang menjadi saksi, dan membuat Evans geram jika dia diremehkan oleh karyawan nya sendiri, ingin sekali dia membantai wanita itu saat itu juga, tetapi dia menahan nya, dan mereka pun setuju akan ide dia, untuk mendatangkan CEO yang tak lain pemilik perusahaan tersebut
"Nona tidak bisa datang kesini beliau sibuk, jika kalian meminta sesuka hati untuk datang kesini maka taruhannya pekerjaan kalian, karena beliau tidak ingin di ganggu dan akan datang jika kehendak hatinya, dan bisa saja bukan hanya pekerjaan tetapi karir kalian" ucap Evans penuh penegasan dan bermakna penuh ancaman dan membuat mereka terdiam, karena mereka juga tahu jika CEO mereka wanita berhati dingin, tidak kenal ampun, jika ada kesalahan sedikit dia akan memecat tanpa ampun dan membuat karir orang itu terancam
"Apa masih ada yang di tanyakan" ucap Evans dengan penuh tatapan dingin, mereka pun memilih untuk diam meeting pun berakhir, rumor tentang Eun Sang begitu cepat tersebar dan banyak yang mengatakan jika Eun Sang wanita murahan, wanita simpanan, wanita tidak baik, dan perusak hubungan orang
Chan Eun Woo mengantar Valencia untuk kerja seperti biasa
"Nanti jika makan siang aku tidak bisa menemani mu ajak teman mu yang lain" ucap Eun Woo
"Kamu jangan khawatir aku baik-baik saja disini" ucap Valencia
"Nanti pulang aku kabarin jika bisa aku akan mengabari mu" ucap Eun Woo dan dia mengangguk sebagai jawaban
"Hati-hati di jalan jika sampai segera hubungi aku" ucap Valencia dan pria itu mengelus kepalanya dengan lembut membuat kedua temannya merasa iri, melihat Valencia mendapatkan kekasih yang sangat manis, dan selalu menyempatkan waktu untuk mengantarkan dirinya untuk kerja
"Kau beruntung sekali memiliki pria seperti dia, aku jadi ingin juga, kenalin ke temannya dong yang seperti dia" ucap salah satu temannya
"Aku juga ingin, dia pasti tampan, dan hanya kamu saja yang boleh menikmati ketampanan nya, aku sungguh iri kepada mu, yang ingin menjaga perasaan wanitanya" timpal teman yang lain
"Dia seperti artis saja dari postur tubuhnya, dia seperti Cha Eun Woo aku sangat mengidolakan dia bukan hanya tampan dia sangat perhatian kepada teman-teman nya" timpal yang lain membuat wanita itu tersenyum mendengar ocehan kedua temannya yang membahas pria nya yang selalu menggunakan masker dan topi saat mengantar dirinya kerja, jika mereka tahu jika dia memang artis idola mereka, apa reaksi mereka terhadap dia, mungkin satu kata *beruntung* , beberapa tema kantor nya mendatangi dia untuk mengajak nya masuk bersama, melihat wanita itu tersenyum Eun Woo ikut bahagia
Eun Sang yang berada di sana hanya diam dan mengabaikan adegan romantis di depannya, meski mereka tidak tahu di balik masker dan topi adalah sang bintang idola, di saat mereka berjalan berlawanan arah, Eun Woo berdiri tepat di depannya lalu berhenti, dan dia pun berhenti dan tahu apa yang akan di bicarakan kepada nya
"Apa kau ada waktu sebentar" gumam Eun Woo yang hanya bisa di dengar oleh dia, dan dia mengangguk lalu berbalik arah menuju ke suatu tempat yang tidak ada siapapun, mereka pun saling bertatapan, Eun Sang merasa jika Eun Woo kini sudah berubah tatapan yang dulu hangat kini menjadi tatapan dingin, sikap yang hangat pun sudah tidak ada lagi, tetapi dia masih mengharapkan dia
"Eun Sang yang ku kenal dulu tidak seperti sekarang, dimana Eun Sang yang ku kenal dulu, meski dia dingin tetapi tidak akan berbuat hal seperti itu, aku sungguh kecewa jika sikap dingin mu aku masih terima jika harus melukai orang lain aku tidak bisa memaafkan" ucap Eun Woo tanpa jedanya
"Aku mohon jangan ganggu dia, kita bisa bersama" ucapnya lanjut dengan tatapan memohon, agar Eun Sang luluh dan akan berhenti menyakiti wanita, membuat Eun Sang tertawa ringan, dengan ekspresi datar
"Sudah apa masih ada yang di bicarakan" ucap Eun Sang membuat Eun Woo terkejut dengan tanggapan dari Eun Sang
"Aku harus kembali kerja dan satu hal aku sudah tidak perduli dengan hubungan" ucap Eun Sang lalu pergi begitu saja tanpa pamit
"Jika seperti itu jangan pernah melukai dia, karena wanita itu sangat berharga bagiku, tapi aku masih menganggap mu keluarga ku jadi mohon jangan sakiti dia" ucap Eun Woo yang sangat kecewa terhadap nya dan membuat Eun Sang terdiam lalu melanjutkan langkah kakinya, terdengar suara Eun Woo sangat tulus
"Lihat dia" bisik seseorang yang menunjuk ke arah nya dengan tatapan menghina
"Benar dia wanita yang ingin merebut kekasih temannya sendiri" ucap wanita itu dan Eun Sang hanya diam dan acuh, meski mereka mengucilkan dirinya
