My Woman Is Cold

My Woman Is Cold
tirai jatuh



Berbeda dengan Eun Sang memilih diam terlihat wajah bahagia Eun Woo mengenalkan teman dekatnya kepada keluarganya, dan sang ayahnya menanggapi ceritanya, ketika kelas 3 SMP mereka satu kelas, tetapi tidak dekat dan ketika lulus SMP dan masuk ke SMA di bangku 1 mereka beda kelas dan ketika Eun Sang pindah sekolah dan kenaikan kelas mereka duduk di kelas yang sama dan mereka dekat, dan sama-sama kuliah di Seoul tetapi beda kampus


"Dan mereka berdua satu tempat kerja" ucap Eun Woo


"sungguh" tanya sang ibu yang kini menyadari kediaman Eun Sang dan dia mengangguk sebagai jawaban


"Kami rekan kerja tadinya aku mau menyapa tapi aku takut lancang Eun Woo sudah menceritakan tentang mu kamu cantik dan baik kita sudah lama tidak bertemu jadi dia lupa dengan ku" ucapnya dan baru menyadari sikap nya ketika baru masuk ke perusahaan tersebut, dan kini dia merasa kecolongan seharusnya dia memantau bukan hanya keadaan tetapi tentang asmara nya


Mereka pun mengobrol santai dan meski dia belum bisa menerima sosok wanita baru di hadapannya tetapi dia menghargai pilihan Eun Woo


Dan ketika pulang pun mereka berpisah, mereka harus kembali ke Seoul, dan Eun Woo ingin mendekatkan kedua nya, setelah mengantar kan dirinya terlebih dahulu setelah itu mereka pergi karena apartemen milik Valencia dekat dengan apartemen milik Eun Woo


"Jangan khawatir keluarga ku akan menerima mu, terlebih dia perlu waktu kalian akan dekat" ucapnya sambil memegang tangannya memberi dukungan dan wanita di sampingnya tersenyum mengangguk mengerti posisi dirinya masih canggung tiba-tiba masuk ke dalam keluarga nya


Keesokan harinya para junior di tugaskan untuk membantu para artis meski begitu harus bertanggung jawab dengan pekerjaannya


Dan seperti biasa ketiga wanita tersebut mencari masalah dengannya dan Valencia menjadi pahlawan meski dia tidak memerlukan kehadiran nya, karena dirinya juga takut, dan ketiga gadis tersebut mendapat sangsi oleh Evans dan membuat nya semakin ingin mencari masalah dengannya


Ketika Eun Woo syuting dan dia beberapa kali menatap ke arah mereka yang tak lain ke arah gadis lain, dan dia baru menyadarinya


"Semangat" ucap nya tanpa suara meski begitu Eun Woo mengerti dari gestur bibir nya dan dia juga memberi senyuman sebagai jawaban


Dia pun pergi dari ke uwuwan mereka, hingga selesai dan memasuki jam istirahat keduanya di panggil salah satu produser dan berada di panggung untuk membantu, dari jauh seseorang dengan sengaja melepas tali dan tirai tiba-tiba runtuh ke mereka dan untung saja seseorang datang, sehingga mereka selamat meski begitu mereka tergores karena gesekan dengan tirai yang tebal


"Kamu baik-baik saja" tanya Jin kepadanya dan melepaskan pelukannya, dia masih setia melihat ke arah mereka dan dia pun pergi begitu saja, dia pun mengikuti langkah kaki nya lalu mengajak ke ruang kesehatan


Dia pun mendudukkan serta menyuruh untuk tetap diam di kasur lalu dia pun mencari kotak obat, lalu segera mengobati nya tetapi dia tidak merasakan sakit sedikit pun, hingga selesai


"Jika sakit berteriak lah jangan di tahan dan ingatkan aku jika aku terlalu keras" ucap Jin tetapi dia hanya diam dan dia pun beranjak dari kasur meninggalkan dia tidak menyadari sosok Seok Jin disana karena pikirannya masih ke seseorang, tetapi tidak sengaja tangannya mengenai darah yang pada lengannya dan dia baru menyadari jika tangannya basah oleh darah, dan teman kerjanya menyuruhnya untuk mengobati lukanya, tetapi dia menyadari jika darah tersebut bukan miliknya tetapi milik seseorang yang menolong dirinya, lalu dia pun kembali, dan melihat dia mencoba mengobati lukanya tetapi sedikit susah, lalu dia mengambil alih lalu membantu mengobati


Dia pun melamun memikirkan kejadian tadi


"Kamu baik-baik saja aku mencari mu tetapi tidak ada dan ternyata ada disini terimakasih sudah menolong nya" ucap nya kepada jin dan dia hanya tersenyum sebagai jawaban


"bagaimana dengan kalian" tanya balik Seok Jin


"kita baik-baik saja" jawab Eun Woo


"Kamu baik-baik saja kamu pasti terkejut tadi" ucap Valencia tetapi dia dia mengabaikan begitu saja


"Aku baik-baik saja, aku lapar" ucapnya datar lalu tiba-tiba mengajak Jin meninggalkan mereka berdua


"Baiklah kamu jangan telat makan" ucap Eun Woo dan diabaikan lalu pergi begitu saja, dan membuat dia merasa bersalah atas perubahan sikapnya


"dia hanya perlu beradaptasi" ucapnya memberi semangat kepada gadis di sampingnya


Dan ketika sudah keluar dia pun segera melepas tangannya, dan pria di sampingnya memahami jika gadis itu sedang cemburu dan dia berinisiatif membawa nya ke suatu tempat yang tak lain ke kantin, lalu memesan makanan, dan tidak lama kemudian pesanannya pun datang tteopoki dengan level pedas dan tak lupa keju lumer dan dua minuman soda


"Makanlah ini sangat enak" ucapnya dan gadis itu pun masih enggan untuk makan


"Bagaimana rasanya sangat enak bukan ini tidak terlalu pedas jika kau tak suka aku akan menghabiskan sendiri" ucap nya sambil memakan tteopoki terlihat dia menahan pedas dan terlihat sangat lucu dan dia pun akhirnya mau ikut makan karena jika tidak dia akan menghabiskan sendiri


"Minumlah" ucapnya dan memberikan air minum kepadanya membuat dia tersenyum menerima dan meminum nya


"Nanti malam kamu ada acara" tanya nya


"kurasa tidak ada" jawabnya dan dia nampak berfikir lalu meminta ponselnya


"hubungi aku jika kamu tidak sibuk aku akan mentraktir mu" ucapnya dan Seok Jin mengangguk paham, keduanya pun melanjutkan makan siang