
Mereka berdua sudah berada di Seoul, dan perjalanan menuju apartemen tempat tinggal Cha Eun Sang
"Jangan telat makan, jangan bergadang dan jika butuh sesuatu kabarin saja aku" ucap Cha Eun Woo
"Disini aman penjagaan dan kamu jangan khawatir aku baik-baik saja" ucap Eun Sang dan pria di hadapannya tersenyum dan mengelus kepalanya
"Aku percaya kamu wanita hebat, sepertinya aku harus pergi, hari ini ada meeting" ucap Cha Eun Woo dan dia pun mengangguk paham lalu pria itu meninggal kan dirinya
"Hati-hati" balas nya dengan senyuman hangatnya, keduanya pun berpelukan
Kini dia sendirian apartemen dia pun membuka laptopnya dan beberapa laporan berkas masuk ke surel nya, Seseorang mendatangi dirinya
"Nona id card dan kunci mobil yang anda minta" ucap evans lalu dia pun menerima lalu pergi setelah pekerjaan nya selesai, setelah selesai dia pun membersihkan diri lalu dia pun keluar dari apartemen
Mobil baru miliknya sudah berada di apartemen untuk mempermudah dirinya untuk pergi kemanapun
Dia merasa bosan dan ingin mencari udara segar, setelah keluar dari restoran dia pun segera menuju suatu tempat, ketika di perjalanan yang cukup sepi di persimpangan jalan terdengar suara teriakan dia pun menepikan mobilnya lalu dia pun keluar dari mobilnya
"Jangan ambil uang ku ini untuk membeli obat eomma sekarang sakit dia butuh obat" ucap seorang bocah yang terdengar suara ketakutan
"Banyak sekali alasan mending diam saja jika nyawamu aman" ucap preman
"Mending nurut saja sini uang nya daripada kami sakiti dirimu, bocah" timpal preman satunya
"Hay para preman" ucap Cha Eun Sang membuat mereka menatap dirinya
"Dia sepertinya pemilik mobil bagus itu seperti nya sebelum mengambil mobil nya kita nikmati saja dia" bisik nya dan dia pun setuju bocah lelaki tersebut tidak tinggal diam lalu dia pun berteriak untuk segera dirinya untuk kabur, tetapi gadis itu hanya tersenyum miring seperti dirinya akan mendapatkan permainan, ketika kedua pria tersebut mulai mendekat ke arahnya
Seseorang tiba-tiba datang lalu menghajar mereka berdua lalu tak lupa dia memotret kedua preman tersebut
"Aku sudah menghubungi polisi mereka akan segera datang meski kalian kabur tetap saja kalian akan tertangkap" ucap pria asing tersebut lalu kedua preman tersebut kabur, dia pun segera ke bocah asing tersebut
"Kau baik-baik saja" tanya pria asing tersebut
"Aku baik-baik saja terimakasih sudah menolong kami" jawab bocah tersebut dia pun mengangguk paham dan tersenyum
"Kau pasti Seok Jin Bangtan" tebak bocah itu dan pria di hadapannya hanya mengangguk sebagai jawaban
"Bisa di rahasiakan pertemuan kita aku takut jika manajer ku nanti khawatir" ucap Jin dan bocah itu mengangguk patuh
"Kau adalah idola ku, aku sangat bahagia bisa bertemu dengan mu" ucap bocah tersebut dan pria di hadapannya hanya tersenyum, berbeda dengan gadis itu dia hanya menatap tajam pria yang di hadapan nya yang tiba-tiba datang seperti pahlawan, bocah itu pun pergi meninggalkan mereka, dia menolak untuk di antar karena jarak rumahnya sangat dekat
"Kau baik-baik saja nona" tanya Jin yang mendekati dia, ketika dia ingin pergi tetapi dia enggan menjawab atau merespon dia menatap intens pria di hadapannya yang dia memberi senyuman yang tulus
Dia pun menancapkan gas mobilnya melanjutkan perjalanan, sungguh sial hari ini dia gagal mencari mangsa, karena pria asing yang tiba-tiba datang dan ini untuk kedua kalinya
"Hyung kenapa berhenti" tanya pria yang menghampiri dirinya
"Tidak hanya tadi menolong seseorang dan sekarang dia baik baik saja" jawabnya lalu dia pun kembali ke mobilnya dan di ikuti yang lainnya, mereka pun kembali ke mobilnya masing-masing dan melanjutkan perjalanan