Ketika Eun Sang berjalan dan tidak menyadari jika lantai tersebut licin dan dia pun terpeleset tubuhnya terhuyung jatuh ke lantai, mereka yang melihat dia hanya bisa tertawa dan menghina dia, bukan menolongnya tetapi mereka semakin senang dan menganggap dia pantas mendapatkan dan seorang dengan sengaja menyiram dengan air bekas pel, dan dia menjadi pusat perhatian, dia saat Evans tidak berada di kantor dan mereka memang sengaja menunggu ketidakhadiran pria itu, tepat seseorang menjadi tameng dia saat seseorang melempar kan tepung dan telur
"Aku baik-baik saja" jawab Eun Sang dan dia pun membantu untuk menggendong tubuh Eun Sang yang tahu jika wanita itu terpeleset, dan juga tahu jika pria itu telah menjadi tameng sehingga tepung telur yang di lempar ke arah tidak mengenai dirinya
"Biar aku sendiri tubuh ku sudah basah" ucap Eun Sang yang ingin menolak bantuan pria itu, dan dia hanya tersenyum, dia tetap menggendong tubuhnya dengan keadaan pakaian bagian belakang yang dia kenakan penuh dengan tepung dan telur
"Jin Hyung Eun Sang" ucap mereka bersamaan yang terkejut melihat mereka kotor, kini menjadi tontonan, lalu menghampiri nya, dan membuat mereka terkejut beberapa pria yang tiba-tiba datang setelah itu pria misterius itu menolong Eun sang
"Hyung apa yang terjadi" tanya Jungkook yang merasa bingung karena tubuh Eun Sang basah dan Seok Jin berlumuran tepung dan telur
"Kalian baik-baik saja" tanya RM yang sangat khawatir
"Kenapa dengan baju kalian" tanya V, dan mereka semakin membicarakan tentang Eun Sang yang memiliki hubungan dengan banyak pria, bukan hanya ingin merebut kekasih Valencia tetapi dia sudah memiliki tujuh pria yang aneh karena memakai topi dan masker
"Lihat dia betapa memalukannya" bisik bisik mereka yang menatap tidak suka kepada Eun Sang
"Dia bukan hanya perebut kekasih temannya tetapi juga dia wanita bergilir" timpal yang lainnya
"Kenapa perusahaan tidak mengeluarkan dia jika di biarkan maka akan membuat citra perusahaan hancur" timpal yang lainnya membuat mereka geram mendengar bisikan tentang Eun Sang lebih tepatnya menghina dia
"Jangan kau hiraukan mereka" gumam Seok Jin yang hanya bisa di dengar oleh Eun Sang dan dia menatap dengan tersenyum dengan tulus, tidak ada rasa penyesalan
"Hyung kau harus tenang jika tidak Eun Sang akan kena masalah" gumam Jungkook yang tahu jika Park Jimin yang geram mendengarkan bisikan mereka yang masih bisa dia dengar
"Benar kata Kuki kau harus tenang dan bantu membersihkan tubuh jin Hyung" ucap V yang ikut menenangkan Jimin yang tersulut emosi, mereka membantu membersihkan tubuh Seok Jin
"Mereka memang pantas di beri pelajaran" ucap Jimin di balik maskernya yang sangat kesal seperti mereka tetapi bisa menahannya karena tidak ingin membuat Eun Sang terkena masalah, dan semakin geram ketika menghina Hyung nya, dan Jungkook pun ingin menghampiri mereka
"Kau juga harus tenang, tadi kau mengingat kan ncim sekarang kau yang juga ikut panas" gumam V yang menenangkan adik bontot nya, Eun Sang sedikit tersenyum melihat mereka yang sangat peduli kepada nya, di saat dia membutuhkan seseorang tetapi dia mengabaikan dirinya dan semakin menjauh darinya
"Eun Sang apa yang terjadi dengannya" tanya Jimin yang mereka melihat jika dia berada gendongan Seok Jin
"kalian panggilan petugas kebersihan" ucap Seok Jin yang tidak membahas apa yang telah mereka alami, dan J-hope mengangguk paham
"Sebaiknya kau bawa dia seperti dia sudah terlalu lama basah" ucap Suga lalu memberikan jas nya untuk dia karena basah, dan Seok Jin pun mengangguk paham, lalu mereka pun segera membawa ke dalam mobil mereka, dan diikuti
"Siapa yang akan bertanggung jawab atas kejadian ini, dan siapa yang melakukan hal itu pada mereka" tanya RM yang mereka tidak ketahui identitas mereka masing-masing
"Kenapa kalian membela wanita itu" ucap salah satu wanita yang terlihat kesal
"Kalian tidak tahu jika dia wanita sangat licik, dan sudah berbuat nekat telah melukai teman nya sendiri" timpal yang lainnya
"Apa kalian juga pria yang membayar dia" ucap pria yang ikut bersuara, membuat mereka geram dan tidak percaya apa yang mereka dengar tentang Eun Sang, meski dia dingin tetapi tidak akan pernah mencelakai orang yang tidak bersala
"Jika kami mengetahui pelaku yang membuat dia jatuh akan kami pastikan kalian menanggung akibatnya" ucap Suga dengan penuh penekan lalu pergi begitu saja dan di ikuti yang lainnya, karena mereka berniat mendatangi tempat kerja Eun Sang untuk melihat keadaan dia, karena mereka tidak sengaja mendengar tentang Eun Sang dan mereka sangat khawatir dan memutuskan untuk melihat dia dan tepat saat itu Seok Jin yang datang terlambat lalu merubah arah mobilnya menuju ke arah perusahaan Eun Sang bekerja, dan dia datang sedikit terlambat yang melihat Eun Sang jatuh terpeleset lalu seseorang yang menyiram kan air dan dia segera menjadi tameng ketika seseorang yang mendekati nya yang ingin melempar kan sesuatu