
"Ini hanya akting kan pasti drama mana mungkin gadis ini mampu membeli mall dan dia juga tidak memiliki adik" ucap Edwin
"Nona saya permisi terserah anda apakan mereka" ucap pria paruh baya tersebut dan kini meninggalkan tempat
"Nona tuan maaf kan kami" ucap ketiga pegawai tersebut
"Kalian ku pecat dan kalian yang merundung kakak ku, akan ku blacklist dari mall ini jika berani datang kesini akan tahu akibatnya" ucap Paopao tatapan tajam Nya membuat nyali mereka ciut
"Nona maaf kan kami" ucap mereka tetapi tidak di hiraukan oleh nya dan satpam pun datang lalu mengusir mereka yang merundung, sehingga menjadi tontonan bagi para tamu yang berada disana, mereka menatap kagum gadis di hadapannya
"Akan menghancurkan mu gadis sialan" ucap Evelin dan Edwin menatap kesal ke arah Paopao tetapi gadis itu
"Terimakasih sudah menolong kami dari mereka" ucap Gio
"Maaf sudah membuat mu mengeluarkan uang banyak hanya untuk membeli mall ini" ucap Evans
"Nona ini berkas yang harus di tandatangani" ucap pria yang membawakan berkas penting
"Lanjutkan kegiatan kalian" ucap gadis itu lalu meninggalkan mereka yang mengangguk paham
"Tuan mari kami akan membantu kalian" ucap pelayan pria dan mereka pun melanjutkan lagi, setelah puas dan mereka pun di antar menuju kantor Paopao
Terlihat dia sangat serius membaca beberapa berkas
"Nona ini cemilan untuk tuan silahkan" ucap pegawai lalu menaruh ke atas meja dan mereka pun duduk di sofa yang tersedia
Setelah selesai dia pun beranjak meninggalkan kantor, di mall sangat ramai pengunjung terutama para siswa atau mahasiswa menghabiskan waktu
"Melihat mereka membuat ku jadi ingin sekolah lagi" gumam Jack dan Excel bersamaan meski terdengar samar-samar mereka masih menatap para siswa yang terlihat sangat bahagia berkumpul bersama temen-temen nya
"Apanya bang" tanya balik Jack
"Lupakan" jawabnya mereka pun segera menuju ke suatu tempat yang mengikuti arah mobil tersebut melaju
Keesokan harinya setelah olahraga mereka pun segera menuju ke dapur memasak, karena semalam sudah membeli bahan-bahan masakan makanan
Gadis itu pun datang menggunakan baju formal bukan baju sekolah, terlihat berbeda dengan sedikit riasan dari rambut yang biasa dia ikat kini terurai, seperti wanita kantoran
"Pagi lady" sapa mereka bersamaan dan gadis itu hanya mengangguk sebagai jawaban nya
"Dia sangat cantik dan menggemaskan aku mengagumi mu wanita Chinese" gumam mereka menatap kagum gadis di hadapannya, dia hanya membuat sandwich dan susu hangat untuk dia nikmati pagi itu, setelah selesai dia pun segera menuju ke suatu tempat, mereka tidak berani bertanya pasalnya mereka hanya anak buah dan untuk semalam dia hanya tidak ingin anak buahnya di permalukan oleh orang lain
Dia pun segera menancapkan gas mobil nya menuju ke suatu tempat, hingga 1 jam perjalanan dia pun akhirnya sampai di sebuah gedung besar, mobil sport merah memasuki area perusahaan, dia pun keluar dari mobil nya berjalan menuju lobi dan di sambut oleh mereka
"Selamat datang nona" sapa mereka, awal kedatangannya sebagai pemimpin atau pemilik perusahaan tersebut, sebelumnya sudah di beri informasi oleh mantan atasan mereka jika mereka akan memiliki pemimpin baru, karena perusahaan tersebut telah di akuisisi dan membuat pegawai cemas jika mereka akan di pecat, tetapi pemimpin yang lama meyakinkan jika dia bisa mempekerjakan karyawan nya, dia pun setuju karena dia tidak ada waktu untuk mencari pegawai baru
Para pegawai pun menuju ke tempat nya masing-masing, sedangkan mereka menuju ke ruangan khusus CEO
"Nona saya jennie selaku sekertaris anda dan semua berkas sudah saya siapkan" ucap jennie yang tak lain kini berkerja sebagai sekertaris nya dan gadis itu pun mengangguk sebagai jawaban
"Kumpulkan mereka untuk meeting 30 menit lagi" ucap gadis itu dan wanita tersebut mengangguk lalu kembali ke ruangan nya dia menghubungi para eksekutif perusahaan untuk berkumpul di ruang meeting
Mereka pun berkumpul dari Dewan Direksi, Direktur, Manajer dan tidak lama kemudian gadis itu pun datang di ikuti oleh sekertaris nya,dan duduk di kursi utama di samping sang sekertaris nya
"Selamat pagi nona" sapa mereka bersamaan dan gadis itu mengangguk kini mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing dan kini giliran dia
"Saya Cha Eun Sang saya tidak menyukai orang yang pengkhianat, berbohong atau jika kalian bermain main dengan ku coba saja" ucapnya di akhir senyum aneh membuat suasana berada di dalam kulkas, mereka pun mengangguk setuju, mereka pun kembali ke tempat kerjanya